Pelatih – Manajer Harus Satu Orang

Tadi siang saya membaca sebuah berita dari klub Liga Super Indonesia yang kebetulan favorit saya, Persib Bandung. Berita ini bisa dibilang menyedihkan, kalau tidak dianggap lucu. Bagaimana mungkin seorang manajer klub sepakbola mendukung para pemain klub untuk mendemo pelatih. Dikarenakan alasan perekrutan dan penyeleksian yang kurang jelas. Belum lagi soal pelatih yang enggan menerima pemain rekomendasi manajemen, dia lebih senang mendatangkan pemain pilihannya sendiri, yang nyatanya kualitas pemain pilihannya pun dipertanyakan. silahkan diklik beritanya disini

Sungguh kisruh apa yang terjadi di Persib Bandung. Okelah soal perekrutan pemain yang tak jelas itu sudah pasti. Tapi dibalik itu ada permasalahan klasik di klub – klub Indonesia. Yaitu berpisahnya jabatan pelatih dan manajer. Jabatan ini dijabat oleh dua orang. Bila sejalan kedua orang ini, maka langkah klub akan mulus. Tapi bila tidak, maka yang terjadi akan ada pecah kongsi. Para pemain kena imbasnya perseteruan pelatih dan manajer. Penampilan klub pun turun.

Sudah sejak lama walau tak intens, saya memperhatikan peran pelatih dan manajer. Yang terlihat adalah seorang manajer di sebuah klub sepakbola Indonesia berperan bak seorang pelatih. Dia ikut menentukan taktik, starting line up, sampai ikut – ikutan memberikan instruksi dipinggir lapangan ketika tim bertanding, memberikan keterangan pers tentang teknis permainan klub. Peran manajer ini sudah overlapping. Bahkan tak jarang stategi dan pemain yang akan dipakai oleh seorang pelatih ditolak oleh manajer.

Hal ini, menurut saya, dikarenakan urusan pendanaan klub. Klub – klub sepakbola Indonesia yang kebanyakan masih mengandalkan APBD, tidak bisa berharap banyak ketika kompetisi akan dimulai. Karena dana APBD biasanya belum bisa dicairkan. Maka untuk menjalankan roda kegiatan sebuah klub yang pada awal musim, akan sibuk mengontrak, menyeleksi pemain – pelatih, seorang manajer akan mengemban tugas mencari dana talangan terlebih dahulu. Tak jarang dana pribadi mereka pun dikeluarkan untuk menalangi kebutuhan klub.

Bisa dibacakan kenapa sampai manajer terkesan “mengambil alih” peran pelatih? karena mereka merasa ikut membantu nafas keuangan klub agar semakin panjang. Keuangan klub adalah nyawa klub.

Dari sebuah artikel di wikipedia yang mengulas tentang tugas dan hak manajer pada sebuah klub profesional terdiri dari :

1. Menentukan starting line up pemain;
2. Menentukan strategi baik pada sebelum atau ketika pertandingan berlangsung.

3. Membagi tugas kepada pelatih tim utama dan staff pelatih dan medis.
4. Mencari pemain muda berbakat yang tergabung ke dalam tim junior atau tim cadangan.

5. Membeli dan meminjam pemain.

Tugas – tugas ini dijalankan dan dibagi bersama direktur teknik dan juga asisten manajer atau pelatih klub.

Tugas tambahan lainnya adalah :

1. Memasarkan ( mempromosikan ) klub, khususnya dalam penjualan tiket, kerjasama sponsor.

2. Menaikkan income klub.

Sedangkan pelatih dalam pengertiannya adalah orang yang mengarahkan, memberikan instruksi dan pelatihan klub atau atlet.

Jika dilihat pada peran pelatih dan manajer yang ada di Indonesia, maka semuanya masih tumpang tindih. Seorang manajer klub sepakbola adalah tentunya selain mempunyai kemampuan manajerial juga secara teknis mampu dan berwawasan dalam permainan sepakbola, secara formal dibuktikan dengan lisensi kepelatihan.

Harus disatukan jabatan dan manajer ini. Tidak bisa dipisahkan. Seorang pelatih yang menjadi manajer diklub adalah bisa dibilang ujung tombak klub, bukan lagi orang kedua setelah manajer. Karena teknis permainan tim, dan manajerial klub secara umum harus datang dari satu kepala. Bukan dua.

Sriwijaya FC musim depan akan dimanajeri oleh Ivan Kolev. Karena musim depan posisi pelatih dan manajer di Sriwijaya FC akan disatukan. Kedepannya maka setiap klub harus menyatukan dua jabatan ini. Agar tidak lagi ada perselisihan dalam proses menjalankan klub. Karena biasanya pelatih yang akan jadi korban, terkadang korban emosional seorang manajer.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s