SBY Cari Pelatih Timnas Sepakbola (Bukti Tak Percaya PSSI?)

Sebagai seorang pemimpin negara, Susilo Bambang Yudhoyono, merasa prihatin dengn kondisi sepakbola saat ini. Tak pernah berprestasi di tingkat internasional, bahkan hanya untuk Asia Tenggara pun Indonesia sudah tak mampu.

Pada hari Senin ( 5/7 ) menjelang rapat kabinet SBY mengutarakan keinginannya untuk mencarikan timnas sepakbola, seorang pelatih yang berkualitas. Bahkan secara khusus pelatih yang dicari adalah yang mempunyai track record sukses mengangkat tim papan bawah ke papan atas. Lebih lanjut SBY mengatakan selama menghadiri pertemuan G-20 di Kanada, dia berikhtiar mengenai pelatih tersebut.

SBY menambahkan akan segera berkomunikasi dengan KONI dan PSSI untuk membahas hal ini. Dibutuhkan langkah – langkah konkret menurutnya, jika tidak sampai lebaran kuda pun sepakbola Indonesia akan tetap terpuruk.

Inilah, menurut saya, babak kedua “ketidakpercayaan” SBY kepada PSSI era Nurdin Halid. Babak pertama adalah penyelenggaraan Kongres Sepakbola Nasional yang digelar di Malang 30 – 31 Maret lalu. Babak pertama Nurdin Halid “sukses” menguasai “pertandingan” dengan mengirimkan orang – orangnya membajak kongres tersebut. Walhasil kongres tersebut diwarnai kericuhan dan hasil kongres tidak jauh beda alias sama saja dengan program PSSI. Tak ada sesuatu langkah baru yang dihasilkan Kongres Sepakbola Nasional.

Babak kedua sekarang baru akan dimulai. Tampaknya ini akan berjalan seru. Karena dalam pandangan saya, SBY sudah lagi tidak mempercayai Nurdin Halid. Timnas pun telah mempunyai Alfred Riedl sebagai pelatih timnas. Riedl pun telah menjalankan program seleksi pemain. Hal tersebut nampaknya bisa jadi sia – sia, karena SBY menginginkan pelatih lain bukan Riedl. Secara tidak langsung ini adalah ketidakpercayaan terhadap sosok Alfred Riedl.

Sebagai seorang pencinta sepakbola Indonesia, saya menantikan langkah lanjut dari keinginan SBY ini. Apakah Riedl akan dilengserkan bahkan sebelum memimpin pertandingan pertamanya bersama Indonesia? Karena dengan kriteria mampu mengangkat tim papan bawah ke papan atas, Riedl, dalam hemat saya, tidak memenuhi kriteria tersebut. Sebagai catatan selama menangani timnas Vietnam, Riedl belum bisa menghadirkan trofi bagi Vietnam. Guus Hiddink atau Bora Milutinovic, adalah 2 pelatih yang memenuhi kriteria tersebut.

So, mari kita lihat, apakah di babak kedua SBY sukses meng-gol-kan idenya, atau kembali Nurdin Halid berhasil mementahkan peluang gol dan memaksa tendangan penjuru untuk sebuah peluang kembali bagi SBY? kita tunggu….!!!!!

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s