Kiprah Klub Indonesia di Liga Champion Asia ( 1990 – 1996) Part II

Musim 1990 – 1991

Di musim ini, Pelita Jaya Jakarta masih menjadi wakil terbaik Indonesia di arena Asia. Memulai dari penyisihan ASEAN, Pelita berhasil menjadi juara grup dan lolos ke fase grup liga champion.

Pelita1

Team Points W D L
Pelita Jaya Jakarta 3 1 1 0
Bangkok Bank FC 2 1 0 1
Geylang International 1 0 1 1

Di Fase grup Asia Pelita bergabung bersama Liaoning FC, dan klub Oman Al – Nasr. Peringkat I dan 2 grup berhak melaju ke semifinal. berkat kemenangan 3 – 0 atas Al Nasr Pelita pun maju ke babak semifinal, dengan mengumpulkan nilai 2 ( pada kompetisi ini setiap kemenangan diberi poin 2, seri 1) dan bertemu dengan wakil Iran Esteghlal FC.

Ambisi Pelita menjadi klub pertama Indonesia yang tampil di partai puncak, akhirnya kandas setelah dikalahkan 2 – 0 oleh Esteghlal FC dalam pertandingan yang diadakan di Dhaka, Bangladesh ( pertandingan semifinal hanya diadakan satu kali ).

Walaupun begitu, Pelita berhak memperebutkan tempat ketiga dengan menantang klub Korea Utara, April 25.
Dalam waktu normal kedua tim berbagi skor 2 – 2. Pertandingan terpaksa dilanjutkan dengan adu penalti, dan Pelita Jaya Jakarta pun berhasil merebut tempat ketiga dengan mengalahkan April 25 dengan skor 7 – 6.

Musim 1991 – 1992
Pelita masih mewakili Indonesia dalam kompetisi kali ini. berhadapan dengan klub Singapura, Geylang International, dalam playoff Asean yang diadakan 2 kali dengan sistem tandang kandang. Pada pertandingan pertama di Indonesia Pelita kalah 1 – 2, dan pada pertandingan kedua kedua tim berbagi angka 2 – 2.

Hanya pada musim ini, perjalanan Pelita tidaklah mulus, karena kemudian mendapatkan sanksi dari AFC pada bulan April 1992 atas kericuhan yang terjadi pada pertandingan melawan Geylang.

Musim 1992 – 1993

Klub asal Solo, Arseto Solo, mewakili Indonesia pada tahun ini. menghadapi klub asal Brunei Darussalam di fase penyisihan, Kota Rangers FC, Arseto menang selisih gol 3 – 2. Selanjutnya Arseto Solo menghadapi wakil Asean lainnya, yaitu klub Thailand, Thai Farmers Bank. pada pertandingan pertama Arseto kalah 0 – 2, namun pada pertandingan kedua Arseto berhasil balas dendam dengan menggelontorkan 3 gol tanpa balas. Untuk itu Arseto berhak lolos ke fase grup liga champion.

Dalam Fase grup, Arseto Solo tergabung bersama klub Jepang Yomiuri FC, klub Arab Saudi, Al – Shabab, dan klub Bahrain, Muharraq Club. Sayang di fase grup Arseto tidak bisa menunjukkan tajinya, dan pulang dengan tangan hampa tanpa satu kemenangan pun.

Hasil Pertandingan :
Yomiuri 3–0 Arseto
Al Shabab 3–0 Arseto
Muharraq 3–0 Arseto

Musim 1993 – 1994
Arema Malang tampil menjadi jagoan Indonesia di Liga Champion kali ini, namun gagal berprestasi karena di fase penyisihan Asean, dikalahkan klub Thailand, Thai Farmers Bank FC dengan selisih gol 3 – 6 dari 2 kali pertemuan.

Musim 1994 – 1995
Di Liga Champion kali ini, tidak lagi penyisihan berdasarkan kawasan / regional, tetapi digabung dengan kawasan negara – negara asia timur lainnya. Pelita Jaya sebagai wakil Indonesia bertemu dengan Ilhwa Chunma, Klub dari Korea Selatan.

Kali ini Pelita bernasib sial karena, di fase penyisihan ini mereka dikalahkan Ilhwa Chunma dengan selisih gol 1 – 5 dari 2 kali pertandingan.

Musim 1995 – 1996

Maung Bandung mewakili Indonesia di liga Champion Asia tahun ini. Persib Bandung pada babak pertama penyisihan bertemu Bangkok Bank FC. Pada laga pertama Persib Bandung berhasil mengalahkan Bangkok Bank 2 – 0. Meskipun pada pertandingan kedua Persib kalah 0 – 1, tapi berhak lolos karena unggul selisih gol.

Di pertandingan selanjutnya Persib Bandung berhadapan dengan Pasay City FC dari Filipina, lagi – lagi Persib berhasil meraih kemenangan dengan selisih gol 5 – 2.

Dengan demikian, Persib Bandung layak lolos ke babak perempat final yang tahun ini menggunakan sistem grup dan bergabung bersama Verdy Kawasaki dari Jepang, Ilhwa Chunma dari Korea Selatan,dan Thai Farmers Bank dari Thailand.

Pertandingan grup ini semuanya digelar di Bandung dengan satu putaran dari tanggal 25 November – 30 November 1995. Persib Bandung gagal menunjukkan taringnya dihadapan bobotohnya sendiri, karena tidak mampu meraih satu kemenangan pun.
Hasil Pertandingan :
Verdy Kawasaki 3–2 Persib Bandung
Persib Bandung 2–5 Ilhwa Chunma
Thai Farmers Bank 2–1 Persib Bandung

*Dari tahun 1990 – 1996 prestasi terbaik klub Indonesia, baru sampai peringkat ketiga, sama dengan periode 1970 – 1996. Kramayudha Tiga Berlian pada musim 1985 -1986, dan Pelita Jaya Jakarta 1990-1991.

* Dari beberapa wakil Indonesia, Kramayudha Tiga Berlian, Jawara ketiga Liga Champion Asia 1985-1986, Niac Mitra, Arseto Solo, kini statusnya sudah almarhum alias sudah dibubarkan dengan banyak alasan, seperti pendanaan. Arseto Solo menjadi klub yang terakhir dibubarkan.

Nah ternyata kalo dipikir – pikir, prestasi klub kita di liga champion Asia sampai dengan tahun 1996 ga buruk – buruk amat. ya setidaknya kita berhasil membuktikan diri sebagai yang patut diperhitungkan, karena beberapa kali wakil – wakil kita bisa menembus babak perempatfinal,semifinal, dan dua diantaranya menjadi juara ke – 3 liga Champion Asia.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

2 thoughts on “Kiprah Klub Indonesia di Liga Champion Asia ( 1990 – 1996) Part II”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s