tentang facebook, status update

…..dalam renungan….. bagi yang baca tulisan ini bukan buat melarang, jangan salah arti ini hanya renungan saya saja…

virus Facebook rupanya sudah mendarah dalam tubuh saya, sehingga dimanapun kapanpun, selalu membuka FB, baik di kantor, atau dirumah melalui Handphone. keunggulan facebook dengan berbagai macam itemnya, baik dari games, chat, status update daripada situs sosial lainnya yang sudah saya punya akun nya seperti friendster. tiap hari buka facebook, maen gim, ngupdate status, ampe cuma liat2 aja status orang.

tentang status update itu pula yang bikin saya merenung. box yang disediakan untuk diisi tentang hal yang sedang kita lakukan, atau menulis perasaan kita lagi gimana, sampe yang marah – marah, sampe yang ngedo’a pun pindah ke status FB. sampe satu saat, saya keranjingan ngupdate status, tiap 10 menit bisa ganti. sampe temen2 saya bilang ” lo eksis banget’. padahal di status itu tidak selalu penting untuk diketahui. bahkan kadang2 kalo memang sedang emosi, saya tulis kemarahan dalam status itu. pulsa telepon pun ga terasa boros, habis isi lagi yang penting bisa ngupdate status.

akhirnya saya merenung, apa yang ingin saya cari dari hasil ngupdate status? apakah hanya sekedar berbagi, apakah hanya sekedar mengajak temen2 saya di FB bercanda bila status saya bernada bercanda, apakah ingin diperhatikan orang banyak dengan banyaknya komentar2,apakah memang lagi keranjingan saja. yang pasti, perenungan itu membuat saya stop sejenak mengupdate status, bahkan sampe sekarang agak malas mengupdate status. tanpa terasa, dengan perenungan itu saya menyadari bahwa FB menguak sisi manusia kita, yaitu ingin diperhatikan.

tak jarang ketika saya marah karena pekerjaan, distatus saya berisi kemarahan, tetapi kemudian saya berpikir, jika saja orang yang membuat saya marah, kemudian membaca status saya yang sudah dikomentari, mungkin orang itu akan merasa dikutuk banyak orang yang mengomentari status saya, walaupun komentar2 yang masuk tidak lebih dari “sabar” ataupun malah berisi candaan.

bahkan saya tak berniat mengupdate status saya dengan do’a. kenapa? karena apa tujuannya sedangkan do’a adalah permohonan kita kepada yang Maha Kuasa, bahkan bisa diartikan dengan bahasa sekarang, curhat pribadi kita dengan Tuhan.

bila saya menulisnya distatus saya, apa tujuannya? apakah ingin di-amin-kan banyak orang, ataukah memang hanya memanjatkan doa kepada Allah SWT, karena dimanapun dan kapanpun jangan sekalipun putus komunikasi dengan Tuhan, atau biar orang tahu isi do’a kita apa. tetapi kala mengupdate status dengan do’a maka komentar2 yang masuk tak bisa dihalangi.ada yang meng-amin-kan, ada yang menyemangati, ada yang bertanya kenapa doa nya seperti itu, ada juga yang malah mengomentari dengan candaan.

pada akhirnya saya berkesimpulan bahwa do’a yang ditulis bisa jadi bias karena komentar – komentar yang masuk. makanya saya tidak pernah berniat mengupdate status dengan do’a, karena selain saya rasa bukan pada tempatnya, dan semuanya bisa menjadi bias, berbelok arah dengan komentar – komentar yang masuk.

status update, ga terasa menggerus pagar – pagar privasi seseorang, dan siapa yang mendobrak pagar2 itu, tidak lain adalah diri kita sendiri. padahal ketika saya pikir – pikir, apa perlunya semua orang tahu apa yang saya lakukan, apa yang saya rasakan. saya sering melihat selebritis di tv, yang ingin privasinya terjaga, tapi hari ini FB membuat saya seakan meniadakan privasi tersebut, dengan sering menulis distatus. memang saya bukan selebritis.

sekali lagi saya mikir, apa yang saya cari. terkadang saya merasa sisi mencari perhatian itu lebih besar, karena dengan banyaknya komentar yang masuk, merasa senang. walau keranjingan, untung saya belum pernah nulis “lagi mandi ato lagi jongkok di wc” kalo seperti itu, keranjingan saya sudah akut. akhirnya saya tak terlalu sering, mengupdate status, ditambah dengan satu pengalaman, maksud hati ingin bercanda, tetapi status saya malah membuat teman saya marah karena tersinggung.

tapi kembali lagi ini hanyalah pemikiran saya, dan bukan untuk melarang2…dan FB adalah tempat publik, bebas, sebebas – bebasnya?

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s