Preview Final World Cup 2010

Belanda vs Spanyol akhirnya akan menjadi partai pamungkas World Cup 2010. Belanda melenggang ke final setelah di semifinal mengandaskan satu – satunya wakil Amerika Latin yang tersisa, Uruguay, dengan skor 3-2. Spanyol mengalahkan Jerman 1 – 0 di semifinal, yang kemudian merebut posisi ke – 3 dengan mengalahkan Uruguay 3-2.

Belanda malam ini diprediksi akan menggunakan pola yang sama yaitu 4 – 5 – 1. Marten Stekelnburg sebagai penjaga gawang. Bek sayap kanan ditempati Karim Boulahrouz, centre back diisi duet Johny Heitinga dan Joris Mathijsen, bek kiri diisi bek gaek kapten tim Giovanni Van Bronkchorst.

Sektor gelandang bertahan ditempati Mark Van Bommel, yang dalam partai melawan Brazil sukses memancing emosi pemain Brazil dengan tekel – tekel kerasnya, dan juga De Zeeuw. Sayap kanan masih diisi Arjen Robben, yang akan selalu melakukan gerakan favoritnya mengiris pertahanan kiri lawan kemudian memotong ke tengah lapangan lalu melepaskan tembakan ataupun umpan maut kepada striker. Wesley Sneijder akan bertindak sebagai playmaker dan juga motor permainan Belanda. Sayap kiri ditempati seorang penyerang yang harus meninggalkan pakem utamanya sebagai striker yaitu Dirk Kuyt.

Penyerang Arsenal, Robin Van Persie akan menjadi ujung tombak tunggal. Meski belum menunjukkan performa menjanjikan dengan gol – gol nya, tapi pelatih Belanda Bert Van Marwijk tetap akan mengandalkannya.

Serangan Belanda akan bertumpu kepada visi Sneijder dan tusukan Robben. Dua pemain ini sukses menjalankan tugasnya selama babak 16 besar, perempatfinal dan semifinal. Pada pertandingan grup Belanda seakan kehilangan separuh nyawa karena Robben masih dililit cedera hamstring. Hasil pertandingan pun kurang meyakinkan. Menang 2-0 atas Denmark, yang salah satunya gol bunuh diri Daniel Agger, Menang 1- 0 atas Jepang karena kiper Jepang Eiji Kawashima salah mengantisipasi tembakan Sneijder, dan menang 2-1 atas tim yang sudah tipis harapan, Kamerun.

Robben masuk, Belanda tampak menggigit. Sneijder yang mempunyai multifungsi sebagai playmaker dan eksekutor pun terlihat lebih ringan, karena Robben siap membelah pertahanan lawan dari sisi kanan. Namun disini pula titik kelemahan Belanda. Matikan kedua pemain ini maka habislah Belanda. Van Persie dan Dirk Kuyt belum bisa memberikan jaminan kemenangan.

Spanyol, Juara Piala Eropa 2008, merupakan tim yang lambat panas pada Piala Dunia 2010. Kalah 0-1 dari Swiss, sempat membuat orang pesimis terhadap pasukan matador ini. Namun berkat dua kemenangan, 2-0 atas Honduras, dan 2-1 atas Cile, Spanyol akhirnya lolos ke 16 besar. Dari sini permainan mereka terus menanjak, Portugal dikalahkan 1-0, Paraguay dihempaskan 1-0, dan terakhir mengandaskan tim paling produktif pada Piala Dunia 2010, Jerman, cukup dengan skor 1-0.

Pertandingan final kemungkinan Spanyol akan menurunkan pola 4-3-1-2. Iker Casillas sebagai penjaga gawang. Bek kanan ditempati bek agresif, Sergio Ramos, yang mudah – mudahan tetap fokus bertahan, Joan Capdevilla dikiri, duet sentral bek, ditempati Gerard Pique dan Carles Puyol, pemain berambut gimbal yang selalu mencurahkan konsentrasi penuh menjaga pertahanan.

Sayap kanan akan ditempati Andres Iniesta, sayap kiri oleh Sergio Busquets, dan gelandang bertahan diisi Xabi Alonso. Playmaker akan diberikan kepada pemain kunci Barcelona Xavi Hernandez. Duet Fernando Torres, yang masih gagal mencetak gol, dan David Villa akan mencoba membongkar pertahanan Belanda selama 90 menit.

Permainan Spanyol kemungkinan justru akan mengadopsi permainan yang ditemukan oleh Belanda, yaitu Total Football. Bola yang mengalir tiada henti dan para pemain yang secara konstan memberikan ancaman kepada lawan mencoba menemukan celah untuk sebuah gol. Yang pasti Spanyol akan berusaha terus menguasai bola, Bagaimana mereka memperlakukan Jerman adalah buktinya. Menunggu dengan pasti setiap peluang, sambil bermain rapat, membuat lawan terkuras fisik dan emosi. Hal ini dimungkinkan karena lini tengah mereka diisi 3 pemain Barcelona yang sudah paham bagaimana mempermainkan lawan. Kemampuan 4 gelandang ini merata, semua mempunyai kemampuan mendobrak hampir setara.

Belum lagi tajamnya striker, yang walaupun dipasang seorang, David Villa. Yang sejauh ini sudah mengemas 5 gol. Sedangkan Torres mungkin akan berusaha habis – habisan agar pulang ke Spanyol membawa catatan gol di Afrika Selatan.

Kelemahan Spanyol disisi pertahanan terletak pada Sergio Ramos. Terlampau agresif dan kadang lupa bertahan. Serangan mereka yang ditumpukan pada Xavi tidak akan berarti apa – apa jika Xavi dijaga ketat. Barcelona sering merasakannya dan juga Spanyol pada pertandingan pertama melawan Swiss. Spanyol lebih mematikan jika mendobrak dari tengah. Jika mereka lebih dipaksa menyerang lewat umpan – umpan lambung dari sayap, mungkin hasilnya akan buruk.

Secara permainan, Spanyol lebih unggul dari Belanda. Secara individu bisa dibilang kedua tim ini berimbang. Satu persamaan adalah mereka akan habis – habisan menjadi juara dunia karena mereka belum pernah merasakannya. Kita tunggu saja apakah pertandingan akan benar – benar pantas menjadi pertandingan penutup Piala Dunia atau akan menjadi antiklimaks.

Selama bola itu bundar, maka nasib pun akan sulit ditebak. Apalagi ditambah fakta, Jabulani yang selama Piala Dunia sukses mengelabui beberapa penjaga gawang dan menghadirkan nasib buruk. Kita tunggu malam ini.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s