Mengenang Kalian yang Terkasih

August 19, 2009

gusar dalam hempasan debu jalanan

resah langkah menggugah kenangan

Bandung, desa Cilisung 9 agustus 2009 pukul 13.00 WIB

pagi tadi berangkat ke bandung, karena ada rapat keluarga nikahan adik. jalanan lengang, enak sekali untuk memacu mobil kencang. tiba pukul 10.00 dirumah pamanku, bertemu keluarga besar, setelah hampir beberapa bulan ta k bertemu, ramai celoteh sepupu yang masih kecil, menambah ceria pertemuan itu.

usai rapat, makan siang, aku melangkah keluar rumah, berdiri di pinggir jalan, menyalakan rokok. sambil kuhisap rokokku, lalu lalang motor dan mobil, daerah ini kini sudah ramai, tak seperti dulu masih sepi dan asri.

5 menit ku berdiri disitu, ada satu tanya muncul dihati…sudah berapa lama aku tak kesana? sudah lama jawabku pula. jaraknya hanya beberapa ratus meter dari sini, berjalan pun tak sampai 5 menit. ingin kesana, hasrat tiba – tiba muncul…ah tapi disana pun tak ada siapa – siapa. ada keraguan dan rasa malas untuk melangkah kesana. tapi rupanya rindu tak tertahan, melangkahlah kaki ini menuju kesana.

jalanan ini penuh debu, beberapa anak muda mengendarai motor melintasiku, motor – motor mereka khas anak muda, penuh arogansi dan kebanggaan masa muda, suara knalpot mereka menjerit keras, seakan kuda pacu mendengus kencang saat pecuti penunggang dihempaskan ke tubuh mereka, memaksa mereka berlari kencang.

lepas dari belokan, di kanan kiri kini tembok pabrik, berdiri angkuh. kebun disebelah kananku dipapas setengahnya, diganti tembok beton tinggi. rumah – rumah kontrakan, tinggal beberapa meter ke mulut jalan. belok ke kanan, tinggal sedikit lagi

masuk ke jalan itu. ini dulu tak seperti ini, warung ini dulu warnanya kuning kusam, rumah ini dulu tak ada, rumah ini dulu pagarnya pendek sekarang tinggi, tempat kost -an ini baru. pepohonan tak serimbun dahulu.tapi jalan ini masih tetap sama seperti dahulu, aspal dihiasi bolong – bolong,sambil terus kuberjalan ku mengingat masa lalu.

“PANGKALAN AIR” sebuah papan nama berwarna coklat, berdiri dengan kaki – kakinya ditancapkan diantara jalan, layaknya sebuah gerbang. dua buah torrent air warna biru ada didepan rumah disebelah kananku, rupanya orang ini sekarang bisnis air minum. aku ingat dulu penghuni rumah ini pernah sakit gara – gara makan rujak, kebun disebelah kiri rumahnya kini hampir tidak ada.

spanduk warna hitam yang entah apa tulisannya, melintang menutupi pagar, umbul – umbul iklan roko ikut juga dipasang disana. Aku sampai, Aku kembali.

tertegun ku dijalan menatap rumah kosong dihadapanku. tulisan dari karton warna putih tertera dipintu rumah “DIJUAL”. plafon teras, robek disana sini, seng penghalang air hujan hampir terlepas dari pinggiran atap.

masih ku tertegun, hendak ku kembali lagi kerumah mang, tapi sesuatu menarikku agar aku tak segera pulang. ragu ku melangkah masuk kehalaman rumah. tapi sesuatu itu makin memaksaku untuk masuk ke pekarangan. Ada jalan masuk yang tidak dipagar didepan bangunan baru dipekarangan rumah itu, bangunan yang asalnya warung mang lukman. ku melangkah masuk, tapi hanya sampai situ, aku tak sampai masuk jauh kedalam pekarangan rumah.

dalam ku pandangi rumah ini, disamping kiri rumah ada kebun yang luas, tempat kami bermain dulu saat lebaran tiba, atau saat kami berkumpul dirumah ini. rumah ini luas ada 4 kamar didalamnya, ruang makan yang luas, 2 kamar mandi yang kalau malam tiba aku agak takut kesana, karena salah satu bagian plafonnya sengaja dibiarkan terbuka, agar mudah untuk membetulkan atap yang bocor. aku selalu takut untuk melihat atap yang terbuka, karena gelap baik siang maupun malam. dibelakang ada pekarangan kecil, ada kandang ayam dan tiang jemuran disana.

rumah ini kesepian, sendirian. rumah yang menjadi saksi celoteh riang cucu – cucu bermain disana, kehangatan keluarga bercengkrama saat lebaran tiba, cerita – cerita masa muda orang tua kami, kisah kakek dan nenek kami merajut hari – hari.

rumah ini tak terawat karena tak ada lagi yang tinggal disana selepas kake dan nenek kami berpulang menghadap-Nya.

rumah ini bahkan nyaris tenggelam. rumput – rumput liar tumbuh menutupi pekarangan dan kebun, bahkan hampir menenggelamkan ubin teras depan. dulu pernah pekarangan ini ditutupi rumput gajah, berpagar bambu. tapi tak lama, kakek menutup pekarangan dengan semen agar mudah untuk kendaraan anak – anaknya saat mereka berkumpul disini.

Rumah ini memanggilku kembali, setelah sekian lama tak berkunjung, terakhir saat masih kuliah di bandung aku beberapa kali berkunjung menemui mang dan bibi yang masih tinggal dirumah ini, walau tak lama tak sampai menginap.

setelah kakek dan nenek meninggal semuanya tak sama, tak ada lagi kisah perjuangan kakek, yang dengan bangga mengatakan dibetisnya masih tertanam peluru kena tembak belanda saat perang, tak ada lagi kehangatan nenek memeluk kami, tak ada lagi toples – toples penuh berisi kue lezat buatan nenek, tak ada lagi belai lembut mereka, tak ada lagi keresahan mereka menunggu anak dan cucu datang saat takbir mulai berkumandang, tak ada lagi kesedihan mereka selepas lebaran melepas anak dan cucu kembali ke perantauan masing – masing, tak ada lagi risau mereka menanti kabar anak cucu mereka, tak ada lagi doa tulus mereka bagi kami semua.

nenek meninggal saat aku kelas 4 SD, setelah berjuang lama untuk sembuh. tetapi struk terlebih dahulu menyerangnya. Hanya tertidur tanpa daya, itu yang kuingat menjelang kepergiannya.

dini hari kami menerima telepon, nenek meninggal, antara jam 2 – 3 dinihari. yang kuingat kakaku menangis pada subuh kelam itu. aku hanya terdiam, menguatkan diri, yang kuingat aku terus menerus berkata dalam hati ’setiap manusia pasti meninggal’. aku hanya terdiam. air mataku telah membasahi pipiku jauh – jauh hari, saat kami berkunjung ke bandung, menjenguk nenek.

dia kurus, tulang – tulang pipinya terlihat jelas, tapi sinar matanya masih hangat memeluk kami. nenek sudah tak mampu bergerak, sesekali lirih suaranya memanggil kami. waktu itu ibu memanggilku, ibu bilang ” nenekmu ingin dipijat, ayo sana!!”.

naik ku tempat tidur nenek yang besar itu, disamping kanannya ku memijat perlahan tangan dan kakinya, tak terasa air mataku leleh, aku menangis sejadi – jadinya, saat kutatap wajahnya, yang seakan letih menghadapi sakit. aku terus memijatnya, sambil menangis.

kake meninggal saat aku SMP, kake menderita kanker saat itu. kuingat keresahan kami, saat kami berkumpul pada lebaran tahun itu, ibu selalu menyuruh melihat kake yang tertidur, dikursi rotan diruang tamu. rupanya itulah ramadhan terakhir kake, berselang 2 minggu kemudian, saat magrib tiba, kake berpulang menghadap -Nya. bisik “la ilaha illallah ” mengiringi hembusan napas terakhirnya. Kucium keningnya saat itu, matanya terpejam. aku menangis, dalam hati kutemukan kehampaan yang sangat.

mereka telah pergi. semenjak mereka tiada semuanya yang ada dirumah itu terasa muram, pepohonan yang dulu hijau, kemarin kulihat mulai menguning gersang. pohon kelapa didepan rumah, kini tak lagi berbuah, oleh – oleh kake dan nenek saat kami pulang berlebaran.

muram dinding rumah itu, yang telah penuh dengan corat – coret kenangan kami. pada semua bagian rumah ini, tersimpan begitu banyak kisah – kisah kami. ayunan yang ada dikebun, kini hanya teronggok dibatang pohon, tak ada lagi tawa riang kami saat bermain disitu.

tak lama kulangkahkan kaki pulang ke rumah mang toto, gontai langkahku, gusar hatiku, mengenang kalian. sudah berapa lama aku tak menyebut kalian dalam doa ku, maafkan aku.

resah kurasa saat debu – debu jalanan hempas tubuhku, saat ku kenang kalian, saat khawatirku pada rumput – rumput yang menutupi rumah itu, saat getirku pada pepohonan yang meranggas, saat gundahku bila kenangan kalian terhapus.

kutulis ini untuk mengenang kalian, mengenang kehangatan cinta dan kasih sayang kalian, mengenang kalian yang dengan ceria kami panggil “kake dan nenek” saat hangat tangan kalian memeluk kami.

inilah kenang – kenangan untuk kalian yang terkasih.

sukabumi, 10 agustus 2009, pada siang yang penuh akan kenangan kake dan nenek.

* mang = paman dalam bahasa sunda


tentang facebook, status update

August 19, 2009

…..dalam renungan….. bagi yang baca tulisan ini bukan buat melarang, jangan salah arti ini hanya renungan saya saja…

virus Facebook rupanya sudah mendarah dalam tubuh saya, sehingga dimanapun kapanpun, selalu membuka FB, baik di kantor, atau dirumah melalui Handphone. keunggulan facebook dengan berbagai macam itemnya, baik dari games, chat, status update daripada situs sosial lainnya yang sudah saya punya akun nya seperti friendster. tiap hari buka facebook, maen gim, ngupdate status, ampe cuma liat2 aja status orang.

tentang status update itu pula yang bikin saya merenung. box yang disediakan untuk diisi tentang hal yang sedang kita lakukan, atau menulis perasaan kita lagi gimana, sampe yang marah – marah, sampe yang ngedo’a pun pindah ke status FB. sampe satu saat, saya keranjingan ngupdate status, tiap 10 menit bisa ganti. sampe temen2 saya bilang ” lo eksis banget’. padahal di status itu tidak selalu penting untuk diketahui. bahkan kadang2 kalo memang sedang emosi, saya tulis kemarahan dalam status itu. pulsa telepon pun ga terasa boros, habis isi lagi yang penting bisa ngupdate status.

akhirnya saya merenung, apa yang ingin saya cari dari hasil ngupdate status? apakah hanya sekedar berbagi, apakah hanya sekedar mengajak temen2 saya di FB bercanda bila status saya bernada bercanda, apakah ingin diperhatikan orang banyak dengan banyaknya komentar2,apakah memang lagi keranjingan saja. yang pasti, perenungan itu membuat saya stop sejenak mengupdate status, bahkan sampe sekarang agak malas mengupdate status. tanpa terasa, dengan perenungan itu saya menyadari bahwa FB menguak sisi manusia kita, yaitu ingin diperhatikan.

tak jarang ketika saya marah karena pekerjaan, distatus saya berisi kemarahan, tetapi kemudian saya berpikir, jika saja orang yang membuat saya marah, kemudian membaca status saya yang sudah dikomentari, mungkin orang itu akan merasa dikutuk banyak orang yang mengomentari status saya, walaupun komentar2 yang masuk tidak lebih dari “sabar” ataupun malah berisi candaan.

bahkan saya tak berniat mengupdate status saya dengan do’a. kenapa? karena apa tujuannya sedangkan do’a adalah permohonan kita kepada yang Maha Kuasa, bahkan bisa diartikan dengan bahasa sekarang, curhat pribadi kita dengan Tuhan.

bila saya menulisnya distatus saya, apa tujuannya? apakah ingin di-amin-kan banyak orang, ataukah memang hanya memanjatkan doa kepada Allah SWT, karena dimanapun dan kapanpun jangan sekalipun putus komunikasi dengan Tuhan, atau biar orang tahu isi do’a kita apa. tetapi kala mengupdate status dengan do’a maka komentar2 yang masuk tak bisa dihalangi.ada yang meng-amin-kan, ada yang menyemangati, ada yang bertanya kenapa doa nya seperti itu, ada juga yang malah mengomentari dengan candaan.

pada akhirnya saya berkesimpulan bahwa do’a yang ditulis bisa jadi bias karena komentar – komentar yang masuk. makanya saya tidak pernah berniat mengupdate status dengan do’a, karena selain saya rasa bukan pada tempatnya, dan semuanya bisa menjadi bias, berbelok arah dengan komentar – komentar yang masuk.

status update, ga terasa menggerus pagar – pagar privasi seseorang, dan siapa yang mendobrak pagar2 itu, tidak lain adalah diri kita sendiri. padahal ketika saya pikir – pikir, apa perlunya semua orang tahu apa yang saya lakukan, apa yang saya rasakan. saya sering melihat selebritis di tv, yang ingin privasinya terjaga, tapi hari ini FB membuat saya seakan meniadakan privasi tersebut, dengan sering menulis distatus. memang saya bukan selebritis.

sekali lagi saya mikir, apa yang saya cari. terkadang saya merasa sisi mencari perhatian itu lebih besar, karena dengan banyaknya komentar yang masuk, merasa senang. walau keranjingan, untung saya belum pernah nulis “lagi mandi ato lagi jongkok di wc” kalo seperti itu, keranjingan saya sudah akut. akhirnya saya tak terlalu sering, mengupdate status, ditambah dengan satu pengalaman, maksud hati ingin bercanda, tetapi status saya malah membuat teman saya marah karena tersinggung.

tapi kembali lagi ini hanyalah pemikiran saya, dan bukan untuk melarang2…dan FB adalah tempat publik, bebas, sebebas – bebasnya?


catatan hari2 yang lalu, bosan..pilpres..

June 18, 2009

makin kesini semangat makin turun aja, ga tahu kenapa. padahal kerjaan numpuk.

satu hal baru yang didapat, ketika beban kerja menumpuk, emosi mudah naik, padahal oleh hanya hal sepele.

susah juga mengontrol emosi, hampir tiap hari jarum emosi, naik ke level merah.apalagi pas berhadapan dengan pihak eksternal…ugghhhhh!!!!

tapi alhamdulillah selama ini, belum pernah sampe marah2 dikantor.

satu hal lagi..konsumsi hisapan makin banyak hehehe….ga sadar, dikit2 nyalain roko…dikit2 nyalain roko…ko nyalain roko dikit2?

ikhlas sih ikhlas menerima tugas ini  sebagai pembelajaran, tapi tetep aja jenuh..biasanya tugas ke lapangan…sekarang duduk manis depan komputer, yang lebih sering bengong, mana dulu yang harus dikerjain.

bukannya kita ga bisa bikin daftar prioritas, tapi tetep pas datang ke kantor planning dari rumah, buyar!!!!

pun kondisi seperti itu tertolong, dengan kehadiran ibu2..yang tak pernah henti membawa topik2 gosip fresh, yang namanya ibu2 apa aja diobrolin dari dapur, anak, dll lah, kadang2 xxx hahaha….

kini makin tahu, kata2 seorang teman ketika pertama ditugaskan jadi bendahara..”selamat tidak nyenyak tidur”, walaupun ampe sekarang tidur masih nyenyak…tapi pas bangun langsung kepikiran, itulah seperti terbelenggu rantai gaib.

KAMPANYE PILPRES 2009

lihat kampanye pilpres lucu juga.  masalah – masalah diangkat sebagai peluru kampanye, contohnya masalah jilbab. dibalik itu kita makin tahu partai mana yang pragmatis alias cari kekuasaan banget.

ampe salah satu jubirnya bilang ” kerudung hanya simbol, kami akan berikan terus pembelajaran, agar simpatisan kami tidak melihat hal – hal yang hanya bersifat simbolik seperti itu”….

what?!!!! kaget banget dengernya, soalnya tuh yang ngomong jubir dari partai yang selama ini memperkenalkan dirinya sebagai partai dakwah. sungguh ideologi dan sikap, bisa digadaikan dalam kancah politik..dengan satu tujuan “kekuasaan”.

jilbab itu adalah ciri muslimah, kewajiban. dan lebih jauh lagi merupakan pertanda ketaatan seseorang kepada perintah ALLAH SWT. it’s not just a symbol.

tetapi partai itu kemudian hari  menyarankan kepada istri2 pasangan capres – cawapres usungannya, demi menang di pilpres. sungguh nyata sikapnya untuk meraih kekuasaan dengan cara apapun.

memakai jilbab harus didasari ketaatan, kepatuhan bukan karena kepentingan sesaat.

apa artinya ideologi dalam kancah politik? rasanya tidak ada.

iklan – iklan kampanye bertebaran dimana2…ada yang bicara soal kemandirian, pro rakyat, ada yang pake jingle indomie ( yang kata effendy ghazali, dalam republika 17 Juni 2009, disebut presiden rasa mi instan ).

saling klaim terjadi antara SBY dan JK, klaim saya yang berhasil, klaim saya yang pintar dia bodoh..padahal keberhasilan dan keburukan pemerintah 2004 – 2009, merupakan tanggung jawab mereka berdua.

itulah politik semua dibolak – balik. SBY pernah berkata “agama harus ditempatkan diatas politik”..seperti benar perkataan itu, tetapi dalam pemahaman saya itu salah..menurut saya harusnya nilai – nilai agama harus diterapkan dalam kehidupan politik, agar tidak ada saling jegal, saling hina maupun arogansi.


zuuppeeerrrrrr Narsissssss !!!!!

March 17, 2009

Kalo dipikir – pikir politikus, adalah orang – orang ternarsis didunia ini. Dianugerahi dengan rasa berani yang luar biasa, atau mungkin lahir ke dunia tanpa urat malu ( I know ini terlalu sadis ‘tuk menggambarkan tingkat ke- pede- an mereka yang udah melebihi ambang batas) intinya orang – orang yang terjun ke dunia politik adalah orang – orang narsis….zuuuuuuuuupppppppppeer……Narsissssssssssssss!!!!!!!!!!!!!

Kita ambil contoh kecil aja, mulai dari para caleg yang memajang, membagi – bagikan, foto mereka dari yang ukuran 2 X 3 sampe yang ukuran 2 X 3 dalam skala meter, alias baligo dipinggir jalan, yang nyaris menutupi indahnya pemandangan kota. Mungkin bisa2 ada himbauan baru, kalo mau nyebrang jalan liat kanan kiri dulu, ada foto para caleg yang bisa membuat anda terkesima, sehingga anda lupa tengah berada dalam lalu lintas yang padat. Walaupun sampai saat ini belum ada kabar kecelakaan gara2 poster caleg.

Ada fotonya yang sambil senyum simpul, senyum dingin, senyum tiga jari, bahkan ada yang senyum miris, ga tahu kenapa tuh caleg miris banget senyumnya, apa gara2 tuh poster keujanan ma kepanasan mulu, makanya senyum miris, mirip orang masuk angin. Ada yang posenya bergaya bak petinju, ada yang hanya diam terpaku, ada yang sambil melambaikan tangan, macem2 dah. Untung ga ada yang sambil ngupil.

Macem2 sih gw liat cara para caleg ini membuat isi dari poster mereka biar semenarik mungkin. Ada yang pake baju mirip superman, ada yang telanjang dada sambil pake sarung tinju padahal dia udah tua, kena jab sekali aja, opname kali ( ini mungkin dulunya bekas petinju, Cuma ga pernah kaya chris john nampang dikoran2, mumpung jadi caleg, dia bikin poster gede berpose petinju biar orang2 liat sisa – sisa – sisa dia waktu masih jadi petinju, atau mungkin dia nganggap dunia politik mirip pertarungan tinju? ).

Eh ada juga yang numpang beken, dipajanglah disamping fotonya, megastar David Beckham, ehm kalo si beckham tau minta royalty dah. Bahkan ada lagi gw pernah liat dibekasi ada karikatur si caleg lagi salaman sama barrack obama, pake dialog lagi…kurang lebih seperti ini dialognya :

Caleg : gw dukung lo jadi presiden AS, asal lo bisa bikin nih dunia damai

Barrack obama : terimakasih gw juga dukung lo jadi caleg, jangan lupa2 ntar kalo lo kepilih maen2 ye ke white house sekalian syukuran lah, bawain tuh semur jengkol kesenengan gw hehehe…..( semur jengkol Cuma tambahan penulis aja hehehe )

Ya itulah tingkah polah para caleg, yang sebetulnya kebanyakan sih bikin kita ketawa, dan Cuma bengong pas ngliatin foto mereka, sambil dihati bertanya2, siapa ya???? Kalo diliat sebetulnya, pemasangan poster2 ini ga terlalu efektif, karena tetap saja orang2 ga kenal siapa mereka. Disebut media penyampaian visi misi juga ga efektif lagi..soalnya kebanyakan tulisan mereka seragam…pilih saya….akan membawa kesejahteraan bla…bla…bla……

Disatu sisi mereka adalah foto model kambuhan, baru muncul 5 tahun sekali. Sekalinya muncul ga tanggung2 dah, posternya aja lebih gede dari pintu.

Pun begitu senyuman dan gaya mereka tak bisa menghilangkan pertanyaan yang Tetap saja Tanya muncul, apakah orang2 yang mentas jadi caleg..benar2 berkualitas?? Benar – benar mampu membawa amanat undang2 dan rakyat? Sejauh mana mereka memahami sistem pemerintahan, sistem politik, sistem ekonomi dan sistem – sistem lainnya yang membangun sistem kenegaraan kita??

Entahlah…jawabannya ada pada rumput yang bergoyang kalo kata ebiet g. ade. Kenarsisan politikus ga sampe situ, kalo diliat iklan – iklan di tv sekarang…wah semuanya saling klaim keberhasilan Indonesia gara2 kader – kader mereka. Yang biru klaim Indonesia maju gara2 mereka, yang kuning juga klaim Indonesia damai gara2 mereka, yang putih juga klaim keberhasilan Indonesia gara2 mereka, yang hijau…yang merah…pokonya semua warna mengklaim kemajuan Indonesia gara2 kader mereka. Ini menunjukkan tingkat ego mereka yang sangat tinggi.

Menurut hemat gw sih, salah kalo mereka klaim seperti itu. Walau datang dari berbagai partai, ketika udah memegang kepercayaan dan amanat dari rakyat, warna – warni mereka mesti ditanggalkan, karena sudah bukan kepentingan pribadi atau golongan yang dikedepankan tetapi kepentingan negara, kepentingan rakyat. Kalo masih saling beda2 seperti itu..kapan majunya negara kita?

Kadang gw mikir, Ehm cape juga mikirin mereka ( para caleg dan partai politik ), udah mah ga jelas, narsis, egois lagi…yah mendingan juga jadi bronnis alias brondong narsis…asal ga najis aja hehehe


simfoni nada – nada

February 13, 2009

tangannya siap terayun, mengawali sebuah simfoni. diawali dengan petikan gitar, simfoni ini akan dihantarkan.

tajam mata gitaris, menatap conductor, menunggu ayunan tangannya, jari – jemari sang gitaris menekan lembut dawai gitar pada kunci D….seketika tangan sang conductor terayun…..jemari sang gitaris langsung memetik dawai…..dalam kunci D….DUTTTTTTT!!!! naon teh?!!!!

pernah ga lo mendengar nada – nada sumbang tanpa henti alias kentut terus2an?? gw pernah hehehe….

kejadiannya kemarin di toilet laki2….lokasi toilet itu rahasia…pokonya ada deehhhh!!!

siang menjelang sore sekitar pukul 3, kebelet pipis, buru2 ke toilet….gw jelasin dulu bahwa toilet laki2 itu terdiri dari 4 stall ( yang buat pipis berdiri, sambil meregangkan kaki ), plus 2 ruang kamar mandi….

pas masuk gw liat stall udah penuh, oleh orang2 yang kebelet pipis, ya gw juga kebelet, sempet gw mau keluar lagi karena 1 ruang kamar mandi pintunya ketutup, sempet gw mau ke ruang yang 1 lagi, cuma gw ga jadi soalnya melihat senyum2 para lelaki yang berdiri, sempet gw ga ngeh, tapi akhirnya gw tahu karena kuping gw menangkap suatu rentetan nada – nada….duttt….pess……prett…pess…prett….

hati ini tak tega untuk tertawa, tapi mulut ini tak kuasa untuk dikunci…sambil menahan tertawa, akhirnya masuk ke ruang 1 lagi..karena setela gw perhatiin, tuh pintunya aja yang ditutup, tapi ga dikunci, pintunya ga rapat, alias ga ada orang….

gw ga kuat ketawa, karena nada – nada itu terus berkumandang….teeettt…teeeoettt….preetttt.,…preettt…duttt….duttt

sampe gw akhirnya beres melaksanakan kebelet, kentut itu ga berhenti…sambil ketawa gw merasa iba sama tuh orang yang gw ga tahu siapa…..pasti tuh orang lagi kena MA ( mencret akut ) hihihi…gw jadi inget di film2 komedi, yang tentang kompetisi kentut yang dimenangkan ama anak guennndut…karena kentut dia bisa menghancurkan seisi ruangan, nah kontestan adu kentut yang lain bisa terbang kena hempasan angin kentutnya

mulut ini terus tertawa, saat aku melangkah…pergi dari toilet….nada – nada sumbang menghantar kepergianku….tettt…teoooet…teeet…teoooet..teet….teoeet….


Maryamah Karpov in chinese democracy

January 22, 2009

sebenernya itu dua nama yang berbeda. Maryamah Karpov itu novel terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi, sedangkan Chinese Democracy itu album teranyar Guns N Roses. kenapa gw kasih judul kaya gitu, soalnya dua nama ini punya satu kesamaan, yaitu aneh bin janggal.

Maryamah Karpov novel penutup yang dinanti2 penggemar Laskar Pelangi, termasuk gue sendiri.

hati berbunga2 kala menerima pinjaman novel tersebut.

keberhasilan Ikal meraih gelar master di Sorbonne mengawali alur cerita. cerita mengalir dengan kepulangan Ikal ke Belitong. lalu dilanjutkan dengan salah satu energi inti tetralogi laskar pelangi, pencarian cinta sejati.

disinilah keanehan muncul. aneh dalam makna terlalu berkhayal, bagaimana seseorang tanpa pengalaman bisa membuat sebuah perahu, sekali jadi langsung berhasil tanpa adanya kegagalan. inilah yang membuat novel ini terasa janggal, atau boleh dikata kurang terasa “nikmat” dibandingkan kisah – kisah sebelumnya.

Andrea Hirata sebagai penulis mungkin ingin menekankan bahwa when love touches you, you can do everything impossible, atau ketika cinta melekat, tahi kucing pun terasa coklat.

hanya saja, penggambaran kekuatan cinta dalam pembuatan perahu oleh seseorang yang buta akan pembuatan perahu, membuat andrea benar2 menjadi “sang pemimpi”.

kehadiran kembali Lintang, tokoh genius, pun tidak banyak membantu, dalam artian tetap saja pembaca susah dibuat percaya.

Andrea dalam hemat saya, terperangkap dalam dramatisasi cerita. mungkin lebih masuk akal kalau ikal membeli perahu dengan uang hasil kerja serabutannya lantas memodifikasi perahu supaya bisa ngebut.

kenapa mesti masuk akal?? karena itulah salah satu  nafas tetralogi laskar pelangi, ketika semua yang tidak masuk akal menjadi kenyataan, jika punya keinginan kuat, berusaha keras, dan menguasai ilmu pengetahuan. hanya saja, pembuatan perahu itu rasanya terlalu mengada – ada.

saya tidak tahu apakah itu ( pembuatan perahu ) kenyataan atau khalayan, hanya rasanya terlalu berlebihan saja.

dan satu lagi, tentang pengangkatan kapal lanun dari dasar sungai, pun seakan mengkhayal.

andrea si satu sisi,  ingin mengajak para pembaca untuk menyukai ilmu Fisika.

kisah ini ditutup dengan akhir sedih, setelah ayah Ikal tak berkenan melamar A ling untuknya.

pun begitu, novel ini masih punya kekuatan untuk membuat saya tertarik, melalui penggambaran kebudayaan masyarakat melayu, Ho Pho, Khek, Sawang, Orang Bersarung, nelayan, kaum lanun, dan juga cerita – cerita misterinya.

Chinese Democracy, setelah ditunggu bertahun – tahun oleh fans setia, akhirnya album ini dirilis juga. salah satu band rock n roll legendaris yang mengguncang dunia, Guns N Roses, membuktikan eksistensinya kembali.

hanya menyisakan Axl Rose sebagai personil asli GnR, Axl membuktikan band ini bisa bertahan. dan kehadirannya selalu ditunggu2 para fans, termasuk gw, yang sibuk cari link download ni album di blog2 hehehe….sssttt bajakan haha.

pertama yang gw dapet yaitu lagu Madagascar  dalam versi live. sempet aneh juga awal2 dengernya, cuma ini lagu lama2 “klik” juga ditelinga gw, cuma lama deh, lengkingan Axl masih jadi ciri khas.

akhirnya dapet juga the whole album,langsung gw copy ke hp bakal gw denger pake  earphone, cuma baru beberapa lagu, diantaranya chinese democracy sendiri, gw ngrasa males ngelanjutin.

semua lagu cuma sampe ga ada yang beres gw denger. A N E H, sodara2.

cuma catchers of the rye yang lumayan didenger, itupun juga ga beres.

memang belum semua lagu didenger, tapi dari beberapa lagu yang didenger, ada satu kesamaan, yaitu adanya penambahan bunyi2an seperti yang dimainkan para DJ.

aneh ga biasa buat band kaya GnR ada bunyi2an kaya gitu. GnR seakan rada tersesat dari habitatnya. warna seperti yang ditemukan pada album – album terdahulu rada samar.

sesuatu hal yang bisa dimaklumi, pertama  personil asli aja tinggal Axl Rose, dia mesti mempertahankan eksistensi band ini sendirian.

kedua, masuknya pemain2 anyar yang membuat band ini sekarang beranggotakan 9 orang personel.

mungkin inilah yang disebut revolusi dalam bermusik, revolusi yang harus terjadi untuk mempertahankan keberadaan sebuah band.

memang warna lagu2 dialbum ini masih rock, cuma mirip2 rock jaman sekarang.

yah walaupun begitu, album chinese democracy tetep gw simpen di hp, karena inilah jawaban akan sebuah kerinduan, dan bukti kecintaan Axl Rose pada GnR, dan juga bukti gw cinta banget ama band ini.


, Multiply,krisis moneter, jangan berharap pada Obama

December 31, 2008

Multiply bisa didownload lagi hehehe……..akhirnya bisa donlod lagu blues lagi. with the old fashion way, soalnya playlistnya dah muncul lagi.

kemarin cukup merupakan hari yang agak – agak buruk, why??

1. krisis keuangan yang melanda dunia tidak hanya berpengaruh pada fiskal negara tapi juga fiskal seorang Riksan. berdasarkan hasil analisis penyebabnya adalah efek rantai ( chain effect ) lebaran. kenapa? lebaran adalah saat kita berbagi kebagahiaan, dan bagi yang udah kerja, tangan2 saudara kita terulur kita kumpul keluarga, gengsi dan harga diri disatu sisi, bercampur dengan keinginan berbagai kebahagiaan. hanya kontrol yang kurang, sehingga anggaran yang sudah dibagi menurut pos masing – masing, terpaksa dihibahkan untuk anggaran bagi2 angpau.

hal ini terpaksa dilaksanakan, dengan pertimbangan gajian bulan Oktober 2008 akan menyehatkan kembali keadaan moneter. nyatanya, efek rantai yang mengikat akhirnya menyebabkan moneter hanya sedikit menggeliat, karena sehabis bagi2 angpau dompet rada seret, dan terpaksa gajian bulan Oktober 2008 hampir semua dihabiskan untuk operasional sehari2.

namun setidaknya pos cicilan utang negara kepada dealer motor tetap lancar tanpa penundaan pembayaran.

November 2008 pos tabungan kembali bisa terisi, dalam hal ini keadaan moneter sudah agak sehat mengingat 3 pos, pos cicilan, tabungan dan operasional bisa tertutupi dengan baik.

desember 2008, kembali moneter terpuruk, tanpa sebab yang jelas yang masih harus dianalisis tim ekonomi, pengeluaaran terlalu besar jadi hanya 2 pos yang bisa tertutupi pos cicilan dan operasional yang memasuki hari2 akhir tahun mulai tersendat.

minggu terakhir desember 2008, tim ekonomi menyiapkan rencana penyelamatan dengan target arisan kantor yang jumlahnya sangat menggiurkan. doa dan harap pun digelar mengingat defisit anggaran yang sedang dan akan terjadi.

namun rencana ini hancur lebur karena nama yang keluar adalah rosi.

defisit anggaran pun semakin memburuk. jangan kau taruh harapmu pada sebuah kocokan.

2. sejenak ingin melupakan tragisnya keadaan moneter, akhirnya dipilih bersepeda ria dengan menempuh jarak PP rumah – ciandam – selakaso – rumah sekitar 2 km.

nasib baik rupanya belum menghampiri karena baru setengah jalan, ban sepeda tertusuk paku, akhirnya 1 km menuntun pulang sepeda.

3. Israel kembali menyerang Gaza, 300 lebih nyawa sampai hari ini mati, termasuk ibu dan anak2 tak berdosa.

dunia hanya bisa mengutuk, seperti juga Indonesia yang hanya bisa berharap DK PBB mengecam aksi penyerangan tersebut, padahal DK PBB terbukti tak akan berbuat apa2, karena dikuasai USA yang jelas2 antek yahudi.

saya sarankan lebih baik negara kita berani mengambil resiko mengirimkan pasukan ke gaza untuk membantu palestina. jangan berharap pada arab saudi, OKI, ataupun negara2 arab yang sampai saat ini ukhuwah islamiyahnya patut dipertanyakan.

salut buat para relawan indonesia, dan orang2 yang peduli dengan menyumbang uang untuk membantu para korban dipalestina.

dan yakinlah bahwa Palestina tak akan jatuh ke tangan Yahudi.

awal pemilihan presiden USA, masyarakat kita yang sebagian besar seneng ikut2an latah, berbangga dengan terpilihnya Barrack Obama. hal ini mengingat dia pernah sekolah di Indonesia.

sikap dia terhadap konflik timur tengah pun diharapkan bisa membantu. namun harapan tinggal harapan, karena berdasarkan pidatonya saat kampanye didepan perwakilan Israel, bahwa dia akan membantu semua kepentingan Israel.

Dont put your hope on someone’s hand, do something right now. Freedom to Palestine..


caleg…kau mencuri hatiku….

December 30, 2008

jadi 5 hari libur dirumah ga ada kegiatan gara2 dompet menjerit. keinginan sih banyak tapi ketika cost lebih besar dari income, itulah yang terjadi, bengong bin luntang lantung ga jelas.

tapi ada hal  yang jadi terperhatikan ( EYD ga ya ) selama 5 hari itu.

wajah – wajah tersenyum dalam bisu, kata – kata yang berbicara….kata – kata mereka seragam “PILIHLAH SAYA, SIAP MEMBAWA AMANAT RAKYAT” gitulah kurang lebih maksud mereka. Mereka adalah  para caleg berbagai partai yang majang poster mereka disepanjang jalan. kebanyakan sih ga kenal, tapi ada juga yang tahu latar belakangnya.

macem – macem latar belakang mereka, saking macem2nya sampe kita ngeri karena tahu beberapa dari mereka latar belakangnya ancur, tukang mabok lah, preman lah dll.

ngeri gw liat demokrasi kita, ancur, orang – orang ga jelas pengen jadi wakil rakyat di DPR, lah gimana mau jadi wakil rakyat, kelakuannya aja ga bener. boro2 dah ngerti sistem birokrasi, ntar misalkan kepilih ikutan rapat – rapat mereka ngerti. kebanyakan dari mereka, cuma pengen kebagian kekuasaan seperti yang kita lihat di banyak media hari ini. jadi wakil rakyat punya kekuasaan yang jujur aja pemerintah agak “minder” liat wakil – wakil rakyat itu, yang akhirnya kekuasaan itu disalahgunakan. apa latar belakangnya?? cuma satu D U I T.

sistem penyaringan caleg yang ga jelas bukan cuma milik partai baru tapi juga partai lama. partai baru karena ada ketentuan harus punya caleg diberbagai daerah sekian persen, kalang kabut, massa belum punya tapi mesti punya caleg, kalo ga partai mereka bisa WO. sampe2 seorang pemilik perusahaan di salah satu kota besar, mewajibkan seluruh karyawannya ngisi formulir ikutan caleg, semua karyawan wajib mau ga mau mesti ikut.

duh….gimana mau bener, gimana negara ini kalo orang2 ga jelas yang naik, model artis, bukang menghina, apa sih yang bisa mereka perbuat, apakah mereka paham sistem tata negara kita.

oke beberapa artis itu sarjana, tapi cukupkah seorang sarjana jadi wakil rakyat? punya rasa prihatin liat kondisi masyarakat cukupkah itu??

kaya syaiful jamil, walau dalam kasusnya dia mencalonkan diri jadi wakil walikota, alah jawabannya aja ga cerdas, ntar katanya rakyat mau diajak nyanyi aja….hah?????? lo kira segampang itu??

FYI ( For Your Information ) wakil – wakil yang udah jadi sekarang aja banyak yang ga jelas, apalagi 2009.

ngeri…ngeri…ngeri….liat pemilu 2009, hasil dari itu mungkin sudah bisa diprediksi, indonesia sedikit bangun atau lebih terpuruk.

mungkin sedikit gw mau telusur latar belakang mereka ikutan pemilu :

1. DUIT itu sudah pasti

2. Pengen Kekuaasaan

3. Mengamankan posisi dan golongan mereka, contoh yang asalnya preman bisa makin leluasa, karena posisinya di DPR/DPRD.

4. Ikutan keren, soalnya wajah mereka dipajang dijalan2.

5. Kebanyakan duit, ga tahu mau diapain.

6. Iseng2 aja

7. Cari KERJAAN, karena caleg sekarang bukan pengabdian tapi profesi.

dari hasil melihat semua poster itu, gw jadi :

1. bingung, siapa mereka ga kenal

2. ngeri, karena sebagian dari mereka kelakuannya bejat.

3. pesimis, nih negara tambah bener.

4. Demokrasi indonesia akan gagal pada 2009, karena orang2 yang tidak punya kompetensi ikut pemilu.

5. Anggaran negara dipake gaji mereka yang ga jelas mau ngapain di DPR/DPRD.

6. Berdoa banyak, supaya yang kepilih yang bener2 baik dan benar.

7. KOTOR, POSTER2 LO NGOTORIN PEMANDANGAN GW, BAIKNYA TURUNIN SEBELUM LO NGOTORIN NEGARA GW.


Bisnis Motivasi

December 12, 2008

pernah liat kan kaya acara – acara pemberi motivasi di tv, kaya di metro tv dengan Golden Ways, dan banyak lagi, terakhir gw liat di Telkomvision 2.

kalau dibanding – bandingkan sebetulnya apa yang diberikan, diomongkan kepada audiens sama, ya walaupun beda dikit tapi miripnya banyak siapapun yang jadi penceramahnya. hidup ini mesti sistematis, tahap per tahap, dll lah, hidup mesti terprogram dengan baik, betul sih.

terus terang gw jadi pengen komentar apakah ini tanda – tanda manusia udah kehilangan motivasi, sehingga perlu ikut dalam program – program pemberi motivasi ini?

apapun jawabannya, ya pasti nyerempet – nyerempet kesitulah, cuma yang pasti gw pengen menyorot dari segi bisnisnya.

bisnis? ya menurut gw inilah bisnis yang memanfaatkan lunturnya semangat seseorang. dan menurut gw ini bisnis yang lumayan.

gimana ga lumayan? kalo dari beberapa kali liat di tv, itu acara seringnya diadakan di restoran, atau ballroom hotel mewah. belum yang datengnya, minimal dari perusahaan – perusahaan gede, yang minimal manajernya yang pada dateng.

Duit gede pastinya mesti dibayar tiap peserta.

sebetulnya kaya ESQ, terus terang ini berdasarkan pengalaman dari beberapa orang karena gw belum pernah ikutan, materi ESQ itu sama kaya yang sering diberikan oleh para Ustad di pengajian2. pokonya ga aneh deh.

cuma satu keunggulannya metode pemberian materi yang didukung video audio, pengemasannya yang bikin itu “terasa” beda. padahal sama aja. dan itu juga yang bikin dipatok dengan harga tertentu, karena juga biasanya diadakan di hotel2.

coba bandingkan dengan para ustad yang sering ngasih motivasi kita dengan nilai – nilai agama, belum tentu semuanya dibayar gede, dan kebanyakan tidak mematok harga, mau dikasih syukur, engga juga ga apa2. ga usah ngomongin para ustad yang sering tampil di tv, coba liat ustad – ustad yang kita temui dalam kehidupan sehari – hari.

ada hal yang menarik ketika kebanyakan pangsa pasar acara – acara motivasi ini adalah para karyawan, manajer, pemilik perusahaan – perusahaan. padahal coba dikasih motivasi orang – orang yang sekarang lagi “struggle” dari bawah, kehidupannya belum mapan, gw rasa agak tidak mungkin, kenapa duit alasannya, kalo dari perusahaan – perusahaan kan udah pasti untung gede.

sebetulnya pun, masih menurut pengalaman beberapa orang, apa yang diberikan kaya strategi kerja dll, ga aneh2 amat, biasa, cuma istilah yang dipake yang keliatan serasa keren, kaya ada istilah “battlefield”  . padahal kalo diliat penjelasannya yaitu sasaran yang mau dituju , ah ga aneh kan.

yang menarik justru inilah bisnis yang menggiurkan, membidik kalangan pengusaha, ketatnya persaingan usaha, membuat kalangan pengusaha bingung, dan tak jarang luntur semangat. makanya dicarilah program motivasi kaya gini, padahal kalo dilihat tuntunan agama, sebenarnya sudah sangat sangat sangat cukup memberi seseorang motivasi dalam hidup.

mungkin tak jarang yang berhasil dengn program seperti ini, tapi mungkin juga tak jarang orang yang telah dikasih program kaya gini, merasa biasa2 aja, ga ada peningkatan, karena materi2 yang diberikan sebetulnya ga aneh.

terus terang kalo diliat materi – materi seperti ini bikin hidup kaya lebih mudah, kalo ada tantangan kaya gini solusinya, padahal belum tentu semua yang memberi materi itu pernah ngalamin permasalahan kaya gitu, cuma pintarnya mereka mengolah kata itulah yang memikat orang.

ini cuma ulasan, mau disebut kritikan boleh lah……

yang jelas bwt orang – orang yang merasa semangat udah mulai luntur, kembali kepada tuntunan agama adalah yang paling baik


Reality show…buka aib?!!!!

November 28, 2008

termehek2, playboy kabel, orang ketiga, mata2….dan banyak lagi reality show yang menghiasi layar kaca tiap hari.

gw pengen bahas dari sisi positifnya dulu.

ya dengan adanya acara2 semacam itu, pihak pelapor bisa mengetahui bahwa selama ini pihak lain yang memiliki hubungan dengan dia, punya perilaku yang jelek, itikadnya buruk terhadap pihak pelapor.. singkat kata it’s revealing the truth.

cuma dibalik itu, menurut gw banyak sisi negatif. membuka aib. ketika si pelapor punya suatu kasus, dan pihak tertuduh terbuka rahasianya, minimal efek yang paling terasa, hidup si tertuduh hancur seketika. memang terlalu sadis kalo dibilang hancur, minimal dia akan menjalani hidup dalam perasaan malu. karena TV disiarkan ke seluruh Republik, semua orang di Indonesia seakan ikut menghakimi dia, boroknya ketahuan, belum lagi malu….apakah setimpal dengan kesalahannya?

setimpal atau tidak, itu memang kasat mata, tidak ada timbangan yang bisa mengukur seimbang tidaknya suatu kesalahan dengan ganjaran, hanya timbangan Allah SWT yang paling paling adil dalam menentukan itu.

Terbukanya aib ini, sebetulnya bukan hanya keuntungan bagi si pelapor, tetapi juga kerugian bagi dirinya. jadi sebetulnya 2 pihak dirugikan. memang sifatnya kasuistis bagi si pelapor dalam hal ini, seperti dalam salah satu episode suatu acara pelapor adalah wanita yang hamil minta pertanggungjawaban lelaki menghamilinya. tetapi dari situ masyarakat akan tahu bahwa dia pernah berbuat salah, “berhubungan di luar nikah”. memang kita semua pernah berbuat salah, tapi kita semua tentunya tidak ingin semua orang tahu kesalahan kita.

dari situ ada efek lagi, apa? kita bukanlah makhluk yang individual, pun tiba2 ada di bumi ini. kita mempunyai keluarga. si tertuduh, gw yakin, keluarganya pun akan ikut2an malu. kalo masih dalam lingkup RT atau RW sih mungkin masih bisa ditahan, tapi se – indonesia menyaksikan pada prime time…..ih malu nya juga berjuta2 ton kali…..besoknya pasti jadi omongan tetangga, dan lagi orangtua si tertuduh mungkin ga tahu apa2, tapi tiba2 dalam jangka waktu setengah jam, hidup mereka tak akan sama lagi. karena minimal tetangganya tahu anak mereka itu jelek kelakuannya.

gw ga tahu, apakah produser2 acara2 reality show itu pernah mikir, efek berantai dari acara yang dibuatnya???

yang paling harus digarisbawahi adalah efek yang mesti tiba2 ditanggung oleh keluarga si tertuduh.

mungkin mereka ga pernah mikir, karena gw pernah baca dikoran, seorang produser bilang bahwa apapun yang terjadi setelah acara itu bukan tanggung jawab mereka. dan yang lebih ditegaskannya adalah acara tersebut menghibur, ratingnya bagus….

gw pernah dapet info bahwa salah satu acara seperti itu, pernah bikin sandiwara. jadi si pelapor maupun tertuduh itu dibayar. dari situ jelas bahwa cuma hiburan yang dipikirkan mereka. bagaimana acaranya ratingnya bagus dan banyak iklan..ITU SAJA.

gw yakin tanda semakin turunnya nilai kepantasan, kesopanan, menghargai privasi orang lain, kita sudah dan sedang mengalami money – minded age. jadi segala sesuatunya uang yang berbicara.

lo mau malu, mau hancur hidup lo gara2 acara gw, itu urusan lo….yang penting acara gw ratingnya bagus. mungkin itu pikiran mereka.

yang gw paling sesalkan adalah beban yang harus dipikul keluarga pelapor maupun tertuduh. memangnya keluarga pelapor adem ayem aja?? coba kasusnya kaya yang tadi nghamilin, ya keluarga pelapor pasti malu lah. seharusnya itu hanya diketahui keluarga pelapor dan tertuduh, eh se – indonesia tahu.

memang dibalik itu ada hikmah bahwa hidup mesti selalu dijalan yang lurus.

tapi hikmah itu diragukan menjadi dorongan para pembuat acara, yang paling gw yakin mereka pikir bikin acara yang sukses, rating tinggi, duit banyak.

bagi para orang mau kasusnya diangkat ke tv lewat acara2 itu, gw saranin, pikir2 mateng dulu deh, kasus lo bakal bikin malu hidup lo ma orang yang nyakitin lo, dan bikin malu keluarga kalian berdua ga??, jangan sampe gara2 satu kasus diungkap, semua orang yang kenal kalian ikut menanggung beban, tanpa tahu apa2.

mungkin mesti ada kali ya, reality show yang mengungkap kehidupan orang yang aib nya dibuka lewat acara2 itu.