Dracula ( bagian I )

Jika kita mendengar kata dracula. Dibenak kita pasti tentang mahluk jadi – jadian yang hidup dengan cara menghisap darah manusia. Manusia yang jadi korbannya akan menjadi dracula pula. Makhluk ini takut pada sinar matahari, salib dan bawang putih. Namun dibalik itu semua, sesungguhnya Dracula adalah tokoh nyata, tapi dia bukanlah makhluk jadi – jadian, dia adalah penguasa Wallachia ( Rumania lama ).

Dracula bernama Vlad Tepes atau Vlad III. Lahir di Sigisoara, Transylvania, pada musim dingin tahun 1431. Ayahnya adalah Basarab atau Vlad II dan Ibunya adalah putri Moldavia, Cneajna. Dia mempunyai 3 orang saudara, kakaknya Mircea dan Vlad Calugarul, sedangkan adiknya bernama Randu.

Ayahnya adalah penguasa Wallachia pada tahun 1436 M dengan merebutnya dari Danejsti penguasa Wallachia saat itu. Sebelumnya Ayahnya dijadikan Panglima militer di Transylvania oleh Raja Hongaria, Sigismund, untuk melawan kerajaan Turki. Pada saat itu perang Salib masih berlangsung. Vlad II dikirim ke medan perang agar pasukan Turki tak bisa masuk ke Hongaria. Ayahnya merupakan anggota Orde Naga, pasukan khusus dalam menghadapi umat Islam pada masa perang salib ( Order of the Dragon ).

Dari sini pula asal muasal julukan Dracula. Ayahnya yang selalu memakai simbol naga, dijuluki Vlad II Dracul ( Dracul = Naga (dalam bahasa Rumania)). Sedangkan Vlad Tepes dijuluki Draculea. Lea berarti anak dari. Karena Vlad III atau Vlad Tepes anak dari Vlad II Dracul maka dia dijuluki Draculea ( kalau diartikan kurang lebih “anak sang naga” ). Melalui ejaan barat maka dilafalkan Dracula.

Dracula adalah sosok yang penuh dengan kekejaman. Pada umur 11 tahun dia dan adiknya Randu dibawa ke Turki sebagai bagian jaminan kesetiaan ayahnya kepada Kesultanan Turki Ottoman, yang saat itu kalah dalam mempertahankan Wallachia.

Dracula kerap mendapatkan hukuman selama dididik di Turki karena perilakunya yang kerap melanggar aturan. Hal ini berbeda dengan adiknya Randu yang patuh. Mereka berdua dididik berbagai ilmu pengetahuan umum termasuk agama Islam, dan militer. Randu pada akhirnya menjadi seorang muslim.

Kekecewaan Dracula pada ayahnya karena menyerahkan dirinya pada Turki menanamkan kebencian pada dirinya. Dan juga selama di Turki terkuaklah karakter Dracula yang senang terhadap segala hal tentang penyiksaan. Dalam buku Dracula yang ditulis Hypatia Cneajna, Dracula sering menangkap tikus dan burung, lalu ditusuknya seperti sate. Dracula menyenangi hal itu. Dia menyenangi suara – suara binatang itu ketika mereka ditusuk dan mati perlahan. Belum lagi Dracula kerap melarikan diri untuk melihat eksekusi hukuman penggal kepala kepada para penjahat atau pengkhianat. Dia menjadikan itu sebagai hiburan bagi dirinya. Hal ini juga ditambah selama masa kecilnya di Wallachia, dia kerap melihat pembunuhan terjadi. Karena pada saat itu penguasa Wallachia ditunjuk oleh para tuan tanah. Tak jarang pembunuhan terjadi karena para tuan tanah tak puas terhadap penguasa pilihannya.

Karena hobi anehnya ini Dracula dididik di madrasah agar beradab. Selama masa pendidikannya, Dracula mengalami kemajuan berarti. Namun hal ini dilakukan dengan tujuan politik agar ia bisa memperoleh kepercayaan dari Sultan Mehmed II. Ternyata taktiknya berhasil dan Sultan Mehmed II menikahkan Dracula dengan salah seorang kerabatnya. Dibalik itu semua Dracula merencanakan hal lain, karena dia akan menggunakan semua kepercayaan Sultan Mehmed II untuk kembali menguasai Wallachia. Dracula juga dikenal sebagai seseorang yang mempunyai nafsu seksual tinggi, karena ia kerap datang ke tempat – tempat pelacuran ilegal di pinggiran kota.

Dracula juga tumbuh dengan rasa cemburu terhadap adiknya Randu. Randu yang tumbuh sebagai anak baik – baik, pintar, dan penuh kebijaksanaan kerap mendapat kepercayaan para pejabat Turki Ottoman. Randu memanfaatkan semua pelajaran di Turki untuk kebaikan dirinya sendiri.

Maka lengkaplah Dracula remaja tumbuh dengan kekejaman, kecemburuan dan kekecewaan. Hal ini pula lah yang membuat dirinya akan menjadi seseorang yang sangat haus darah.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “Dracula ( bagian I )”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s