Pengen Terkenal?

Coba deh liat tiap ada audisi sebuah kompetisi di televisi, yang ikutan audisi ada ribuan. Disetiap daerah tuh yang daftar udah kaya mau bedol desa aja, banyak banget.

Satu tujuan mereka menurut gw sih, pengen terkenal. Posisi terkenal, dikenal banyak orang membuka pada setiap kemudahan. Intinya mudah dapet duit banyak dan segalanya jadi mudah.

Tapi memang kita tak bisa memungkiri ada juga unsur penyaluran bakat dari para peserta. Itu untuk yang berbakat.

Tapi coba lihat deh, ada juga peserta yang tampil dengan penampilan “diluar kebiasaan” yang bikin para juri ngakak abis. Dan ini bukan satu dua orang tapi banyak. Nah ini juga cari ketenaran dengan cara berpenampilan “unik”. Padahal mungkin dalam hati mereka juga udah yakin ga lolos, ya mungkin itung – itung lumayan lah kesorot kamera, nampang di tipi.

Banyak sih jalan menuju terkenal. Ada yang merintis dari jalan akademis, jadi atlet, jadi penulis, jadi artis apalagi. Tenar seperti ini memberikan kemudahan.

Tapi ada juga tenar yang menimbulkan kesulitan. Sekarang ada lagi cara terkenal yang muncul yaitu memanfaatkan facebook. Lewat status – status yang kebanyakan bikin orang kesel dan marah.

Dari sisi pengungkapan isi hati mungkin itu sah – sah saja. Tapi dari sisi kepantasan belum tentu. Seperti contoh baru – baru ini, salah seorang pengguna facebook yang kebetulan penggemar klub sepakbola Indonesia, menghina suku tertentu dan pemain dari klub lawan, hanya gara – gara klubnya ditahan imbang klub lawan. Ditulislah kata – kata penghinaan difacebooknya. Sesuatu yang beredar didunia maya pasti akan cepat menyebar. Status ini langsung jadi bahan pergunjingan, kekesalan, kemarahan, di forum – forum.

Kita kembali lagi ke pengungkapan isi hati. Mungkin itu sah – sah saja jika dipandang dari dirinya sendiri atau dari komunitasnya sendiri. Tapi Facebook bukanlah situs yang terbatas pada kalangan tertentu. Semua orang bisa punya akun di Facebook. Inilah yang jadi pangkal permasalahan. Karena banyak orang yang bisa membaca, maka bijaksanalah dalam menulis status.

Kembali ke benang merah. Kenapa orang ingin tenar ? Banyak uang mungkin itu satu alasan, ingin dihormati dan dihargai itu juga bisa, ingin menyalurkan bakat juga bisa.

Banyak alasan, tergantung setia individu jika ditanya kenapa ingin terkenal. Dan banyak orang yang rela berkorban untuk mendapatkan status terkenal. Bahkan dalam satu forum saya pernah baca, seorang kontestan sebuah kompetisi di tivi, kini harus menanggung derita. Karena sistem pemilihan kompetisi yang berdasarkan banyaknya SMS, membuat orang tuanya rela hutang sana – sini, demi banyaknya SMS bagi sang anak. Kini kompetisi usai, si anak masih sulit job, sedangkan hutang yang harus ditanggung mencapai ratusan juta.

Sekali lagi, pertanyaan muncul perlukah kita terkenal? saya ingat obrolan sewaktu diradio, dan saya membawa topik how to be famous. Teman saya balik bertanya, kenapa harus menjadi terkenal. Karena yang paling penting adalah melakukan yang terbaik pada setiap yang kita kerjakan. Justru tidak terkenal lebih banyak memberikan kemudahan dan kenyamanan.

Jadi perlukah terkenal?

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s