Hadapi Stres

Terinspirasi topik yang diangkat sewaktu siaran tadi di acara English 21 on air, tentang cara hidup bebas dari stres. Dua tips yang saya dapat dari sumber di internet ( dapet copy paste ) adalah tidur dan menjaga kesehatan.

Memang betul, saat masalah datang seseorang biasanya akan memeras otaknya untuk menemukan solusi. Ketika itulah otak dipaksa bekerja non stop, mulai dari memilah masalah sampai mencari solusi. Biasanya hal ini akan memicu susah tidur. Ketika kita tidak tidur, maka tubuh akan lelah, kalau sudah lelah, maka pikiran jernih pun susah didapat.

Sama halnya dengan menjaga kesehatan. Bagaimana berpikiran jernih kalau kita sakit – sakitan.

Tapi, ketika siaran tadi dengan Mr.Feri, wakil dari english 21, diskusi kita tidak berpatokan pada materi yang sudah disiapkan, malah pengalaman masing – masing yang diutarakan.

Stres adalah masalah persepsi. Stres bermula saat masalah datang, dan solusi sukar didapat. Seluruh energi kita dicurahkan untuk mencari jalan keluar, ketika tubuh lelah, maka stres pun yang didapat.

Banyak orang memiliki berbagai cara untuk menghadapi stres yang bisa menimpa. Mencari hiburan, traveling, atau bahkan makan berlebih. Semuanya, menurut saya, adalah sebuah relaksasi untuk memberikan kesempatan bagi diri kita, sejenak melupakan masalah, untuk kemudian menghadapi kembali masalah itu. Ya, bisa dibilang semacam persiapan menghadapi masalah, dengan membuat diri segar dahulu. Tetapi jangan terlalu lama mengalihkan diri dari masalah, itu namanya melarikan diri. Masalah harus dihadapi bukan diabaikan.

Curhat kepada seseorang yang kita percaya juga menjadi satu cara untuk mencari solusi. Tetapi berhati – hatilah. Solusi terbaik datang dari diri sendiri. Jika orang yang kita curhati memberikan solusi, tetap kita harus menimbang dan memikirkan masak – masak, jangan terima mentah – mentah.

Kembali ke soal persepsi. Hidup ini penuh dengan masalah dan resiko. Hanya ada dua individu yang terbebas dari masalah dan resiko, yaitu orang yang terganggu mentalnya dan orang mati. Jadi kalau masalah datang, seyogyanya kita menanggapinya sebagai sebuah ciri bahwa kita ini hidup. Tanggapilah dengan positif semua masalah yang datang pada kita. Jangan pernah lari, karena masalah tidak bisa diselesaikan semudah kita mendelete file yang ada dikomputer kita, tetapi harus dihadapi dan dicari solusi.

Anggaplah masalah sebagai sebuah tantangan yang akan membuat kita lebih kuat dan lebih baik sebagai seseorang. Tak ada masalah tanpa solusi.

Terakhir dan yang terpenting, percayalah kepada Tuhan. Inilah yang akan menjadi sumber kekuatan terbesar kita dalam menghadapi setiap permasalahan. Berdoalah dan yakinlah bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi kita. Jika kita bisa menghadapi semuanya dengan baik, maka stres tidak akan menghampiri, dan hidup ini terasa lebih indah.

Life is a risk, Deal with it

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s