Pantaskah Dipilih?

Dari beberapa hari yang lalu sampai hari ini, ramai dibicarakan tentang Julia Perez, artis yang sering tampil hot, mencalonkan diri menjadi Bupati Pacitan. Well, bikin kaget nih berita, soalnya ga nyangka aja Jupe mau terjun ke dunia politik.

Jupe emang bukan yang pertama. Sederet artis telah berusaha terjun kedunia politik. Baik itu sebagai anggota legislatif ataupun jadi kepala daerah. Dari legislatif, Alm.Slamet Rahardjo,aktor kawakan bisa dibilang, dalam pandangan saya, sebagai salah satu pionir artis dan aktor terjun ke dunia berbeda. Penerusnya ada Adjie Massaid, H.Komar, dan sekarang beberapa nama seperti Eko Patrio, Venna Melinda, Tessa Marisca, Tere, Inggrid Kansil dan beberapa nama lain.

Sedangkan yang jadi pimpinan di daerah contohnya Dede Yusuf Wakil Gubernur Jawa Barat, Diky Ginanjar Wakil Bupati Ciamis, dan Rano Karnoa jadi Wakil Bupati Tangerang.

Naiknya mereka ke panggung politik bukan tanpa pro dan kontra. Salah satu yang dijadikan bahan perdebatan adalah naiknya mereka bertarung dalam pemilu adalah dengan memanfaatkan popularitas yang telah mereka dapat sewaktu berkiprah didunia seni.

Masyarakat akan lebih mengenali mereka daripada kompetitor mereka yang non-artis. Hal ini bisa terlihat pada waktu pemilu legislatif kemarin. Diantara banyaknya calon legislatif dari berbagai partai yang tidak dikenal, atau dikenal oleh komunitas tertentu, artis pasti akan lebih mudah dikenali karena lebih sering tampi di tivi.

Kalau menurut saya, popularitas adalah sesuatu yang vital bagi seseorang yang terjun kedalam dunia politik, karena itulah salah satu senjata andalan, karena memungkinkan akses yang lebih luas dimasyarakat.

Tapi politik bukanlah melulu soal popularitas. Menjadi anggota legislatif apalagi menjadi pimpinan didaerah, sangatlah memerlukan kemampuan dan wawasan yang luas dan cukup untuk menjalaninya. Mengandalkan popularitas belaka sangatlah sulit.

Kembali ke judul tulisan ini “pantaskah dipilih?”. Hingar bingar pencalonan jupe sebagai Bupati Pacitan, memang bikin kaget. Walaupun di Televisi banyak juga masyarakat yang mendukungnya. Alasannya beragam ada yang bilang cantik, ada yang bilang siapa tahu bisa membawa kemajuan. Walau sampai saat ini visi dan misinya belum diketahui.

Sebelumnya, Ayu Azhari sempet bikin geger warga Kab.Sukabumi, karena akan diboyong menjadi salah satu wakil Bupati Sukabumi. Pro dan kontra pun timbul tentang kepantasan Ayu menjadi pimpinan daerah. Akhir cerita Ayu pun tidak jadi dipilih.

Lantas kenapa artis yang mencalonkan diri di pilkada dan saat ini seakan menjadi trend baru didunia artis. Kalau dilihat calon itu usungan partai maka kita harus tahu apa tujuan partai mengusung para artis ini.

Kalau saya pikir – pikir, maka inilah cara praktis untuk memenangkan kompetisi politik. Ketenaran adalah sesuatu yang diperlukan. Masyarakat akan lebih mudah mengenali calon kepala daerah yang memang sudah tenar duluan. Berawal dari kenal siapa tahu akan dipilih pada waktu pencoblosan. Bukan rahasia, kalau pada saat pencalonan banyak sekali calon – calon yang tidak diketahui masyarakat. Maka tenar sangatlah tidak terbantahkan.

Kenapa mesti menang? saya pikir – pikir lagi adalah untuk melanggengkan sebuah kekuasaan politik. Kekuasaan politik adalah sebuah dambaan setiap partai. Visi dan Misi bisa dibuat nanti, yang penting calon terlebih dahulu yang dipersiapkan.

Satu hal yang menjadi pertanyaan belakangan ini terkait berita Jupe, apakah partai tidak mempunyai kader yang lebih mumpuni untuk dicalonkan? apakah pengkaderan berjalan dengan baik? contoh pada pencalonan Jupe, kita sebagai masyarakat awam akan terus bertanya mengapa figur Jupe yang dicalonkan.

Memang jika dilihat dari sisi demokrasi, maka ini sah – sah saja. Kita tidak bisa melarang seseorang menjadi calon asal memenuhi syarat – syarat yang ditetapkan.

Tetapi kini kembali kepada para pemilih. Hati nuranilah yang akan menjadi tuntunan. Pantas atau tidaknya seorang calon. Ini jaman bebas setiap orang boleh menentukan pilihan sesuai kehendaknya.

Yah, semuanya terserah, lagipula saya hanya akan melihat semua ini dari layar kaca sambil mengisap dalam – dalam rokok saya. Sambil terus berpikir pantaskah?

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

2 thoughts on “Pantaskah Dipilih?”

  1. sampe politik pun seperti sinetron…pencitraan yang belum tentu berhasil..malah bikin orang pusing hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s