Pelatnas Jangka Panjang Dipertanyakan

Rencana pelatih anyar kesebelasan Indonesia, Alfred Riedl, untuk menggelar pelatnas jangka panjang dan tidak memperbolehkan pemain yang dipanggil timnas untuk bermain di kompetisi apa pun, menuai penolakan.

Ada berbagai alasan yang dibalik penolakan tersebut. Syamsul Chaerudin, pemain PSM Makassar dan jangkar timnas, mempertanyakan tentang jaminan pemasukan pemain. Karena klub adalah gantungan mereka untuk kehidupan sehari – hari. Bila pemain yang terpanggil tidak boleh membela klub, bisa jadi para pemain timnas nanti dalam status tanpa klub, karena biasanya klub – klub Indonesia enggan mengontrak pemain yang tidak bisa tampil.

Masalah kontrak pula menjadi sorotan Eka ramdani dan Bambang Pamungkas. Rata – rata pemain sepakbola Indonesia, dikontrak sampai bulan September sedangkan pelatnas rencananya akan digelar bulan Agustus. Jika para pemain timnas nantinya berstatus tanpa klub setelah Piala AFF maka hal ini akan menyebabkan para pemain timnas menganggur menunggu jendela transfer ke II, dan ini adalah kerugian bagi timnas sendiri karena pemain tak bermain reguler.

Selain itu Bambang Pamungkas menilai bahwa kompetisi reguler bisa menempa kemampuan pemain.

Para pelatih klub – klub peserta ISL pun mengkritisi rencana pelatnas jangka panjang ini. Karena pengumpulan pemain dalam jangka waktu yang lama dan hanya berlatih dengan hanya sesekali melakukan uji coba akan berimbas pada penurunan kualitas permainan para pemain.

Alfred Riedl mempunyai alasan sendiri atas pelatnas jangka panjang ini. Dia menilai rata – rata pemain kita mempunyai fisik yang lemah. Jika pemain harus bolak – balik memperkuat klub dan timnas, tentu akan membuat pemain lelah. Namun asisten pelatih Persib, Yusuf Bachtiar, menganggap bahwa masalah ini bisa diselesaikan dengan pembenahan jadwal. Lukas Tumbuan, mantan pelatih Persikab Bandung, merasa pengumpulan pemain dalam jangka waktu panjang ini adalah untuk memantapkan pola permainan yang dikehendaki Riedl.

PSSI sejauh ini masih belum memutuskan walau telah memberikan dukungan pada rencana Riedl. Pola pelatnas jangka panjang pernah diterapkan Riedl semasa melatih Vietnam. Hasilnya Vietnam hanya mampu memberikan kejutan saja pada turnamen yang diikuti tanpa membuahkan prestasi.

sumber: Tabloid Bola, 22 Mei 2010

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s