Formasi Klasik : 3 – 5 – 2

12 06 2012

Italia ditangan Cesare Prandelli ketika menghadapi Spanyol pada pertandingan perdana Grup C Euro 2012, saya rasa mengejutkan. Karena Italia kembali memasang satu formasi yang sudah dikategorikan klasik, apalagi dengan era sepakbola menyerang yang biasa menempatkan 3 orang striker, yaitu formasi 3 – 5 – 2.

Formasi ini menurut http://www.hollistonsoccer.org dikenalkan oleh Carlos Billardo dari Argentina dan Franz Beckenbauer dari Jerman Barat pada Piala Dunia 1986 Meksiko.

Pengenalan formasi ini ternyata mengubah beberapa hal dalam permainan sepakbola. Permainan sepakbola dengan formasi ini lebih menekankan pertarungan dilini tengah. Revolusi pola pelatihan fisik dan fitness pun dilakukan menyusul suksesnya formasi ini didua edisi piala dunia. Argentina pada Piala Dunia 1986 dan Jerman Barat pada Piala Dunia 1990.

Formasi ini menggunakan 3 orang bek, biasanya bek tengah akan berperan menjadi sweeper. Daniele De Rossi ( Italia ) saat melawan Spanyol menjalankan peran ini berbeda dengan peran sebelumnya di AS.Roma sebagai Defensive Miedfielder.

Dua pemain sayap diprioritaskan untuk lebih membantu penyerangan. Sedangkan dua gelandang tengah biasanya akan menjaga kedalaman ketika menyerang untuk menangkal serangan balik.

Formasi 3 – 5 – 2 disebut lebih seimbang ketika bertahan dan menyerang dengan memakai prinsip “jumlah pemain bertahan mesti sama dengan jumlah penyerang plus satu”.

Inggris pada Euro 1996 ditangan Terry Venables menggunakan formasi ini. Gareth Southgate atau Paul Ince diposisikan sebagai Defensive Miedfielder.

Pada sektor tengah yang merupakan jantung permainan ada dua opsi pola yang bisa dipakai. Pertama dua gelandang tengah merupakan dua gelandang serang. Sehingga pola serangan dibangun oleh 2 striker, 4 gelandang ( dua ditengah, dua dikedua sisi sayap), 1 gelandang tetap bertahan. Kedua 2 striker, 3 gelandang ( satu ditengah, dua dikedua sisi sayap), 2 gelandang bertahan.

Dua gelandang sayap juga selain lebih diprioritaskan menyerang, juga bisa diposisikan sebagai wing back ketika tim bertahan.

Kelemahan dari formasi adalah bahwa setiap pemain yang terlibat harus mempunyai skill yang bagus, dan komunikasi yang bagus.

Seperti dalam sektor pertahanan. Tiga orang bek (dengan 1 orang sebagai sweeper yang bebas bergerak menangkal setiap bola disetiap titik area pertahanan ) harus berada dalam posisi yang rapat. Dalam situs http://www.active.com, disebutkan bahwa jarak antar bek tidak lebih dari 10 – 25 yard. Untuk itu karena hanya 3 orang mereka harus bisa menimbang dengan masak jika ingin ikut membantu serangan.

Pada sektor tengah pun, komunikasi dan skill bagus harus dimiliki 5 gelandang dalam bertahan maupun menyerang. Jika memang kompak dan semua bisa bekerja dengan baik, maka 5 gelandang ini adalah jaminan penguasaan bola. Namun jika tidak kompak maka justru lini inilah yang akan pertama kali menjadi titik lemah tim.

Komunikasi dan skill bagus pula harus dimiliki dua striker. Mereka harus sudah saling mengerti pergerakan dengan atau tanpa bola partner mereka. Mario Balotelli dan Antonio Cassano pada pertandingan lawan Spanyol kemarin sering terlihat hanya berdua saja mencoba mendobrak tembok Spanyol. Dua striker dalam formasi 3 – 5 – 2 pula diutamakan yang mempunyai kecepatan,umpan baik, dan shooting bagus.

Intinya Komunikasi antar pemain bagus, skill bagus, dan pemahaman antar pemain juga bagus maka formasi ini akan dahsyat.

Contoh Italia yang mampu meredam tiki taka Spanyol ( bahkan sempat unggul lebih dulu adalah keunggulan formasi ini ). Italia pun kemarin bermain rapat tidak memberikan kebebasan kepada Spanyol ( yang bermain tanpa striker murni sampai pertengahan babak 2 ) yang diisi midfielder yang mampu menguasai bola dan tajam didepan gawang.

Formasi ini juga 7- 8 tahun lalu masih sangat umum digunakan di sepakbola Indonesia. Sebelum banyak tim yang juga memasang formasi 4-4-2 atau 4-3-3. Persib Bandung ketika menjadi kampiun Liga Indonesia 1994/1995 menggunakan formasi 3-5-2 dengan otak permainan ada pada Yusuf Bachtiar dan mengandalkan 1 – 2 sentuhan. Alasan Indra Tohir waktu itu bahwa dengan formasi ini masalah speed pemain bisa teratasi.

sumber :

www.hollistonsoccer.org

www.active.com

www.thefootballfront.blogspot.com

About these ads

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 740 other followers

%d bloggers like this: