Sriwijaya FC Hattrick Juara Piala Indonesia

Gelaran final Piala Indonesia mencapai puncaknya tadi malam (1/8). Final yang mempertemukan Sriwijaya FC dan Arema Malang ini berjalan seru, penuh warna, dan kontroversial.

Baik Sriwijaya FC dan Arema menampilkan para pemain terbaik mereka. Arema tampil tanpa kapten Pierre Njanka yang terkena larangan bertanding karena akumulasi kartu pada pertandingan sebelumnya.

Stadion Manahan Solo yang didominasi warna biru Aremania, tidak menyurutkan mental Sriwijaya. Sejak menit awal permainan, Sriwijaya terus menekan Arema yang tampak kelimpungan akibat absennya Njanka. Pertandingan yang berlangsung panas mencapai puncak ketika striker Singapura, Noh Alam Shah, dikartu merah wasit Jimmy Napitupulu pada menit ke-20, karena tendangan mautnya ke arah kepala bek Sriwijaya yang sesama penghuni timnas Singapura, Precious Emerajeaye.

Ban kapten yang tadinya diemban Noh Alam Shah, akhirnya dipegang Zulkifli Syukur. Arema pun bermain dengan 10 orang. Sampai babak pertama berakhir Arema masih bisa menahan imbang Sriwijaya 0-0.

Disinilah kemudian kontroversi terjadi. Kapolda Jateng, Alex Bambang Riatmodjo, yang turun langsung mengontrol keamanan, meminta wasit Jimmy Napitupulu diganti karena keputusan – keputusannya dianggap berat sebelah dan bisa memicu kerusuhan. Pertandingan pun tertunda selama satu jam. Padahal kartu merah bagi Noh Alam Shah memang berhak diberikan karena Noh melakukan tindakan berbahaya yang mengancam keselamatan pemain lawan.

Jimmy menolak diganti karena hanya wasit sendiri yang bisa mengajukan pergantian wasit dengan pertimbangan tidak mampu lagi secara fisik memimpin pertandingan. Presiden Direktur PT Liga Indonesia, Andi Darussalam, Ketua Komisi Wasit, Togar Manahan Nero, dan Bambang pun berunding. Setelah memanggil Jimmy, Bambang akhirnya melunak dan kembali memberi izin pertandingan.

Kapolda Jateng dalam wawancara TV sebelum pertandingan babak kedua dimulai, mengatakan bahwa Jimmy telah berkomitmen untuk memimpin seadil -adilnya.

Babak kedua yang telah tertunda sejam akhirnya dimainkan. 3 menit kemudian pemain asal St.Kitts & Nevis, Keith Kayamba Gumbs, berhasil menjebol gawang Arema setelah memanfaatkan sepak pojok Pavel Solomin.

Arema yang mengandalkan M.Fachrudin, Roman Chmelo, dan M.Ridhuan akhirnya bisa membalas setelah M.Ridhuan berhasil menyambar bola liar didepan gawang Hendro Kartiko pada menit – 71.

Skor 1-1 tidak bertahan lama. Pada menit -79, Pavel Solomin berhasil lolos dari jebakan offside dan dengan kaki kirinya menjebol gawang Kurnia Meiga. Gol ini sempat diprotes Irvan Raditya, bek Arema, karena mengganggap Pavel Offside. Namun protes Irvan berhasil diredam oleh kawan – kawannya sendiri. Pertandingan pun berjalan kembali.

Sampai babak kedua selesai Sriwijaya FC berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 dan mengangkat trophy Piala Indonesia untuk ketiga kalinya. Setelah berhasil 2 kali menjadi juara Copa Dji Sam Soe. Kemenangan ini merupakan kado perpisahan dari Rahmad Darmawan karena musim depan posisinya diganti Ivan Kolev.

Juara ke – 3 Piala Indonesia diraih Persik Kediri setelah mengalahkan Persipura Jayapura 1-0 pada hari Sabtu (31/7).

Sedangkan topskor Piala Indonesia diraih striker Persib Bandung, Christian Gonzalez, dengan catatan 10 gol.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

5 thoughts on “Sriwijaya FC Hattrick Juara Piala Indonesia”

  1. setiap final sriwijaya fc pasti ada halangan. sepertinya banyak yg tdk menyukai dan mengakui sriwijaya fc.
    Mulai dr persipura yg mogok main, hingga arema skrg.
    Sriwijaya sering dirugikan wasit, tp tdk mlakukan aksi yg berlebihan. Sprti saat gol obiora dianulir wasit saat semi final piala indonesia lawan persipura.
    Berat cobaan sriwijaya sbgai klub profesional.
    Hebat, salut, bangga buat sriwijaya fc.
    I Love SFC.

  2. sriwijaya fc setiap final memang selalu saja ada halangan.
    Sepertinya orang takut kalau sriwijaya fc juara lagi.
    Tapi terbukti, sriwijaya fc setiap final main dimanapun selalu ada mental juara, aplg dikandang sndiri dan tidak cepet ngambek sprti anak kecil. sprti ktika gol obiora dianulir pd saat semi final lawan persipura.
    Sriwijaya fc tetap main dan sportif.
    SFC memang klub indonesia idolaku selain persela tentunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s