Ramadhan – Rindu Masih, Tak Akan Habis

Ramadhan ini berlalu lebih cepat dari tahun kemarin. Ramadhan memang tak pernah tergesa – gesa ataupun terlambat, hanya manusia yang mengisi ruang dan waktu ramadhan inilah yang semakin disibukkan oleh dunia sehingga lupa bahwa belum bertegur akrab dengan Ramadhan. Asal jangan melupakan.

Ramadhan kemarin masih ingat perjalanan hari demi hari terasa lama. Tapi sekarang Ramadhan seperti tiba – tiba sudah akan pergi kembali.

Ramadhan ini bagi saya, cukup “berwarna” bahkan sangat berwarna. Emosi diaduk pada hari – hari awal Ramadhan. Kegetiran hati sering muncul. Tak jarang kesedihan pun datang. Kadang terasa mengikis harapan yang terus coba ditumbuhkan. Tak peduli apa yang terlihat, acuhkan apa yang terasa, harapan harus selalu ada. Walau hanya serupa noktah dalam gelap.

Hemodialisa. Nama ini yang belakangan akrab ditelinga saya. Semenjak ayah saya turun fungsi ginjalnya, maka pilihan terakhir untuk membantunya selalu sehat dan bugar adalah cuci darah. Disini pun betapa menunjukkan ketidakberdayaan kita sebagai manusia. Manusia tak akan pernah bisa meniru keindahan, kerumitan, kecanggihan ciptaan Allah SWT. Ginjal yang aslinya berukuran kecil dalam tubuh kita digantikan fungsinya oleh sebuah mesin yang hampir setinggi kulkas satu pintu, belum lagi dengan ditambah selang – selang untuk mengalirkan darah kotor dari tubuh dan darah bersih kedalam tubuh. Sungguh rumit. Tidak seringkas ginjal original manusia. Subhanallah.

Ramadhan ini saya berusaha, seperti yang sering kita inginkan, menjalaninya lebih baik dari tahun yang sudah. Ramadhan yang sudah – sudah penuh dengan keacuhan, arogansi, saya sebagai manusia. Itulah yang selalu membuat saya miris. Saya terlalu bodoh untuk memanfaatkan segala keberkahan yang diberikan secara cuma – cuma di bulan ini. Saya terlalu bodoh. Tahun sekarang? saya berusaha merubah dari apa yang pernah terjadi. Hasilnya? entah saya hanya berusaha tak punya kewenangan menilai diri sendiri.

Saya hanya berusaha. Ramadhan ini pula saya mengenang – ngenang kembali masa kecil. Masa – masa dimana sehabis kuliah subuh, kawan – kawan dan saya menghabiskan pagi bermain bola dilapang voli sampai setengah jam sebelum kami harus bersekolah. Ramadhan ini juga mengingatkan kembali akan memori saya sebagai anak kost. Indahnya hidup menikmati kesendirian, tak akan pernah ada duanya. Saat dini hari harus sudah melangkah ke kantin. Pulang kuliah berjalan cukup jauh sampai ke tempat kost , sampai kadangkala melihat air putih seperti ice cream. Ramadhan selalu indah. Ramadhan ini selalu indah. Penuh berkah, rahmat dan ampunan, juga selalu membawa kenangan indah bagi siapapun.

Entah apa lagi yang harus saya tulis untuk menyatakan kerinduan saya pada ramadhan. Bulan yang selalu dinanti. Saya selalu menantikan bulan ini dan khawatir bila masa hidup saya keburu berakhir sebelum bersua ramadhan lagi.

Ramadhan ini mengajarkan dan menyadarkan ulang bahwa tiada yang lebih baik selain berada dalam peluk hangat keluarga. Kadang kita lupa bahwa betapa pentingnya untuk berada ditengah – tengah keluarga. Merasakan kasih sayang, saling menasehati, saling mendukung, dalam sebuah hubungan erat. Kadang saya merasa aneh melihat orang yang selalu menghabiskan waktu berbuka puasa bersama teman – teman, dan melupakan pentingnya berbuka puasa bersama dirumah. Karena sesungguhnya salah satu pelajaran ramadhan adalah menambah erat jalinan keluarga.

Ramadhan ini penuh doa dan harap. Ramadhan ini kuyup dalam sedih. Ramadhan ini berbalut semangat. Ramadhan ini tenggelam dalam kenangan. Ramadhan ini akan selalu kunanti untuk kembali.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s