Misteri Gerombolan Anjing Drakula

Berita ini tentang anjing – anjing liar ini sudah pernah saya baca beberapa tahun yang lalu, ketika itu dimuat dalam koran Pikiran Rakyat. Kala itu kejadiannya kalau tidak salah ingat terjadi di salah satu desa di Tasikmalaya. Korban dari keganasan anjing – anjing liar ini adalah ternak domba. Domba ini pun tidak dimakan, tetapi hanya dihisap darahnya saja sampai mati. Maka anjing – anjing ini pun dinamakan oleh warga setempat anjing drakula.

Dari situs Tempo Interaktif pun diberitakan pada 04 Pebruari 2003, 309 hewan ternak menjadi korban keganasan gerombolan anjing liar ini. Kejadiaannya mengambil tempat di di Desa Cibatu, Desa Cibatuireng, Desa Cintawangi, dan Desa Sukawangun, Kecamatan Karangnunggal Tasikmalaya.

Seperti diberitakan Tempo bahwa ternak yang menjadi korban hanya digigit di bagian leher, kaki, dan puting susu bagi yang betina. Sehingga darah korban berceceran.

Kejadian yang sama terjadi di Kecamatan Dau Malang. Salah seorang peternak merugi karena hewan ternaknya dibantai gerombolan anjing misterius ini. Modusnya sama hanya dihisap darahnya saja sampai mati. Seperti diberitakan Surya Online, 24 Pebruari 2010, pada korban juga terdapat memar dan luka terkoyak.

Gerombolan anjing liar ini menyerang pada malam hari, dan nampaknya terorganisir dengan baik. Menurut saksi mata pembantaian ternak di Tasikmalaya, gerombolan anjing ini berlaku layaknya manusia. Saling membantu dan mengangkat rekannya melewati pagar kandang.

Setelah masuk ke dalam kandang, anjing ini dengan brutal menghabisi korbannya. Setelah itu mereka naik ke atap kandang dan rumah, lantas melolong. Lolongan ini disambut anjing – anjing yang lain. Serangan mereka pun sering tiba – tiba.

Yang membuat kasus ini semakin aneh, anjing tidak memakan satupun organ tubuh hewan ternak, hanya darahnya saja yang mereka hisap.

Korban di kecamatan Dau

Menurut Pembantu Dekan III Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang, Moch Sobri, pada kejadian di Kecamatan Dau Malang, gerombolan anjing liar ini adalah anjing keturunan serigala yang banyak hidup di Lereng Gunung Panderman. Ekosistem yang rusak memaksa anjing – anjing ini turun gunung, membunuh ternak – ternak warga.

Serangan gerombolan ini, kalau saya perhatikan seperti ada jangka waktu tertentu entah dalam hitungan tahun atau bulan, sepertinya serangan mereka mempunyai jangka waktu yang tetap, dan anehnya kenapa hanya darah hewan saja yang mereka hisap, sedangkan daging ternak sama sekali tidak mereka sentuh. Sampai sejauh ini pun, saya belum pernah mendengar ada satu anjing liar ini tertangkap. Mereka masih berkeliaran dan siap menebar serangan kembali.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s