Bintang Muda Indonesia ( Piala Antar Pulau )

Pergelaran Inter – Island Cup yang artinya Piala Antar Pulau ( Bingung gw ko PSSI pake istilah bahasa inggris mulu ya ) baru saja selesai beberapa menit yang lalu. Sriwijaya FC menjadi juara setelah mengalahkan Persiwa Wamena 2 – 0 dalam pertandingan yang digelar distadion Jakabaring Palembang.

Gelar juara ini merupakan yang pertama bagi Ivan Kolev sebagai manajer Sriwijaya FC. Formasi 4 – 3 – 3 yang merupakan favoritnya berhasil membawa laskar wong kito menggebrak lawan – lawannya setelah pada pertandingan pertama kalah dari Persiba Balikpapan.

Turnamen ini juga memunculkan bintang – bintang baru. Ada yang pernah bermain di ISL musim sebelumnya, tetapi ada juga yang baru muncul diturnamen ini. Mereka adalah :

1. Dirga Lasut ( Sriwijaya FC )

Pemain yang musim lalu bermain untuk Persih Tembilahan ini mampu menjalankan peran sebagai jangkar tim. Pemain kelahiran Manado 11 Agustus 1985, tak canggung bersanding dengan Ponaryo Astaman. Kemampuannya menghambat serangan lawan membuat Sriwijaya tak terkalahkan dalam dua pertandingan terakhir Piala Antar Pulau.

2. Alan Arronggear ( Persiwa Wamena )

Striker yang dibeli dari Persipura U-21 ini menjadi penentu kelolosan Persiwa ke final setelah mencetak gol penyeimbang kedudukan, saat Persiwa dijamu Arema. Layaknya tipe pemain asal Papua, Alan mempunyai kecepatan dan dribling sebagai senjata. Pemuda kelahiran 10 Mei 1990 tampaknya akan diduetkan dengan Eddie Boakay Foday, sebagai duet bomber Persiwa di ISL nanti.

3. Galih Firmansyah ( Persiwa Wamena )

Kiper berusia 24 tahun asal Malang ini menggeser posisi kiper utama Persiwa Wamena, Timotius Mote, dalam ajang piala antar pulau. Ketangguhannya saat melawan Arema Malang berhasil membawa Persiwa ke final. Walau di final gawangnya dibobol 2 kali namun Galih tetap membuktikan ketangguhannya.

4. Oktavianus Maniani ( Sriwijaya FC )

Saat membela PSMS

Pemain kelahiran 10 Oktober 1990 ini memang bukan wajah baru di pentas sepakbola Indonesia. Octo, demikian panggilannya, sudah malang melintang dibeberapa klub. Awal kemunculannya adalah kala ia membela PSMS Medan 2008/2009. Bermain disayap kiri maupun kanan, Octo mampu mengobrak – abrik pertahanan lawan namun saat itu ia belumlah matang. Musim berikutnya ia bergabung bersama Persiram Raja Ampat, mengikuti jejak Elie Aiboy, penyerang sayap panutannya. Tengah musim ia pindah ke Persitara Jakarta Utara. Walau penampilannya menjanjikan namun gagal menahan Persitara ke jurang degradasi. Awal musim 2010/2011, Octo sempat diisukan ke beberapa klub walau akhirnya ia memilih Sriwijaya FC. Kini Octo terlihat lebih matang baik saat menyerang dan juga sebagai penyelesai akhir sebuah peluang.

5. Jejen Zaenal Abidin ( Persib Bandung )

Pemain yang diboyong dari klub anggota Persib, Saint Prima ini beroperasi disayap kanan. Penampilannya saat melawan Persiba Balikpapan dan Sriwijaya, membuktikan bahwa pemain kelahiran Bandung, 17 Desember 1987 ini sarat potensi. Cepat dan dribling yang baik adalah kelebihannya.

* berbagai sumber

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s