sssttt……aaaaauwwww!!!

wajah bapak itu tegang, mulutnya tertutup….bergetar menahan sakit…..matanya tajam menatapku…

selasa, 9 September 2008, sekitar pukul 11.30 WIB

berdiri didepan pintu masuk mesjid, memicingkan mata kanan melihat dari balik lensa kamera, apa yang sedang terjadi. masjid itu memang sempit, dalamnya memang agak luas, hanya saja posisi rumah itu didempet rumah hampir dari segala arah. hanya bagian barat saja yang tidak, karena berhadapan dengan jalan gang.

ruangan penuh sesak oleh ibu2 majlis taklim yang menunggu rombongan ibu2 PKK, pendek kata acara pun dimulai….untuk mengambil gambar dari sebelah utara susah, karena ibu – ibu yang duduk disitu buat kita harus berjinjit melewati mereka untuk mengabadikan momen, untuk mengambil gambar dalam posisi diam saja sulit.

akhirnya bapa2 yang ada disitu, rupanya DKM setempat, memberi tahu bahwa ada jalan memutar kesamping, sehingga nanti kita bisa mengambil gambar dari bagian timur, si pejabat yang akan diambil gambarnya pun menghadap ke kita.

oke deh, dilaksanakan sesuai saran mereka, dan benar saja, cukup leluasa untuk mengambil gambar, karena ada disitu ada pintu masuk yang besar dan ada 2 anak tangga, untuk masuk ke mesjid melalui pintu itu, karena mesjid itu lebih tinggi posisinya.jadi aku bisa diam dianak tangga agar posisiku sejajar dengan objek…

11.34 WIB…

Pejabat yang ditunggu2 mulai memberikan sambutannya, aku berdiri mematung, memegang kamera, mengambil gambar…cukup, pikirku…karena sudah beberapa kali kurekam isi sambutannya…kesana ah…ke jalan gang……

11:35:01 WIB

lambat laun aku mundur, kakiku menjejak pada anak tangga yang pertama…perlahan kuturunkan kaki kananku ketanah…tiba – tiba aku merasakan menginjak sesuatu, diiringi desisan aaauwwww, aku terdiam….

lama ku terdiam, aku berpikir, aku merasakan menginjak sesuatu dan ini bukan sendal yang banyak berserakan disitu, dan sepertinya aku mendengar suara yang lemah…..aaaaauuuuuwww, tapi jangan2 aku yang mengeluarkan suara itu……diam ku berpikir, banyak tanya dikepalaku…..posisi ku diam….akhirnya ku putuskan untuk menengok ke belakang…pelan…pelan……..

DUUUUUUUUUUEEEEEEEEEEEEEEENNNNNNNNNNNNNNGGGGGGGGGGGG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

wajah tegang, mata melotot tajam ke arahku…..

kulihat seksama kakiku yang ternyata mendarat diatas kaki kanannya……

“aduh bapa punten, teu kahaja, abdi teu terang ( bapa mohon maaf, ga sengaja, saya ga tahu )”

“wios…wios…teu kunanaon (udah ga apa2)”sahutnya sambil menepuk pundakku, wajahnya tegar ketika dia mengucapkan itu, walau aku tahu dibalik itu sejuta rasa nyeri hinggap dikakinya……namun  wajahmu tegar pak…sambil berkali aku meminta maaf, kau tetap bilang sudah tak apa2, dan ketika ku injak kau hanya bergumam pelan aaaauuuwww, tak sedikitpun kau mencolekku bilang kakimu angkat….bodoh!!!! aku pun yakin kau punya kaki yang kuat……

11.45 WIB…..

selesai mengambil gambar kembali, aku pergi kesamping masjid…dan disanalah bapak itu berada duduk dikursinya…kakinya yang terinjak diangkat…sambil dipijit2…..keyakinanku akan kekuatan kakimu runtuh sudah..karena terbukti bapak kesakitan…..

11.47 WIB…..

“Abu…bapa2 dah difoto belum??” tanyaku pada rekanku

“belum” jawabnya

“cepetan foto…apalagi bapak yang itu soalnya tadi keinjek…..biar senyum lagi”……..

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s