pria gerimis

Mata terpejam….ketika ku terduduk diam dalam mobilku. jalanan sudah sepi…basah oleh hujan rintik2…..hanya suara radio yang menemaniku…..agak tidak jelas karena frekuensi yang buruk, lamat – lamat kunikmati lagu “goodbye” airsupply……

masih terpejam……beberapa detik berlalu…..aku terkejut….sosok manusia tinggi….berjalan disamping mobilku….bajunya warna hijau pudar….celana hitam…..lambat sekali dia berjalan….sapu tangan warna biru tua menutupi kepalanya….hujan masih rintik2…..

sekilas kulihat pandangannya kosong….tiap langkahnya seakan sarat dengan beban. pun seakan perjalanannya menembus tirai hujan, tanpa tujuan….atau pula dia sudah tahu nasib naas apa yang menunggunya diujung jalan….setiap langkahnya bermakna pasrah……seakan diakhir langkahnya sebuah pedang akan memancung kepalanya, tapi dia tetap menghampiri mata pedang pencabut nyawanya, seolah dia berkata ” ini sudah nasibku, tak perlu disesali, aku terima “……

lambat langkahnya, membawa dia ke tengah jalan…….Mau apa orang itu?? pikirku….apakah dia sengaja ingin bunuh diri? jalanan memang telah sunyi, tapi sesekali motor atau mobil dari arah depan dan belakang dia melaju kencang….tapi pria itu nampak tidak gentar…..lambat langkahnya bukan berarti keraguan…tapi kepastian sikap yang dia ambil…..apapun takdirnya, dia siap…..

ataukah dia mabuk??sehingga dia tidak peduli bahaya yang mengintainya….

tanpa alas kaki….tanpa sepatu atau sandal dia berjalan….basah aspal jalan….dia resapi pada setiap langkahnya….ataukah dia ingin merasakan sejuknya air hujan sebelum maut menjemputnya….ataukah dia tak beralas kaki untuk melepas segala ikatan duniawi, merasakan kembali sejuknya rintik hujan……mungkin telah lama dia terbelenggu hiruk pikuk kehidupan, sehingga dia lupa persahabatannya dengan alam…ataukah dia ingin melepas sebuah simbol keduniawian sebelum menjemput takdirnya…

gelapnya malam sembunyikan dia sejenak, sebelum remang cahaya menuntun kembali arah langkahnya….

kemana kau akan pergi??

mobilku melaju melewatinya, pandangannya masih kosong, langkahnya masih sarat beban…menjemput sebuah takdir……

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

4 thoughts on “pria gerimis”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s