Bahtera Nabi Nuh Ditemukan?

Para peneliti Noah’s Ark Ministries International yang beranggotakan peneliti dari Cina dan Turki, mengklaim bahwa mereka telah menemukan satu peninggalan yang sangat penting, Bahtera ( Kapal laut ) pertama yang pernah dibuat manusia, yaitu bahtera nabi Nuh.

Sisa – Sisa Bahtera Nabi Nuh ditemukan di ketinggian 4000 meter Gunung Agri atau Gunung Ararat Turki Timur.

Bahtera yang dibuat berdasarkan perintah ALLAH SWT kepada Nabi Nuh, untuk menyelamatkan diri dari azab banjir besar yang akan diturunkan karena kedurhakaan kaumnya ini diperkirakan sangatlah besar ukurannya. Selain membawa orang – orang beriman, penumpangnya juga termasuk hewan sepasang ( jantan dan betina ).

Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).” (Surat Al-A’raaf ayat 64).

Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman”. Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit. (Surat Hud ayat 40).

Banjir itu sendiri dimulai dengan hujan lebat selama 40 hari 40 malam. Dari hasil penelitian bahwa wilayah yang tenggelam dalam banjir ini membentang 600 km dari utara ke selatan dan 160 km dari barat ke timur. Banjir itu telah menenggelamkan sedikitnya empat kota masyarakat Sumeria kuno, yakni Ur, Erech, Shuruppak dan Kish. Banjir ini sangatlah dahsyat sehingga karena juga menenggelamkan puncak gunung. Banjir ditengarai mencapai ketinggian 15.000 kaki atau 4.752 m setara 4,5 Km.

Disebutkan bahwa Bahtera Nabi Nuh kemudian mendarat di gunung Judi. Sesuai dengan apa yang tertera dalam Al- Qur’an. Sebagian ahli berpendapat bahwa Judi ini bukanlah gunung yang bernama Judi ( Armenia ) walau terdapat gunung yang bernama judi, tetapi dilihat dari asal kata judi berarti tinggi, Bahtera Nabi Nuh mendarat dipuncak gunung yang tinggi. Bahtera ini berlabuh saat banjir belum benar – benar surut.

Alquran Surat Hud ayat 44 berbunyi: … Dan
difirmankan: Hai Bumi telanlah airmu, dan hai langit
(hujan) berhentilah, dan air pun disurutkan, perintah
pun diselesaikan, dan bahtera itu pun berlabuh di
bukit Judi. Dan dikatakan “binasalah orang-orang
zalim.

Munculnya gunung Ararat sebagai perlabuhan Bahtera ini, setelah adanya beberapa klaim para pencari bahtera nabi nuh yang menemukan beberapa fosil potongan kayu di gunung ararat. James Brice, seorang ahli archeology dari Oxford University, pada tahun 1876 dengan biaya dari Yayasannya mengarungi lautan salju di Gunung Ararat Perbatasan Turky mencari kapal misterius itu kembali. Dalam perjalanan ke puncak Ararat, James Brice dari Inggris, menyatakan menemukan empat buah batu panjang berbentuk tongkat. Ia menduga “batu tongkat itu” merupakan bagian dari tiang layar kapal yang dalam pejalanan waktu puluhan ribu tahun sudah memfosil.

Menjelang akhir abad XIX, yaitu tepatnya tahun 1892, Yoseph Nouri dari Prancis mengulangi perjalanan yang dilakukan James Brice dari rute yang bebeda. Ia mengklaim, bahwa dirinya telah sampai ke tujuan dan
berhasil menemukan perahu Nabi Nuh. Keberhasilannya itu karena kebetulan. Waktu itu sedang musim kemarau sangat panjang, sehingga tidak ada salju yang menutupi permukaan gunung Bahkan ia menegaskan, sempat berjalan-jalan di tempat yang diduga dek kapal yang panjangnya 300 cubic, persis seperti yang diungkapkan
dalam kitab Bibel.

Ed Davis, prajurit AS berpangkat sersan yang bertugas dalam Perang Dunia II di Hamadan, Iran. Dia dilaporkan telah mendaki Gunung Ararat pada 1943. Dia mengaku bisa mengintip bagian dalam bahtera itu, namun tak berani untuk mendekat. Tetapi semua klaim ini tidak didukung dokemtasi visual.

Penemuan oleh tim peneliti gabungan dari Turki dan Cina, kali ini membawa dokumen visual, baik itu foto maupun video. Mereka juga membuat rekaman dokumentasi di dalam benda mirip kapal, ukurannya besar, sebagian besar permukaannya tertutup salju — yang diyakini bahtera Nuh yang legendaris. Namun demikian mereka belum yakin sepenuhnya bahwa yang mereka temukan adalah bahtera Nabi Nuh. Masih diperlukan penelitian yang lebih lanjut.

Patut kita tunggu, apakah ini benar – benar bahtera Nabi Nuh?

sumber
vivanews.com

wikipedia.org
Harunyahya.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

2 thoughts on “Bahtera Nabi Nuh Ditemukan?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s