Berkendara aman

Sekedar sharing pengalaman pribadi selama berkendara baik itu mobil maupun motor, soalnya gua baru aja nengok temen yang jadi tertimpa musibah tabrakan, parah bener kondisinya, ya sampai saat ini masih berharap dan mendoakan yang terbaik baginya.

Berkendara aman bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal emosi dan insting. Teknik mengemudi kendaraan patut dikuasai, semua perangkat pengamanan berkendara macam helm ataupun safety belt juga harus dipakai. Tetapi bukan hanya itu dalam pandangan gua. Emosi pun patut dikontrol.

Contoh banyak pengemudi motor yang salip sana salip sini, dengan tujuan ingin cepat sampai tujuan, dan kadang bahkan sampai memposisikan kendaraan pada jalur yang berbahaya. Disinilah kesabaran pengendara harus berperan. Selain itu baik pengendara motor maupun mobil, tak jarang menekan gas habis – habisan alias kebut – kebutan. Disinilah kontrol emosi diperlukan.

Biar lambat asal selamat. Pepatah itu agaknya memang perlu diresapi setiap pengendara. Bersabarlah dalam berkendara dan bijaksanalah dalam mengemudikan kendaraan. Karena jika sampai terjadi kecelakaan bukan hanya diri kita yang rugi, orang lain pun bisa kena imbasnya.

Sedangkan insting atau naluri, sangatlah diperlukan ketika mengemudikan kendaraan. Kapan waktu kita untuk menyalip kendaraan didepan kita, kapan kita harus mengerem, dan bahkan memperkirakan ke arah mana laju kendaraan yang ada dihadapan kita. Semuanya menurut saya itu adalah naluri berkendara.

Contoh untuk soal menyalip, dalam hemat saya, itu adalah soal perhitungan waktu yang pas, bukan hanya soal jalanan kosong, karena menyalip itu hanya mempunyai waktu sepersekian detik untuk mengambil keputusan apakah kita akan menyalip atau tidak. Maka kita harus tahu kapan waktu yang pas untuk mendahului kendaraan yang ada dihadapan kita. Saya ingat teman saya dari Belanda mengatakan bahwa dinegaranya, jika seseorang ingin mendapatkan SIM, bukan hanya tes tertulis dan praktek yang harus dijalani, tetapi juga tes yang menguji kemampuan naluri seseorang ketika berkendara.

Intinya berkendara yang baik, adalah gabungan dari teknik yang baik, kontrol emosi dan naluri yang baik pula, kalau dalam bahasa saya mengemudikan kendaraan adalah seni karena gabungan tiga faktor tadi.

Sedangkan dari sisi teknis berkendara, sekedar menambahkan tips – tips yang sudah anda tahu :

1. Bagi pengemudi motor, pakailah helm full face. karena melindungi seluruh bagian kepala. Dari yang saya baca, helm full face yang baik adalah yang menekan bagian pipi dan dahi.

2. Cek selalu kondisi kendaraan.

3. Jaga jarak, karena penting sekali untuk memberi jarak dengan kendaraan didepan yang akan berefek ketika harus mengerem kendaraan.

4. Gunakanlah lampu pada kendaraan anda yang sekiranya tidak menyilaukan pengendara yang lain. Jangan asal mengganti lampu standar kendaraan anda dengan watt nya yang lebih besar.

5. Bagi pengemudi motor matic, berhati – hatilah ketika memutar pedal gas, jangan terlalu kencang, karena biasanya terjadi kesulitan pada saat akan mengerem.

6. Jangan asal memodif kendaraan dengan alasan keren, tetapi pentingkanlah faktor keselamatan.

7. Kendalikan emosi saat berkendara. jangan kebut – kebutan dan salip kanan kiri.

9. Yang tak kalah penting, berdoa selalu.

Yuk kita aman dijalan, selamat sampai tujuan.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s