Dracula ( Bagian II )

Kekecewaan Dracula yang semakin dalam karena dirinya dijadikan bagian “kesepakatan” damai ayahnya dan Kesultanan Turki Ottoman, menjadikannya figur pendendam. Dia saat itu merasa lebih baik melawan Kesultanan Turki Ottoman daripada menyerah.

Dracula yang dipenuhi rasa dendam dan kebencian terhadap Kesultanan Turki Ottoman, nyatanya berhasil menerapkan trik politik yang membuatnya dipercaya memimpin pasukan yang didalamnya tergabung pula prajurit Turki Ottoman untuk menyerang Wallachia pada 1448 M. Setelah ayahnya dan kakaknya, Mircea, dibunuh oleh persekongkolan Janos Hunyadi dan para tuan tanah Wallachia. Dracula yang masih berusia 17 tahun berhasil merebut Wallachia dan menguasai kursi kepemimpinan selama 2 bulan sebelum kembali ditumbangkan Janos Hunyadi. Kepemimpinan Wallachia diserahkan kepada Vladislav II, yang sebelumnya dilengserkan oleh Ayah Dracula dan kakaknya. Dracula pun mengasingkan diri ke Moldavia.

Namun selama 2 bulan itu, Dracula memperlihatkan sifat aslinya yang penuh kebencian terhadap Kesultanan Turki Ottoman. Para prajurit muslim yang tergabung dalam pasukannya, sebagian besar kembali ke Turki namun sebagian lagi menetap di Wallachia. Malang bagi para prajurit yang menetap, karena mereka dijadikan tumbal kebencian Dracula terhadap islam dan kesultanan Turki. Para prajurit ini dibunuh seperti cara dia membunuh tikus dan burung. Ditusuk dengan kayu runcing dari anus sampai ke bagian atas tubuh. Lalu kayu runcing ini ditegakkan ditanam ditanah. Sedang si korban mati perlahan – lahan.

Kekejaman Dracula kepada umat Islam termasuk membunuh 30.000 pedagang Turki yang menetap di Wallachia. Para pedagang ini dikumpulkan pada hari perayaan St.Bartholome tahun 1459 M. Mereka dimasukkan kedalam sebuah ruangan besar lalu Dracula mengunci mereka dari luar dan membakar ruangan tersebut.

Pada 1462 M, Dracula kembali membantai 20.000 umat Islam yang tinggal di Wallachia. Mereka termasuk tawanan, dan masyarakat biasa yang berhasil ditangkap. Pembantaian ini merupakan “tantangan” kepada Sultan Mehmed II yang mengirim pasukan untuk membunuh Dracula.

Selain umat Islam, banyak juga korban yang berasal dari para tuan tanah dan keluarganya. Menurut perkiraan jumlah korbannya mencapai 40.000 sampai dengan 100.000 orang. Jumlah ini diperkirakan masih bisa bertambah banyak.

Yang lebih mengerikan adalah fakta bahwa Dracula meraih kepuasan dan kenikmatan saat membunuh para korbannya. Jerit kesakitan, darah mengalir, dan jerit korban mengharapkan malaikat maut segera menjemput karena tak tahan siksaan adalah sumber kepuasan Dracula. Ketika mereka menjerit Dracula menatap penuh kepuasan sambil menikmati hidangannya.

Ditambah fakta Dracula adalah seorang penemu dalam metode penyiksaan dan pembunuhan. Menusuk korban dari anus sampai bagian atas tubuh adalah penemuannya. Hypatia Cneajna dalam bukunya mengungkapkan beberapa metode Dracula diantaranya merebus korban hidup – hidup, membutakan mata korban, memotong otot – otot tertentu dan memanggang korban.

Pada tahun 1476 M, Dracula berhasil dibunuh dalam pertempuran dengan pasukan Turki Ottoman. Beberapa pendapat menyebutkan tentang siapa persisnya pembunuh Dracula. Tetapi semuanya sependapat bahwa Dracula dipenggal kepalanya.

Makam Dracula pun dirahasiakan. Ada yang menyebutkan di Turki, namun ada pula yang menyebutkan bahwa jasadnya dibawa oleh biarawan Snagov dan dikuburkan di gereja Snagov. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa jasadnya dipotong – potong dan disebar ke berbagai gereja Eropa karena dianggap pahlawan dalam perang Salib.

Munculnya sosok Dracula yang digambarkan sebagai makhluk setengah manusia setengah iblis yang hidup dengan menghisap darah. Menurut Hypatia Cneajna adalah usaha untuk menutupi kekejaman Dracula selama perang salib yang telah membantai kaum Islam termasuk masyarakat biasa. Oleh karena itu dia dianggap pahlawan. Ini adalah cara agar orang – orang melupakan kekejaman yang pernah dilakukan Dracula.

Cara ini bisa dibilang berhasil karena sampai saat ini, jika kata Dracula disebutkan maka dibenak kita adalah makhluk haus darah yang masih berupa mitos. Maka terlupakanlah sosok Dracula yang asli dan kesadisannya kepada umat Islam.

sumber :

Dracula, Pembantai Umat Islam Pada Perang Salib, Hypatia Cneajna


wikipedia.org

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s