Mata ini mulai berat
Ketika kupaksa jemari menulis
Aku tak mau terlalu singkat berkawan dengan malam
Seperti biasa ialah teman sejati
Sambil kuhisap dalam rokokku, terkadang berteman secangkir kopi
Pada sudut teras yang sunyi
Lalu lalang orang berjalan acuh
Malam menyembunyikanku dengan sempurna
Begitu pula hanya ia yang paham apa yang bergumul dalam dada
Hanya ia yang tahu apa yang berkecamuk dalam hati
Hanya ia yang tahu apa yang berserakan dalam pikiran
Malam menyelubunginya dengan sempurna
Dalam hening ia berbicara
Dalam sunyi ia menyediakan tempat terluas bagiku menumpahkan segalanya
Ia tak pernah mengeluh
Selalu kembali
Menunggu aku berceloteh dalam kesunyian
Ia menyembunyikan semua dengan sempurna
Malam menyimpan semua dengan rapat
Malam membungkus semua dengan rapih
Ialah kawan sejati penyimpan rahasia
komentator