PSSI Lirik Pemain Keturunan Indonesia di Liga Asing

Trend memanggil para pemain yang masih mempunyai latar belakang kewarganegaraan suatu negara karena faktor orang tua, kini akan coba diikuti oleh PSSI.

Alfred Riedl, pelatih timnas, pada awal tugasnya pun sempat mengeluarkan ide untuk melirik para pemain keturunan Indonesia yang bermain diliga asing untuk diajak bergabung ke skuad timnas. Bahkan pada pertengahan bulan Juli yang lalu, setelah mudik ke Austria, Riedl dikabarkan akan mengunjungi Belanda untuk memantau para pemain keturunan Indonesia yang banyak bermain disana.

Para pemain yang kebanyakan berdarah Maluku ini tersebar di berbagai level kompetisi sepakbola di Belanda. Berikut beberapa diantaranya nama – nama para pemain keturunan Indonesia yang bermain di liga Belanda. Raphael Tuankotta (21, Volendam yunior), Justin Tahaparry (21, FC Eindhoven), Estefan Pattinasarani (17 tahun, AZ Alkmaar), Marvin Wagimin (17 tahun, VVV Venlo), Tobias Waisapy (18, Feyenoord yunior), dan Raymon Sosroredjo (17, Vitesse yunior).

Menurut kabar, BTN juga mengirimkan perwakilannya untuk mendampingi Alfred Riedl selama melakukan pemantauan kepada para pemain keturunan Indonesia ini apakah mereka layak atau tidak diajak bergabung bersama timnas.

Ternyata bukan hanya PSSI yang berminat tetapi juga beberapa pemain keturunan Indonesia menyatakan minat mereka. Bahkan akan diadakan pertandingan amal pada tanggal 4 dan 7 Agustus nanti bertempat di Malang dan Surabaya yang mempertemukan Garuda Merah Vs Garuda Putih yang diperkuat sebagian besar oleh para pemain muda Liga Super Indonesia, ditambah 4 pemain keturunan Indonesia.

Mereka adalah Partosoebroto bersaudara yaitu Donovan dan Vincent yang bermain di FC Hooffddrop Belanda, Sergio Van Dijk yang bermain di Adelaide United Australia, Kim Jeffrey Kurniawan yang bermain FC Heidelsheim Jerman, dan Alessandro Trabucco yang bermain di Rimini Calcio Italia.

Sergio van Dijk

Menanggapi minat para pemain keturunan ini, Menegpora, Andi Mallarangeng, mengatakan mendukung naturalisasi dalam bidang olahraga. Anggar dan taekwondo telah melakukannya. Hanya Andi mengingatkan bahwa Indonesia tidak menganut sistem kewarganegaraan ganda. Jadi mereka yang berminat untuk berprestasi membawa nama Indonesia harus melepaskan kewarganegaraan asal. Dalam proses naturalisasi, Andi menyatakan siap membantu.

PSSI dalam hal ini harus sangat selektif untuk memilih pemain yang bisa diajak bergabung dengan tim nasional. Jangan hanya terpaku oleh fakta bahwa mereka bermain di liga asing. Karena kebanyakan dari mereka masih berada di tim junior, tim cadangan, ataupun bermain di bukan dikompetisi utama. Jadi proses penyeleksian harus benar – benar mampu memilih pemain yang memang bisa membuat timnas menjadi kesebelasan yang tangguh.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

9 thoughts on “PSSI Lirik Pemain Keturunan Indonesia di Liga Asing”

  1. iya….saya lebih setuju para pemain yang memang kedua orangtuanya asli indonesia…bukan pemain yang lahir dari setengah Indonesia, lahir diluar, bahkan tidak mengenal sama sekali indonesia

  2. Saya sangat mendukung program PSSI memantau dan akan merekrut pemain keturunan Indonesia yang bermain di Liga Asing untuk menjadi pemain Timnas Indonesia. Kalau kehadiran mereka dapat mengangkat kehormatan bangsa dan negara kita, mengapa tidak ? Tapi sebaiknya ini dilakukan hanya untuk sementara sebelum pemain lokal belum mampu untuk tampil di pentas dunia. Bravo PSSI.

  3. Kita seharusnya bangga pemain sperti Kim Kurniawan dkk ingin pulang membela Tim Garuda yg “KONYOL” prestasi ini…daripada truss berharap pada pemain2 lokal yg gajinya selangit tp tdk ada prestasi…n apalagi klo kompetisi spakbola kita yg “BOBROK” sperti ini…mana ada pemain berkualitas yd dihasilkan…jerman..italia…portugal sj mw naturalisasi knapa kita justru SOK JUAL MAHAL…???

  4. memang tidak ada salahnya…tapi tetap para pemain yang mau dinaturalisasi ini harus dipandang sejajar dengan pemain yang main di ISL, yaitu sama2 punya kesempatan dipanggil timnas. Bukan hanya karena main diluar negeri lantas dipanggil timnas, kualitas yang penting bukan dimana bermain.

  5. kok ada juga yang nggak setuju ya…aneh…ini sebenarnya langkah maju bukan langkah mundur….toh mereka masih punya darah indonesia…gerard asamoah tak ada setes daranya ada campuran jerman dan jadi warga negara jerman dan membela timnas jerman…padahal kita ketahui jerman itu latar belakang rasisnya sangat kuat…tapi toh mereka membuka diri juga….masalah kualitas tak perlu di kuatirkan…persaingan di liga2 eropa dan latin baik dikasta yang paling rendah pun persaingan mereka sangat ketat…hingga mental, semangat, fisik mereka lebih dari pemain lokal…masih banyak lagi naturalisasi …ozil (turky-jerman),keidira (turky-jerman),van brounkvos(indonesia-belanda),deco(brasil-portugal),marcos sena(brasil-spain),owen haegraves(canada-inggris), camoranesiargen-itali), muzzi izzet (jerman-turky), danny lanzzat,ouyugwu(nigera-as),ryan giggs (inggris-wales),alex(brasil-jepang)…dan masih banyak lagi…dan masih banyak lagi..ayo dong membuka diri…negara yang sepak bolanya udah maju saja masih butuh pemain naturalisasi dan keturunan….

  6. setuju sih..maksud saya melalui tulisan ini…harus ada uji kelayakan dulu lah…jangan langsung dimasukkan ke timnas….diuji dulu..kalao lolos oke siap mendukung

  7. Aaah…Menurut ku sah saja andai 50% skuad Timnas diisi pemain keturunan/Naturalisasi..Kenapa..???
    Dari Kualitas mungkin ga jauh beda…Hanya faktor mental pemain2 dari kompetisi Eropa mungkin sedikit lebih bae dibandingkan pemain lokal itu terbukti dengan ketenangan n semangat juang Irvan Bachim & El Loco di Piala AFF Suzuki 2010..
    Masih ingat kah beberapa pahlawan Piala dunia berasal dari Naturalisasi/Keturunan..???
    *Camoranesi berdarah Argentina & Italy jadi kartu truf Italy dalam meraih gelar Juara PD2006
    *Zidane Yg berdarah Aljazair menjadi legenda hidup Prancis dan berhasil memberikan Trofi Piala Dunia 1998…

  8. Bener kang ayip, biasanya mental para pemain yang ditempa dikompetisi eropa memang lebih baik. Hanya saya mah teuteup yang harus diutamakan para pemain lokal dulu yang main di ISL jangan terlalu mudah menaturalisasi, tanpa memperhatikan faktor kualitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s