10 Kiper Terbaik Indonesia

Indonesia punya banyak pemain sepakbola berbakat. nih pengen bikin peringkat kiper terbaik yang pernah jadi penjaga gawang kesebelasan Indonesia,
1. Maulwi Saelan

Maulwi Saelan (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Agustus 1928; umur 81 tahun) adalah salah satu pemain sepakbola legendaris, bermain di Olimpiade 1956 dan juga pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia juga pernah menjadi salah satu ajudan pribadi presiden Soekarno. Selain itu ia dikenal juga sebagai pendiri Taman Siswa Makassar.

2. Ronny Paslah

Ronny Pasla (Medan, 15 April 1947 adalah mantan kiper Indonesia yang berkiprah sekitar tahun 1960’an – awal 1970. Ejaan namanya sering juga ditulis sebagai Ronny Paslah.punya julukan Macan Tutul.

Prestasi Tim Nasional Indonesia

* Timnas Indonesia, Juara Piala Agakhan di Bangladesh, 1967
* Timnas Indonesia, Juara Merdeka Games, 1967
* Timnas Indonesia, Peringkat III Saigon Cup, 1970
* Timnas Indonesia, Juara Pesta Sukan Singapura, 1972

3.Yudo Hadianto

Yudo Hadianto (lahir di Solo, Jawa Tengah, 19 September 1941; umur 68 tahun) adalah salah satu pemain sepak bola legendaris Indonesia era 1960-an dan 1970-an. Pada masanya ia sempat diakui sebagi kiper terbaik Asia. Selain itu ia pernah kuliah di Fakultas Ekonomi UI periode 1960-1963 tetapi tidak selesai.

Tim Nasional (1961-1976)

* Juara Merdeka Games 1962, 1969, 1974 di Kuala Lumpur, Malaysia
* Juara King’s Cup 1968 di Bangkok, Thailand
* Juara Aga Khan Cup 1970 di Bangladesh

4.Hermansyah

courtesy of Hermansyah

Mantan Kiper Tim Nasional era 90 -an, membela klub Mastrans Bandung Raya, dan ikut memberikan gelar juara Liga Dunhill bagi klubnya. dikenal sebagai kiper tangguh, dan spesialis pemblok penalti. Soal urusan penalti, Hermansyah di timnas sempat dilatih oleh pelatih kiper Brazil, Barbatana.

Berikut catatan karir seorang Hermansyah :

Tim Nasional :
– Diklat Salatiga Th 1979-1982.
– PSSI Junior 1982;
– PSSI Garuda 1982 – 1985 ( Runner Up Kings Cup Bangkok)
– PSSI PPD Juara Sub Grup 3 A. Selangkah lagi Mewakili Asia Kejuaraan Dunia Di Mexico ( Wakilnya Korsel)
– PSSI Rajawali 1986. PSSI A 1987 ( TC Brasil 1 Bulan)
– PSSI Merdeka Games 1988- 1989.

Club :
– Pelita Jaya ( 1988-1990 Juara Galatama)
– Bandung Raya ( 1993- 1996 Juara Liga 1 dan Runner Up Liga Ke II ) – – Persikabo 1997
– Persikota 1998-20009 ( Pemain . Pelatih Keeper 2000-2004)

Coaching career :

– Pelatih Keeper Persija (2005-2006)
– Pelatih keeper Persebaya (2008)
– Pelatih Keeper Persidafon (2009-2010)
– Pelatih Keeper Persema (2010 Sampai Sekarang )
– Pelatih Keeper Nasional Asean Games 2003. ( Tc Di Antalya Turky 1 Bulan )
– Pelatih Keeper Olympik- U-23 )

5.Kurnia Sandy

Penerus Hermansyah di tim nasional. didikan PSSI Primavera, Kurnia Sandy juga pernah bergabung setahun dengan tim italia, Sampdoria, walau tak sempat bermain. pulang ke Indonesia, Kurnia Sandy memperkuat Pelita Jaya, Persik Kediri, Arema Malang, Persebaya Surabaya. seperti Hermansyah, Kurnia Sandy dikenal sebagai kiper yang memiliki kemampuan dan skill di atas rata – rata.

6. Listianto Raharjo

salah satu nama yang sempat menjaga gawang Tim Nasional adalah Listianto Raharjo, tangguh dan cekatan dalam menjaga gawang adalah nilai plusnya.

7.Hendro Kartiko

penjaga gawang tim nasional pasca era Kurnia Sandy. karirnya dimulai dari Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan kini membela Sriwijaya FC. menyabet gelar kiper terbaik pada Piala Asia 2000, dan dijuluki “Indonesian Fabien Barthez”.

8.Jendri Pitoy

pasca era Hendro Kartiko, Jendri Pitoy sempat mengisi posisi penjaga gawang tim nasional, penjaga gawang Persipura Jayapura ini juga dikenal pandai membaca arah bola dan tangguh.

9.Markus Horison

namanya mencuat kala membela PSMS Medan, Kiper yang kini bermain untuk Arema Malang ini, dikenal tangguh dalam bola – bola atas. salah satu penampilannya yang terbaik adalah ketika Piala Asia 2007 di Jakarta, walau akhirnya Indonesia kalah 0-1, penampilannya mengundang decak kagum, sampai saat ini Markus Horison, yang sekarang telah menjadi muslim, dan merubah nama menjadi Markus Haris Maulana, menjadi pilihan utama di tim nasional senior.

10.Sumardi

Last but not Least, Sumardi layak diberi gelar salah satu kiper terbaik Indonesia, memperkuat Tim Nasional era 90-an, Sumardi dikenal dengan kesetiaannya membela klub PKT, tahun lalu Sumardi sempat memperkuat Deltras Sidoarjo, dan tahun ini kembali ke PKT yang berubah menjadi Bontang FC. sulit dibobol lawan, ciri khasnya adalah rambut kuncirnya.

yup itulah daftar kiper terbaik dalam pengamatan saya, kalo masih ada yang lain silahkan ditambah. ^^

About these ads

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

111 thoughts on “10 Kiper Terbaik Indonesia”

  1. Ferry R Sulu (FR 12) adalah yang terbaik saat ini. Buktinya: dalam 3 tahun dia memperoleh 4 gelar (1 juara ISL, 3 juara Piala Indonesia). Dalam 3 tahun, telah berkali-kali menggagalkan tendangan finalti lawan. Coba profilnya juga diupload.

  2. menurut saya kiper terhebat saat ini dan akan menjadi calon legenda adalah kurnia mega.kiper dari arema malang yang jago menepis bola bola mematikan thx…..

  3. kurnia meiga masih punya waktu untuk berkembang tapi sudah punya modal bagus, kualitasnya sudah terlihat….kalo donovan saya belum melihat aksinya secara langsung….menurut saya donovan masih harus membuktikan dahulu kualitasnya…..

  4. menurut saya di tahun 2010 ini di indonesia mempunyai beberapa stok kiper yang layak masuk kiper terbaik yaitu FAUZAL MUBARAQ,KURNIA MEGA,DENY MARCEL, N CHOIRUL KHUDA.

  5. Dari beberapa Literatur dan dokumentasi yang ada…

    Kiper Legendaris NO.1 di Indonesia sepertinya Jatuh Pada “PONIRIN MEKA”..

    Prestasi dan kesetiaannya terhadap klub dan teamnas membuat kita Bangga dan Haru”
    serta kasi-aksi heroiknya di kancah sepakbola internasional telah mengharumkan sepakbola Indonesia..

    salah satu sumber dari Bola :
    http://www.bolanews.com/kolom/weshley-hutagalung/8310-Indonesia-dan-Legenda-Dunia.html

    http://regional.kompas.com/read/2009/12/11/08112496/Indonesia.1986.87..Saat.Merah.Putih.Berkibar

    http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/12/indonesia-di-asian-games-1982-dan-1986.html

  6. terimakasih comment dan infonya…untuk ponirin meka sendiri sudah saya buat profil terpisah di blog saya. Sayang sangat sulit sekali mencari materi berupa foto dan video dokumentasi sepakbola Indonesia era 80an

  7. kurnia meiga beberapa kali saya liat dia jago memblok bola mati,, termasuk penalty,,
    refleksnya juga oke,, pantas membawa arema juara taun lalu,,
    sayang ga masuk 10 besar disini ya? hihi

    tapi jagoan saya tetap kipernya tim kesayangan yg sekarang,,
    M. Haris Maulana! walaupun dibanding waktu masih di medan,, markus agak kurang maksimal,, beberapa kali blunder,, hihi tapi tetep deh yg penting dari persib ;)

  8. Ferry Rutin SUlu ga masuk tuh,,,dia kan Hebat,,,azzz R.Maladi, dan Ponirin Meka jg ga masuk,,gi mana sih mas,,,kalo ga tambah 3 lg,,jadi 13 pemain terbaik Indonesia,,,hohoho,,,Kurnia jg masukin,,,Fauzan Mubaroq jg,,,kalo ga jadi 15 pemain terbaik indonesia sajjah mas,,,,hehehe :D

  9. @palembangan : Ponirin Meka sudah saya buatkan profilnya secara terpisah bersama profil Raden Maladi. Ferry Rotinsulu memang kiper bagus dengan catatan prestasi, fauzan mubaroq juga kiper berbakat yang sama2 di sriwijaya FC. Kurnia Meiga juga masih muda dan sudah jadi juara, mereka saya anggap kiper – kiper bagus juga mas. hanya dalam posting ini saya bawa 10- dulu saja, nanti saya tambah lagi

  10. masih ada yang kurang… kok I Gusti Putu Yasa nggak dimasukin? Kiper ini hebat banget, baik di klub maupun timnas lho..

  11. klo kta gw sih mendingan indonesia skrg naturalisasi kiper keturunan belanda
    yg namanya donovan partosoebroto pasti keren

  12. kurnia meiga emg bagus.. posturnya juga tinggi. cuman kadang terlihat licik dan emosinya meledak-ledak.. justru membayakan jala gawangnya sendiri. wkwkwkwk
    apa faktor anak muda ya…

  13. @ ramadhan : main di olimpiade 1956..setidaknya itu sudah cukup bagi saya memasukkannya dalam daftar 10 kiper terbaik versi saya…bahkan dalam sebuah wawancara TV untuk menghadapi uni sovyet di olimpiade maulwi saelan berlatih dengan menampar – nampar batang pohon..soalnya waktu itu kiper belum pake sarung tangan dan tendangan2 pemain uni sovyet dikenal keras dan kencang

  14. TOLONG LEBIH DIAMATI LAGI

    KITA MASIH ADA FERRY RUTINSULU
    KITA BISA BANDINGKAN ANTARA MARKUS DENGAN FERRY
    ATAU BUAT PERBADINGAN STATISTIK DULU

    MARKUS MENANG TINGGI SAJA, SERTA BOLA2 LAMBUNG
    SEDANGKAN FERRY BISA MEMBLOK BOLA2 MATI TERMSUK PINALTI

  15. ferry rotinsulu memang punya refleks yang bagus dan konsisten..ini adalah daftar penilaian saya silahkan kalau kawan2 punya penilaian lain, salah satu barometernya adalah mereka semua pernah jadi kiper timnas untuk periode yang lama. Listyanto Raharjo dan Sumardi adalah pengecualian saya pilih karena mereka konsisten, dan mereka adalah penjaga gawang top pada masa 90-2000.

  16. Mas Tambahan Biodata Saya, Diklat Salatiga Th 1979-1982. PSSI Junior 1982, PSSI Garuda 1982 – 1985 ( Runner Up Kings Cup Bangkok) PSSI PPD Juara Sub Grup 3 A. Selangkah lagi Mewakili Asia Kejuaraan Dunia Di Meksico ( Wakilnya Korsel) PSSI Rajawali 1986. PSSI A 1987 ( TC Brasil 1 Bulan) PSSI Merdeka Games 1988- 1989. Club : Pelita Jaya ( 1988-1990 Juara Galatama) Bandung Raya ( 1993- 1996 Juara Liga 1 dan Runner Up Liga Ke II ) Persikabo 1997. Persikota 1998-20009 ( Pemain . Pelatih Keeper 2000-2004) Pelatih Keeper Persija (2005-2006) Pelatih keeper Persebaya (2008) Pelatih Keeper Persidafon (2009-2010) Pelatih Keeper Persema (2010 Sampai Sekarang ) Pelatih Keeper Nasional Asean Games 2003. ( Tc Di Antalya Turky 1 Bulan ) Pelatih Keeper Olympik- U-23 )

  17. kurnia meiga, ferry memang bagus….tapi posting ini dibuat saat markus sedang dipuncak….ferry cadangan markus…dan meiga belum terangkat seperti sekarang

  18. Top, Markus is the best!!!
    Satu2nya kiper Indonesia yang pernah masuk nominasi pemain terbaik Asia.
    Kalw soal Blunder, semua kiper pernah buat blunder. VAN DER SAR, buffon, De Gea, dll…
    Ferry R, bagus, maen Rapih, tapi juga rapuh alias rentan cedera. Merugikan kalw di turnamen level tinggi, karena harus ganti pemain karena cedera bukan karena strategi…

    1. ini kan seperti diakhir tulisan..menurut pendapat saya mas…tentunya berbeda dengan pendapat mas…saya minta dong profil dari nama2 yang mas sebutin…kalo memungkinkan saya upload..jujur saya belum mengenal nama2 tersebut dan ingin tahu lebih jauh

      1. Kalau anda lihat di catatan FIFA, hanya Endang Tirtana yang tercantum di sana karena dia satu-satunya kiper Indonesia yang pernah berlaga di Kejuaraan Dunia FIFA sekalipun hanya Junior.

  19. Poerwono

    Dunia sepak bola Indonesia mencatat namanya sebagai salah satu kiper nasional terbaik. Itu pada 1970-an. Tapi keharuman itu kini tinggal kenangan. Poerwono tak lagi merumput di lapangan bola, juga tak berurusan dengan si kulit bundar. Dia pulang ke kampungnya, Mojokerto, Jawa Timur, hanya untuk menghabiskan sisa umurnya di sawah.

    Sang kiper legendaris yang pernah menjadi pemain Niac Mitra di Surabaya itu kini petani tulen. Sawah dan kebun milik Poerwono tersebar di beberapa tempat. Yang terluas berada di Desa Pacet, yang jaraknya tak jauh dari tempat tinggalnya. Tak mengherankan bila bapak tiga anak ini sangat fasih berbicara seputar dunia pertanian, dari naik-turunnya harga padi sampai waktunya musim tanam.

    “Sawah saya sekarang lagi menjelang panen padi. Setelah ini akan saya ganti dengan bawah merah,” kata Poerwono, membuka perbincangan saat menerima Tempo di rumahnya yang asri di Jalan Jayanegara, Mojokerto, Selasa lalu.

    Poerwono ternyata tak hanya jago bertani. Ia juga pengusaha aneka rupa barang, dari kayu, hasil pertanian, hingga barang antik. Kesohoran namanya sebagai bekas pemain sepak bola, menurut dia, ikut membantu saat melakukan pendekatan kepada relasi. “Para relasi kebanyakan masih mengingat saya sebagai bekas kiper,” ujar Poerwono. Itu membuat bisnisnya lancar jaya.

    Sebagai orang terakhir dalam tim sepak bola, nama Poerwono memang sempat melambung. Ia mulai berkarier di tim lokal, Persim Mojokerto, pada 1971. Tiga tahun kemudian, klub Assyabaab Surabaya meliriknya dan ia pun bergabung. Di Kota Buaya itu Poerwono tumbuh menjadi penjaga gawang andal. Posturnya yang tinggi-kekar membuatnya mudah menghalau bola di bawah mistar gawang.

    Selepas dari Assyabaab pada 1976, Poerwono digandeng klub elite waktu itu, Niac Mitra. Di klub tersebut ia ikut memberikan gelar juara Aga Khan Cup di Bangladesh. Waktu itu Niac Mitra, yang dibesut pelatih M. Basri dan Manajer Alex Wenas, ditunjuk PSSI mewakili Indonesia. “Saya bangga berhasil meraih gelar juara di negeri orang,” kata Poerwono.

    Salah satu kenangan termanisnya saat itu adalah saat dia harus menghadapi pemain dunia, seperti Johan Cruyff dan Carlos Alberto Parreira. Waktu itu, pada 1979, Poerwono terpilih memperkuat Galatama Selection yang dipersiapkan untuk menghadapi Cosmos, klub asal Amerika Serikat. Cosmos datang ke Jakarta dengan membawa dua bintangnya, Cruyff dan Parreira. Cruyff, yang baru saja membawa Belanda ke final Piala Dunia 1978 di Argentina, mendapat perhatian Poerwono. “Johan Cruyff sangat gesit, tendangannya nyaris membobol gawang saya,” kata Poerwono.

    Kegemilangan Poerwono mengawal gawang memikat pelatih tim nasional Djamiat Dalhar, yang kemudian memintanya bergabung ke tim nasional. Di tim nasional, Poerwono seangkatan dengan Hadi Ismanto, Bambang Nurdiansyah, Risdianto, dan I Wayan Diana. Selama setahun di tim nasional, Poerwono menjadi cadangan Ronny Paslah, kiper yang sangat ia kagumi. Setelah Ronny Paslah gantung sepatu pada 1979, Poerwono menjadi kiper utama tim nasional hingga 1984.

    Debut Poerwono dimulai saat tim nasional menghadapi Korea Selatan pada turnamen Merdeka Games di Kuala Lumpur. Pelatih memasukkan Poerwono di babak kedua menggantikan Ronny Paslah, yang telah kebobolan tiga gol. Setelah itu, Poerwono yang menjadi kiper utama, memperkuat tim nasional ke SEA Games Jakarta 1979 (medali perak), SEA Games Filipina 1981 (medali perunggu), dan SEA Games Singapura 1983 (medali perunggu). Ia juga memperkuat tim nasional ke Pra-Piala Dunia 1982 dan Pra-Olimpiade.
    Beliau adalah kiper sejati menurut pengamatan saya , karena tidak pernah berganti klub sepanjang karirnya, berhenti sewaktu beliau berada di puncak karir.,
    saya juga sering nonton langsung pertandingan beliau dan kiper yang lain tempo dulu, saya juga angkatan tua, jadi sedikit banyak mengetahui sepak bola indonesia tempo dulu.
    gitu aja referensi dari saya lain kali disambung lagi, trims

    1. Saya sedang iseng” ingin mencari foto papa saya selama menjadi pemain nasional dulu, eh malah nemu blog ini dan tertarik untuk membaca komentar”nya. Dan saya senang sekali menemukan komentar bapak. Jadi saya tau masih banyak yang mengenang papa saya dan menambahkan kiper terbaik sebagai gelarnya. Terima kasih :)

  20. dulu sekitar tahun 88′ ato 89′, timnas pernah tanding di jepang di lapangan semi lumpur, n’ qt dihajar telak ama timnas jepang (lupa skornya 0-6 ato 0-5) waktu itu yg aq ingat pelatih timnas qt M. Basri, trus kipernya edy harto….waktu itu pemain qt ada ricky yacob, mustaqim, made pasek…..kl g salah…..

  21. Poerwono

    Dunia sepak bola Indonesia mencatat namanya sebagai salah satu kiper nasional terbaik. Itu pada 1970-an. Tapi keharuman itu kini tinggal kenangan. Poerwono tak lagi merumput di lapangan bola, juga tak berurusan dengan si kulit bundar. Dia pulang ke kampungnya, Mojokerto, Jawa Timur, hanya untuk menghabiskan sisa umurnya di sawah.

    Sang kiper legendaris yang pernah menjadi pemain Niac Mitra di Surabaya itu kini petani tulen. Sawah dan kebun milik Poerwono tersebar di beberapa tempat. Yang terluas berada di Desa Pacet, yang jaraknya tak jauh dari tempat tinggalnya. Tak mengherankan bila bapak tiga anak ini sangat fasih berbicara seputar dunia pertanian, dari naik-turunnya harga padi sampai waktunya musim tanam.

    “Sawah saya sekarang lagi menjelang panen padi. Setelah ini akan saya ganti dengan bawah merah,” kata Poerwono, membuka perbincangan saat menerima Tempo di rumahnya yang asri di Jalan Jayanegara, Mojokerto, Selasa lalu.

    Poerwono ternyata tak hanya jago bertani. Ia juga pengusaha aneka rupa barang, dari kayu, hasil pertanian, hingga barang antik. Kesohoran namanya sebagai bekas pemain sepak bola, menurut dia, ikut membantu saat melakukan pendekatan kepada relasi. “Para relasi kebanyakan masih mengingat saya sebagai bekas kiper,” ujar Poerwono. Itu membuat bisnisnya lancar jaya.

    Sebagai orang terakhir dalam tim sepak bola, nama Poerwono memang sempat melambung. Ia mulai berkarier di tim lokal, Persim Mojokerto, pada 1971. Tiga tahun kemudian, klub Assyabaab Surabaya meliriknya dan ia pun bergabung. Di Kota Buaya itu Poerwono tumbuh menjadi penjaga gawang andal. Posturnya yang tinggi-kekar membuatnya mudah menghalau bola di bawah mistar gawang.

    Selepas dari Assyabaab pada 1976, Poerwono digandeng klub elite waktu itu, Niac Mitra. Di klub tersebut ia ikut memberikan gelar juara Aga Khan Cup di Bangladesh. Waktu itu Niac Mitra, yang dibesut pelatih M. Basri dan Manajer Alex Wenas, ditunjuk PSSI mewakili Indonesia. “Saya bangga berhasil meraih gelar juara di negeri orang,” kata Poerwono.

    Salah satu kenangan termanisnya saat itu adalah saat dia harus menghadapi pemain dunia, seperti Johan Cruyff dan Carlos Alberto Parreira. Waktu itu, pada 1979, Poerwono terpilih memperkuat Galatama Selection yang dipersiapkan untuk menghadapi Cosmos, klub asal Amerika Serikat. Cosmos datang ke Jakarta dengan membawa dua bintangnya, Cruyff dan Parreira. Cruyff, yang baru saja membawa Belanda ke final Piala Dunia 1978 di Argentina, mendapat perhatian Poerwono. “Johan Cruyff sangat gesit, tendangannya nyaris membobol gawang saya,” kata Poerwono.

    Kegemilangan Poerwono mengawal gawang memikat pelatih tim nasional Djamiat Dalhar, yang kemudian memintanya bergabung ke tim nasional. Di tim nasional, Poerwono seangkatan dengan Hadi Ismanto, Bambang Nurdiansyah, Risdianto, dan I Wayan Diana. Selama setahun di tim nasional, Poerwono menjadi cadangan Ronny Paslah, kiper yang sangat ia kagumi. Setelah Ronny Paslah gantung sepatu pada 1979, Poerwono menjadi kiper utama tim nasional hingga 1984.

    Debut Poerwono dimulai saat tim nasional menghadapi Korea Selatan pada turnamen Merdeka Games di Kuala Lumpur. Pelatih memasukkan Poerwono di babak kedua menggantikan Ronny Paslah, yang telah kebobolan tiga gol. Setelah itu, Poerwono yang menjadi kiper utama, memperkuat tim nasional ke SEA Games Jakarta 1979 (medali perak), SEA Games Filipina 1981 (medali perunggu), dan SEA Games Singapura 1983 (medali perunggu). Ia juga memperkuat tim nasional ke Pra-Piala Dunia 1982 dan Pra-Olimpiade.
    beliau adalah salah satu kiper terhebat menurut saya, karena saya berkesempatan melihat beberapa penampilan beliau waktu masih eksis di galatama dulu
    yang lain menyusul trims.

  22. Endang Tirtana,
    juga bisa dianggap kiper terbaik yang kita punyai, dia membela salah satu klub galatama era 80 an di jakarta ( saya lupa namanya ) mungkin UMS 80, Warna Agung Atau Jayakarta karirnya terhenti di tengah jalan karena suatu hal yang menimpanya.

    Jhonny Kamban
    Young Celebes yang begitu kokoh dibawah mistar klub galatama Makassar Utama periode 80 an

    Sudarno
    Eks penjaga gawang nasional dari klub Jayakarta

    Dominggus Rawar
    sang mutiara dari timur jangan kita lupakan

    Sayang keempatnya satu generasi, imbasnya hanya yang punya permormance terbaik yang jadi kiper utama timnas, tapi keempatnya bergatian dalam membela gawang timnas RI.
    Dulu kita punya timnas yang tanggu karena rasa profesionalisme pada negara ini yang tinggi, sehingga perhatiannya tercurah penuh pada pertandingan, tapi SEKARANG pemain gampang berpindah klub hanya karena materi semata dan juga ” B E S A R ” di media saja bukan di kemampuannya.

    Jadi menurut pengamatan saya ( Mohon maaf) untuk kurnia sandy, jendri Pitoy, listiyanto, markus atau sumardi belum bisa dikatakan masuk sepuluh besar penjaga gawang terbaik indonesia SEPANJANG MASA
    Kita masih punya :
    Maladi,
    Taufik Lubis ,
    Hendrik Montolalu
    Edi harto
    Purwono
    Sudarno
    Endang tirtana
    Domonggus rawar
    IG Putu Yasa

    itu saja pendapat saya kalau ada yang tidak berkenan di hati saya minta maaf. trims
    Profil Taufik Lubis menyusul

  23. saya setuju dengan saudara anang, selain nama-nama yang disebutkan saudara anang masih ada nama sugianto dan zaim mardika

  24. 10 kiper terbaik indonesia versi w

    1.yudo hadianto
    2.mauli sehan
    3.hermansyah
    4.hendro kartiko
    5.kurnia meiga
    6.jendry pitoy
    7.ferry rotinsulu
    8.i made irawan
    9.tri nugroho
    10.markus horison

  25. Saya setuju dengan Sdr. Anang, yang punya data cukup akurat dan mengenal betul pemain2 di era dulu terutama era Galatama, Niac Mitra Purwono, Hendrik Montolalu, Donny Latuperisa, Han Van Breukelen, Hendro Kartiko, Jayakarta Sudarno, Warna Agung Endang Tirtana, Indonesia Muda Yudo Hadianto, Arseto FX. Cahyono, Tidar Sakti Sugiarto, Persebaya I Gusti Putu Yasa, Persib Sobur, Persipura Dominggus Rawar, Perseman Manokwari Jack Suebu, masih ada Roni Pasla, Ponirin Meka, Edy Harto, Hermansyah, Erick Ibrahim, tapi ada tiga nama yang paling terbaik, yaitu Roni Pasla, Purwono dan Hermansyah

  26. Angkatan saya, ranking saya:
    – HERMANSYAH
    – PUTU YASA
    – PONIRIN MECA
    – ENDANG TIRTANA
    – HENDRIK MONTOLALU
    – KURNIA MEIGA
    – DONY LATUPERISSA
    – PURWONO
    – EDY HARTO
    – LISTIANTO RAHARJO

  27. klo semasa kecil saya, kiper yg pernah di PSSI :

    1. Purwono, 2. Sudarno, 3 Hendrik Montolalu, 4. Endang Tirtana, 5. Hermansyah, 6. Dony LP, 7. Agus Waluyo, 8. Ponirin Meka, 9. Putu Yasa, 10. Edy Harto, 11. Erick Ibrahim, 12. Beny Van Breukelen, 13. Alan Haviludin, 14. Listianto Raharjo, 15. Komang Putra, 16. kurnia sandy, 17. Hendro Kartiko, 18.Markus Horison, 19. Fery Rotinsulu, 20. Kurnia Meiga. 21, Made wirawan.

    yang Pasti Mereka yg terbaik yang dimiliki PSSI.

  28. tolong dong di bahas kiper yg bermain di era galatama seperti EDi harto di arseto, AA Rake di angkasa, Jamaludin Hutahuruk di Mercu Buana, Endang Tirtana di warna Agung, David Lee di Niac Mitra dll

  29. klo menurut saya yang terbaik
    1. Maladi
    2. Rony Pasla
    3. Hermansyah
    4. Ponirin Meka
    5. Edi Harta
    6. Sudarno
    7. Purwowo
    8. Fery Rotinsulu
    9. Kurnia Mega
    10. choirul Huda

    kalo kurnia sandi mah kiper seumur jagung, bagusan Jamaludin Hutauruk.

  30. SEMANGAT KITA DUKUNG TIMNAS INDONESIA . SAYA MERASA TIMNAS INDONESIA DI BAHWA KEPLATIAN JEFSEN TIAGO MASIH KURANG PARA PEMAIN LOKA YANG KURANG DALAM PENGGUASAAN BOLA .PENJAGAAN KURANG . KENAPA PSSI TIDAK MEMILI PEMAIN PEMAIN BERKUALITAS YG BERKEWARGAAN LAIN .YG USIANYA MASIH MUDA SAYA SELALU MEMANTAU PERKEMBANGGN TIMNAS .SKIL PEMAIN MANCANEGARA DI ATAS PEMAIN LOKAL
    INDONESIA MACAN ASIA

  31. hebat postingannya brother..
    dapat komen langsung dari yang dipostingkan…
    om hermansyah dan ada juga komen dari anaknya om poerwono..

    kalau saya, sangat terkesan dengan penampilan listyanto raharjo dulu..
    mempunyai ciri khas dengan selalu mengenakan topi.
    mempunya jump power yang tinggi.
    masa kecil dahulu selalu mendengarkan namanya di tv sehingga membuat berkesan sampe sekarang…

  32. Sudarno, Ponirin Meka, Yudo Hadiyanto – saya kira lebih layak daripada Markus dan Sumardi. Ada juga Benny van Breukelen, tapi kualitasnya jauh dari saudara jauhnya, Hans van Breukelen kiper timnas Belanda.

  33. Kiper-kiper legendaris yang membawah indonesia sudah mulai di lupakan pemerintah.bukan hanya itu banyak prestasi yang mengharumkan nama indonesia di kanca internasional oleh berbagai atlit yang berbagai bidang,tinju,bulu tangkis,karate.sepak bola dll.sudah di lupakan oleh pemerintah RI

  34. Ada beberapa nama lagi mas bro seperti ponirin meka dari psms medan dan asmawi jambak dari psms medan merupakan kiper tangguh di era 80 an sezaman dgn hermansyah

  35. Tidak salah menampilkan 10 kiper terbaik, mungkin kurang membaca atau mengikuti berita olahraga….kenapa tidak menulis Ponirin Mekka yang bagus pada penampilan di Asian Games 1986 ada diperingkat 4, Eddy Harto tampil bagus mengantar juara Sea Games 1991, I Komang Putra tampil cemerlang di Kompetisi 1999 dan mengantar PSIS juara Liga Indonesia Tahun 1999…..BACA LAGI WAWASAN ANDA JANGAN ASAL TULIS….TERIMAKASIH

    1. CAPSLOCK NYA RUSAK? santai aja mas…Ponirin Meka sudah saya tulis secara terpisah di artikel lain, I komang putra saya juga sering menonton dia, tapi kembali lagi seperti yang saya tuliskan diakhir tulisan bahwa inilah versi saya, jika teman2 pembaca mempunyai versi lain yuk share…tak perlu menulis dengan CAPSLOCK . penegasan : baca artikel sampai akhir. jangan selintas sehingga tau bahwa ini pendapat saya dan saya pun tidak berusaha mematenkan versi ini, silahkan banyak versi sesuai masing – masing pribadi. Thank for visiting

  36. I Gusti Putu Yasa ( Penjaga Gawang Persebaya Juara Divisi Utama 1987/1988 ) layak sebagai kiper terbaik Timnas punya ciri khas tendangan jauh ke arah gawang lawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s