Takhayul Sepakbola, Tidak Hanya di Dalam negeri

Dulu waktu jaman SMA, kebetulan aku masuk tim sepakbola. Kita sempat ikut turnamen sepakbola tahunan KODIM. Pas giliran kita bertanding, sebelum pertandingan dimulai, pembina ekstrakulikuler sepakbola berkata diakhir arahannya :

“Mungkin ini percaya atau tidak, tapi silahkan kencingi gawang itu sebelum pertandingan dimulai”

Akhirnya senior aku tuh yang kencing digawang itu, sambil kita kelilingi untuk menjaga agar orang lain tak bisa melihat.

Itulah salah satu mitos yang dipercaya dalam sepakbola. Mengencingi gawang dipercaya bisa membuat penyerang lawan mandul. Jika itu dilevel bawah, di level atas sepakbola Indonesia pun hal – hal berbau klenik ini sering terjadi. Aku masih ingat salah seorang kiper nasional yang sering membawa jimat ketika dia bertanding. Kalau sempat jimat itu tak terbawa si kiper ini bisa gugup.

Makanya tak aneh kalau sering orang bilang bahwa sepakbola Indonesia susah maju karena masih percaya hal – hal musyrik seperti ini. Alih – alih mengandalkan skill malah lebih mempercayai kekuatan – kekuatan yang tidak jelas. Tak jarang orang bilang kita harus mencontoh negara – negara lain yang tidak mempercayai hal – hal demikian ketika bertanding sepakbola. Tapi apakah benar negara – negara yang maju sepakbolanya bebas dari klenik?

Ternyata tidak juga. Raymond Domenech, mantan pelatih timnas Prancis, tidak memasukkan Robert Pires ke dalam skuad Euro 2008 karena zodiaknya tidak sama dengan Pires. Ini merupakan tanda kesialan, demi kesuksesan Pires pun ditinggalkan. Faktanya Prancis justru hancur di Euro 2008.

Kelakuan para pemain yang ketika masuk ke lapangan menyentuh rumput dengan tangan mereka juga dipercaya untuk memperoleh keberuntungan.

Joachim Loew, pelatih Jerman, pada piala dunia kali ini selalu memakai kaus biru tangan panjang dari pertandingan pertama Jerman di piala dunia sampai babak semifinal. Kaus biru itu tidak pernah dicuci selama piala dunia. Bahkan sebelum laga semifinal para ofisialnya meminta Loew tetap memakai kaus itu karena dianggap bertuah. Buktinya Jerman takluk ditangan Spanyol.

Piala dunia kali ini juga mengorbitkan nama Paul si gurita Jerman yang dipercaya mempunyai kekuatan magis untuk meramal pemenang dari setiap pertandingan.

Ramalannya disebut – sebut nyaris sempurna. Apalagi dengan ekspos media Paul langsung menjadi salah satu bintang Piala Dunia. Padahal Paul hanya seekor gurita, tapi banyak penjudi yang menggantungkan harapannya pada pilihan Paul. Secara insting hewan, Paul mungkin hanya mengikuti selera makannya saja. Karena disetiap kotak yang dipasangi logo bendera negara – negara yang bertanding ditaburi pula makanan Paul. Mungkin juga ini berkaitan dengan warna setiap bendera ada yang mencolok atau tidak bagi Paul.

Hal – hal berbau takhayul memang selalu ada dalam setiap kebudayaan. Dari Asia, Eropa, Afrika, Amerika, Australia, mempunyai mitos – mitos tersendiri dalam kebudayaan mereka. Terbawa ke lapangan hijau karena dipercaya oleh para pelaku sepakbola sendiri.

Sebagai orang yang beragama kita tidak boleh percaya terhadap takhayul tersebut. Musyrik dan juga menyebabkan kita malas berusaha dan bekerja keras karena menggantungkan harap pada ketidakjelasan.

Oh iya, hasil dari kencing senior saya adalah kami kalah 4 – 1.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s