Klub Indonesia di Asian Cup Winners Cup

Pada tahun 1991, AFC pernah membuat sebuah turnamen selain liga Champion Asia, yaitu Asian Cup Winners Cup. Turnamen ini mempertemukan klub – klub juara liga nasional seperti halnya Liga Champion.

Tahun 1991 :

Indonesia mengirimkan Kramayudha Tiga Berlian sebagai wakil. Bertemu klub Negeri Jiran, Singapura, Geylang United. Kramayudha berhasil lolos setelah dari dua kali pertemuan berbagi selisih gol imbang 3-3. Kramayudha lolos karena peraturan gol away, sebab di Singapura Kramayudha berhasil menahan imbang tuan rumah 2 – 2.

Kramayudha pun lolos ke babak kedua dan bertemu wakil Cina, Dalian Shide. Namun kedua tim akhirnya mengundurkan diri dari turnamen dan tak sempat bertanding.

Tahun 1992 :

Pupuk Kaltim ( PKT ) Bontang melaju sebagai wakil Indonesia. Tahun ini babak pertama dipisah menjadi 2 region yaitu asia timur dan asia barat. Pupuk Kaltim bertemu dengan Karachi Port Trust asal Pakistan pada babak ini. Pertemuan pertama di Bontang, PKT berhasil menekuk Karachi dengan skor 3 – 0. Giliran pertandingan di Pakistan PKT berhasil mempecundangi tuan rumah 6 – 0.

PKT pun berhak lolos ke babak perempatfinal. PKT bertemu dengan klub Filipina, Sinugba. Tetapi Sinugba mengundurkan diri dari turnamen. Dengan kondisi ini PKT berhak lolos ke semifinal dan menantang Nissan FC dari Jepang. Sayang PKT gagal lolos karena dari kalah 2 – 0 pada pertandingan pertama dan pada pertandingan kedua hanya bisa bermain tanpa gol.

Tahun 1993 :

PKT Bontang masih jadi wakil Indonesia. Lagi – lagi tahun ini bertemu dengan Nissan FC pada babak kedua. Setelah babak pertama PKT menang WO atas klub Hongkong Sing Tao. Mimpi buruk PKT atas Nissan FC setahun sebelumnya karena mereka kembali kandas setelah kalah 2 – 4. Di Bontang mereka menahan imbang Nissan 1 – 1, sedangkan di Jepang mereka kalah 1 -3.

Tahun 1994 :

Nissan FC rupanya benar – benar menjadi penakluk klub Indonesia. Semen Padang, yang lolos ke babak perempatfinal setelah pada babak pertama mendapatkan bye dan babak kedua menaklukkan klub Vietnam, Cang Sai Gon dengan aggregate 2 – 1, harus takluk dengan telak dari Nissan FC dengan selisih gol 2 – 12. Walau pada pertandingan pertama di Indonesia, Semen Padang menaklukkan Nissan 2 – 1, di pertandingan kedua Semen Padang benar – benar dibikin remuk dengan skor 0 – 11.

Tahun 1995 :

Klub asal Pulau Dewata,Bali, Gelora Dewata mewakili Indonesia pada turnamen kali ini. Walau pada babak kedua penyisihan Asia Timur Gelora Dewata berhasil menaklukkan Kuala Lumpur FA, namun mereka gagal lolos ke babak selanjutnya dikarenakan menggunakan 2 pemain yang tidak mendapatkan izin bertanding ( ineligible ).

Tahun 1996 :

Petrokimia Putra mendapatkan bye di babak pertama penyisihan. Mereka langsung lolos ke babak kedua dan bertemu klub Thailand, Rajapracha Ucom FC. Pada pertandingan pertama Rajapracaha menang dengan skor 5-4. Sedang pada pertandingan kedua Petrokimia menang dengan skor 2-3. Lolos karena peraturan gol away, Petrokimia bertemu Yokohama Flugels dibabak perempatfinal.

Rupanya ketangguhan klub Jepang masih belum bisa dirontokkan tahun ini. Karena Petrokimia dikalahkan dengan selisih gol 7 – 1.

Tahun 1997 :

Manstrans Bandung Raya mewakili Indonesia musim ini. Lolos dari babak pertama setelah mempecundang klub Malaysia, Pahang, dengan selisih gol 1 – 5. Bandung Raya gagal di babak kedua setelah kalah dari klub South China Hongkong dengan selisih gol 1 – 5.

Tahun 1998 :

Juku Eja melaju ke turnamen ini setelah menjadi juara Liga Indonesia. PSM pada babak pertama mendapat bye dan babak kedua mengalahkan klub Thailand, Royal Thai Air Force dengan selisih gol 1 – 2. Masuk ke perempat final PSM berhadapan dengan Suwon Samsung Bluewings. Rupanya nasib buruk menghinggapi tim Juku Eja, karena di Makassar mereka takluk dengan satu gol tanpa balas, sedangkan di Korea Selatan, PSM takluk 12 gol tanpa balas. Gua masih ingat faktor cuaca dingin adalah salah satu penyebab selusin gol itu.

Tahun 1999 : Indonesia tidak mengirimkan klub.

Tahun 2000 :

Persebaya Surabaya menjadi wakil Indonesia. Langsung lolos ke babak kedua, Persebaya harus menerima hasil pahit karena kalah dengan selisih gol 6 – 0 dari Bangkok Bank Thailand.

Tahun 2001 :

PKT Bontang kembali menjadi wakil Indonesia. Sayang mereka gagal menunjukkan kiprah yang manis setelah kalah di babak kedua oleh klub Thailand, Bec Tero Sasana dengan selisih gol 1 – 5.

Tahun 2002 :

PSM kembali masuk diturnamen tahun ini. Namun pada babak pertama langkah PSM harus terhenti karena kalah dari klub Maladewa, Victory SC dengan selisih gol 2 – 4.

Musim ini adalah musim terakhir Asian Cup Winners Cup karena tahun berikutnya turnamen ini digabung dengan Liga Champion Asia. Dari 11 edisi Asian Cup Winners Cup, prestasi terbaik wakil Indonesia hanya sampai babak semifinal.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

3 thoughts on “Klub Indonesia di Asian Cup Winners Cup”

  1. tahun 2002 hanya ada satu turnamen yang mempertemukan juara2 liga di Asia yaitu Liga Champion asia. AFC Cup itu turnamen khusus bagi negara2 yang dianggap masih negara “berkembang” di persepakbolaan Asia, jadi tidak semua negara ikut dalam AFC Cup. penjelasannya ada di blog ku cari aja. Sebetulnya masih ada turnamen “dibawah” AFC Cup yaitu President’s Cup…pesertanya kaya Kamboja dan negara2 lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s