Malay Lebay !!!

Panas – panas tentang Indonesia – Malaysia tak pernah surut. Dua negara yang selalu dibilang serumpun ini, memang sudah punya hubungan lama. Seperti yang dikatakan SBY dalam pidatonya tadi malam, hubungan Indonesia – Malaysia telah terjalin lama dan ratusan tahun.

Saking lamanya, ada “sense of belonging” Malaysia terhadap hasil kebudayaan Indonesia. Tapi mungkin juga ini adalah sifat tengil mereka seperti si Upin dan Ipin. Inilah yang sempat memanas sampai akhir 2009, pencaplokan budaya Indonesia oleh Malaysia.

Kasus terakhir adalah penangkapan 3 petugas DKP oleh pihak Malaysia pada tanggal 13 Agustus 2010 padahal ketiga petugas tersebut melaksanakan tugas mereka sesuai peraturan dan berada diwilayah Indonesia. Pada saat itu para petugas DKP menangkap 7 orang nelayan Malaysia yang masuk wilayah Indonesia tanpa izin. Walau akhirnya 3 orang petugas DKP tersebut dibebaskan pihak Malaysia namun panasnya tensi ketegangan dua negara belum turun sampai dengan sekarang.

Ide – ide untuk kembali “Ganyang Malaysia” muncul. Banyak orang yang sudah merasa bosan dengan tingkah laku si Malay. Penyiksaan terhadap TKI, Pelanggaran batas wilayah, pencurian budaya Indonesia, noordin m top dan azahari, si tukang bom, pun orang Malaysia, membuat semua orang Indonesia terbakar emosi. Perang bagi sebagian orang adalah solusi yang dirasa pas, karena selama ini pemerintah selalu mengedepankan perundingan.

Memang dari sisi pemerintah banyak sekali yang harus diperhatikan jika ingin berkonfrontasi dengan Malaysia. Karena kondisi sekarang beda jauh dengan konfrontasi Indonesia – Malaysia 1957 – 1968. Seperti yang dikatakan SBY bahwa ada 2 juta rakyat Indonesia yang bekerja dimalaysia, 13.000 pelajar Indonesia di Malaysia, ada 285 proyek investasi Malaysia di Indonesia, 6000 pelajar Malaysia di Indonesia, turis Malaysia adalah yang ke-3 terbanyak mengunjungi Indonesia. Jadi kaitannya sudah komplek dengan Malaysia, karena kita saling mengandalkan dalam banyak hal. Bahkan dalam pidatonya SBY mengatakan ada dalih diplomasi bahwa semakin dekat hubungan dua negara berarti semakin banyak masalah.

Untuk solusi masalah Indonesia – Malaysia, SBY seperti biasa selalu mengedepankan perundingan. Salah satunya adalah perundingan batas wilayah negara. Hal ini dipandang adalah solusi yang terbaik dengan tetap mempertahankan martabat Indonesia dan menjaga citra Indonesia sebagai panutan dikawasan ASEAN.

Namun, bagi sebagian besar rakyat Indonesia, langkah ini kurang pas. Karena tidak menunjukkan ketegasan kita. Malaysia yang berulangkali melecehkan harga diri Indonesia, seakan makin berasa diatas angin karena tidak ada ketegasan dari Indonesia.

Padahal kita tentunya sudah punya perangkat hukum terkait pelanggaran – pelanggaran kedaulatan wilayah Indonesia. Namun semuanya seakan tiada berarti dan si Malay semakin berulah. Layaknya orangtua yang hanya bisa berbicara kepada anaknya ” Jangan nakal ya nak ” dalam nada rendah tanpa diakhiri tanda seru dan intonasi yang naik diakhir kalimat.

Sebetulnya Malaysia layak berterimakasih kepada Indonesia. Karena banyak kemajuan mereka oleh dukungan Indonesia. Bahkan dulu Indonesia yang banyak mengirim guru ke Malaysia. Jutaan TKI kita disana membantu mereka menggerakkan roda industri.

Pemerintah telah memutuskan sikap membuka jalan perundingan. Saya hanya berharap Malay itu berpikir bahwa mereka masih diberi kesempatan merubah sikap menjadi lebih menghargai bangsa lain, sebelum Indonesia membuka konfrontasi dengan mereka atas ulah mereka. Tapi saya tidak berharap ketika SBY berpidato kemarin, si Malay tersenyum – senyum sambil duduk ongkang – ongkang kaki merasa menang karena mereka bisa mempermainkan negara yang lebih besar dan lebih kuat dari mereka.

Jika mereka merasa seperti itu, lebih baik mereka simak catatan sejarah mereka dan saya harap mereka menemukan pidato Ir.Soekarno, Presiden pertama Indonesia pada 27 Juli 1963, yang berisi :

Kalau kita lapar itu biasa

Kalau kita malu itu juga biasa

Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!

Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu

Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

Yoo…ayoo… kita… Ganjang…

Ganjang… Malaysia

Ganjang… Malaysia

Bulatkan tekad

Semangat kita badja

Peluru kita banjak

Njawa kita banjak

Bila perlu satoe-satoe!

sumber : vivanews.com, ide-gue.blogspot.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s