Arifin Panigoro vs PSSI

Niat pengusaha dan politikus, Arifin Panigoro, untuk mereformasi sepakbola Indonesia tidak main – main. Setelah membuka Secaba ( Sekolah calon bintara ) sepakbola, meluncurkan buku putih reformasi sepakbola Indonesia, kini dia meluncurkan sebuah kompetisi yang digadang – gadang lebih profesional dan berkualitas dari Liga Super Indonesia ( LSI ) yaitu Liga Premier Indonesia ( LPI ).

Secara resmi persetujuan pembentukan LPI telah digelar pada hari Jumat kemarin ( 17/9 ) di Jakarta. Acara tersebut dihadiri perwakilan 15 klub sepakbola yang siap bergabung dalam LPI yaitu PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Arema Malang, Persija Jakarta, PSMS Medan, Persipura Jayapura, Semen Padang, Persitara Jakarta Utara, PSPS Pekanbaru, PSS Sleman, Persijap Jepara, PSIS Semarang, Persema Malang, Deltras Sidoarjo, dan Persibo Bojonegoro. Masih ada 5 klub lain yang absen pada acara tersebut yang diklaim akan segera bergabung yaitu Persib Bandung, Persitara Jakarta Utara, Persipura Jayapura, Persita Tangerang, Persis Solo, dan Mitra Kukar.

Salah satu iming – iming dari kompetisi tersebut selain profesionalitas, fair play dalam kompetisi, juga adalah suntikan dana Rp. 30 Miliar bagi setiap klub peserta setiap musimnya.

LPI yang diklaim independen ini akan disponsori oleh konsorsium pengusaha nasional yang dibentuk oleh Arifin Panigoro. Selain itu setiap klub peserta LPI adalah pemilik saham kompetisi. Sehingga semua keuntungan finansial akan dikembalikan kepada klub. Hal ini juga ditujukan agar setiap klub tidak lagi menggunakan APBD. Untuk memonitor pertanggungjawaban keuangan klub maka setiap klub akan diaudit oleh auditor publik nantinya.

LPI sendiri menurut rencana akan bergulir Oktober tahun ini.

PSSI MERADANG

Ketua Badan Liga Indonesia, Andi Darussalam Tabussala, dalam kompas.com mengatakan bahwa dirinya siap mundur dari jabatannya untuk digantikan Arifin Panigoro jika benar Arifin mampu mengucurkan dana seperti yang dijanjikannya kepada klub – klub sepakbola peserta LPI.

Andi mengatakan bahwa PSSI dan BLI bersikap terbuka terhadap siapapun yang berniat untuk memperbaiki kondisi persepakbolaan dan menegaskan bahwa tidak perlu membuat kompetisi ‘tandingan’. Namun tetap harus tunduk pada statuta FIFA dan jangan melibatkan perasaan pribadi yaitu suka atau tidak suka kepada Nurdin Halid.

Bagi klub yang berniat gabung dengan LPI, Andi mengatakan bahwa mereka akan dikeluarkan dari keanggotaan PSSI, kompetisi resmi PSSI dan terancam kehilangan hak suara pada kongres PSSI. Bagi setiap klub yang gabung ke LPI, Andi mengultimatum untuk segera melapor sebelum tanggal 26 September, karena akan segera dicari pengganti klub-klub tersebut dari divisi yang lebih rendah. Tak cukup sampai disitu, klub – klub ‘pembangkang’ ini juga akan dilaporkan kepada AFC dan FIFA.

Mengenai pelaksanaan LPI, PSSI melarang wasit nasional untuk terlibat LPI. Arya Abhiseka, anggota tim perumus LPI, mengatakan bahwa hal ini sudah diatasi dan LPI akan menggunakan wasit asing. LPI sendiri telah berkomunikasi dengan wasit Australia.

Sedangkan mengenai hukuman bagi klub peserta, Arya mengatakan bahwa hak suara klub hanya bisa dicabut dalam kongres PSSI.

KISRUH

Niat Arifin Panigoro untuk memperbaiki sepakbola Indonesia memang perlu diacungi jempol. Bukan hanya niat tetapi juga aksinya sudah terlihat.

Arifin yang sebelumnya sempat dikabarkan berniat bersaing dengan Nurdin Halid untuk jabatan Ketua Umum PSSI, membantah kabar tersebut dikemudian hari. Menurutnya apa yang dilakukannya hanyalah keinginan untuk memperbaiki kondisi buruk persepakbolaan Indonesia.

Secaba sepakbola dan buku reformasi sepakbola Indonesia meluncur mulus. Hanya ketika LPI digagas, PSSI langsung ‘pasang badan’. Apalagi ketika ide dan konsep LPI ditawarkan kepada klub – klub sepakbola, banyak yang tertarik. Dari sebuah berita disalah satu media olahraga, PSSI bahkan sudah mengirim ‘mata – mata’. Siapa yang menjadi sponsor dan siapa saja yang ikut telah dipantau oleh PSSI. Hukuman pun telah disiapkan bagi klub ‘pembelot’. Bagaimanapun LPI akan menjadi tandingan LSI, apalagi disokong dana besar dan iming – iming suntikan dana bagi klub peserta.

Harus diakui bahwa Liga Super Indonesia ( LSI ) dalam pelaksanaannya masih carut marut. Penyusunan jadwal kompetisi yang masih sering bermasalah, keluhan terhadap wasit, tidak konsistennya pelaksanaan peraturan kompetisi, bahkan sempat berhembus isu pengaturan skor, mewarnai LSI.

Walau begitu, LSI sedang dalam masa pembenahan. Walaupun pembenahannya lambat. Ratingnya di AFC pun ada dalam penilaian yang baik. Imbasnya kepada hak klub Indonesia dalam keikutsertaan mereka pada kompetisi AFC.

Pelaksanaan LPI yang mengajak klub – klub sepakbola Indonesia dari LSI, dan divisi dibawahnya, akan menimbulkan kekisruhan pada pelaksanaan kompetisi sepakbola Indonesia. Bagaimana tidak, kualitas kompetisi yang sudah meningkat, akan turun seiring dengan keluarnya beberapa klub kuat di LSI.

Ancaman PSSI yang akan mengeluarkan klub – klub dari keanggotaan PSSI, juga berakibat fatal. Kehilangan hak suara sudah pasti. Status klub mereka juga tidak jelas, karena PSSI adalah organisasi yang berhak menilai status sebuah klub, profesional,semi profesional, atau amatir.

Jika LPI berhasil pada pelaksanaan tahun pertamanya, bukan tidak mungkin semua klub peserta LSI akan pindah. Patut diingat LPI belum diakui oleh AFC atau FIFA. Lantas bagaimana hak – hak klub kita untuk ikut dalam kompetisi AFC? pasti hilang. Kesempatan untuk mengembangkan kemampuan bertarung dilevel internasional pun tak akan dirasakan klub – klub Indonesia. Bukan tidak mungkin, AFC atau FIFA akan memberikan sanksi lain kepada PSSI yang berimbas kepada sepakbola Indonesia.

Niatan Arifin Panigoro untuk membentuk sebuah kompetisi profesional memang sangat bagus. Patut dihargai dan diterima. Tetapi alangkah baiknya jika tidak jalan sendiri. BLI agaknya harus meraih ide – ide Arifin Panigoro, bahkan tidak mungkin untuk melibatkan secara langsung Arifin Panigoro dalam mengurusi liga. Atau Arifin sendiri yang menawarkan ide – idenya kepada BLI.

Bukankah lebih baik untuk membangun sesuatu yang telah ada daripada membuat sesuatu yang baru. Karena yang telah ada pun masih bisa direnovasi total.

Walau rasanya hal ini agak tidak mungkin, karena Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, ‘kurang terbuka’ terhadap saran – saran. Juga bukan tidak mungkin, Arifin Panigoro muncul sebagai saingannya dalam bursa calon ketua umum PSSI. Tetapi langkah ini patut dicoba.

Kedua belah pihak harus bertemu bersama, duduk satu meja, mendiskusikan perbaikan – perbaikan dalam persepakbolaan. Tidak jalan sendiri – sendiri dan saling bersaing. PSSI dalam hal ini sudah terancam kredibilitasnya sebagai penyelenggara kompetisi resmi oleh seorang Arifin Panigoro. Untuk itu, PSSI harus melihat hal ini dalam perspektif perbaikan sepakbola, bukan sebagai persaingan. Selanjutnya PSSI harus terbuka menerima saran dan kritikan, jangan bersikap apriori terhadap semua ide perbaikan. Seperti yang terjadi pada Kongres Sepakbola Nasional yang berhasil ‘dibajak’ oleh Nurdin Halid dan anggota – anggotanya.

Niatan seorang Presiden melalui KSN, Niatan Arifin Panigoro, adalah niatan untuk meningkatkan prestasi persepakbolaan Indonesia, bukan niatan untuk mengambil pengaruh dan kredibilitas PSSI.

Muara dari semua hal ini adalah Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. Dia harus mau terbuka menerima semua saran – saran. Karena sepakbola bukan hanya milik PSSI, tetapi milik Rakyat Indonesia, yang ingin melihat prestasi – prestasi nyata bukan hanya iming – iming atau konsep semata. Sudah bukan saatnya, dia melihat semua ini sebagai ancaman penggulingan dirinya.

Terbukalah PSSI. Bekerjasamalah bersama semua pihak yang peduli dan memiliki ide – ide nyata membangun persepakbolaan.

Jangan jadikan klub – klub, para pemain, menjadi korban dari ‘ide’ perbaikan sepakbola yang dibawa PSSI atau Arifin Panigoro.

Pesan saya, Arifin Panigoro ajaklah PSSI. PSSI bukalah hatimu.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

15 thoughts on “Arifin Panigoro vs PSSI”

  1. hanya satu cara untuk menggabungkan keduanya….turunkan nurdin yang jelas2 merupakan narapidana….sekali jadi napi terutama seorang koruptor…selamanya akan jadi koruptor….

    buat Nurdin Halid TAIII looo!!!!!!!!!!

  2. setuju!!!!!!!,inilah saatnya yg di tunggu bangsa kita ,suatu kebangkitan sepak bola nasional kita ,bravo bapak arifin panigoro

  3. Percuma, Nurdin udah gak bisa ngurus, gak mau turun, gak punya muka.
    Dia adalah sebanci-bancinya warga Indonesia.
    prihatin gw sama PSSI, dipimpin orang culun macam dia, mungkin FIFA juga prihatin sama kita.

    Kalau sekarang muncul LPI, jangan salahkan LPI, sapa suruh PSSI keras kepala, LPI jangan mundur, sudah terlambat buat PSSI, kalau emang Nurdin Jantan, Bikin LSI bebas APBD, buktiin kalau LSI lebih keren dari LPI nantinya, tapi sepertinya Nurdin gak bakal bisa, NURDIIN pulang gih, semua orang juga tahu ente tuh sampah.

  4. Terkesan pada waktu penampilan bagus timnas Piala AFF kemarin, Nurdin memanfaatkan momen itu untuk cuci tangan atas keinginan rakyat agar dia mundur. Momen itu dipolitisasi habis oleh Nurdin dkk. ada hikmah terselebung bila akhirnya Indonesia gagal juara.

    Masa kepengurusan nurdin tinggal 4 bulan lagi kawan, kita lihat apakah dia masih berkeras untuk memimpin kembali atau tidak.

  5. pssi janccookkk,,…..
    nggk akan bisa maju klaw nurdin halid tetap di pssi,,..
    tukarkan weduss jja nurdin halid itu,….
    ganti jja arifin panigoro….insa’ALLAH majuu…..

  6. mas hoirul disinilah titik awal kenapa PSSI melarang LPI. Faktor utamanya adalah karena Arifin disebut2 sebagai calon ketua umum PSSI.

  7. Kalo PSSI memang mampu menangani liga di indonesia, tidak mungkin para 4 peserta ISL ikut bergabung bersama IPL,itu berarti PSSI tidak becus menangani liga,ini sudah liga yg 12 tapi masih jg berantakan..baik jdwal pertandingan maupun perangkat pertandingan..para pejabat PSSI hanya ingin mencari keuntungan semata demi perut yang lapar akan harta..tidak mementingkan kualitas standar liga yang profesional..coba lihat biaya denda yang dikeluarkan oleh masing2 klub..yg terkena sanksi indispliner..ga tau uangnya nyasar kemana..udah mah wasitnya goblok semua..DENGAN INI SAYA MENDUKUNG IPL DEMI KEPENTINGAN SEPAKBOLA NASIONAL YANG LEBIH BAIK DAN PROFESIONAL..SETUJUUUUUUUUUU…

  8. setuju nih mas, gagasan pak arifin bagus, namun dapat merusak tatanan yang sudah ada, seperti jenjang2 tingkatan klub, yang dimulai dari divisi 3 sampai liga super, lalu dengan terbangnya klub2 “yg bisa dibilang” dibawah kelas ISL . Seperti melupakan kerjakeras Klub yang bersusah payah naik dari level bawah kelevel atas di ISL, Sungguh ironi persepakbolaan di Indonesia. Maju terus mas

  9. @ persib : salah satu faktor yang membuat ISL kehilangan kredibilitas adalah banyaknya kasus seperti itu.

    @ hary : memang kepindahan 3 klub itu merusak tatanan kompetisi. Secara etika Arifin Panigoro itu salah karena dari awal dia menawarkan konsep LPI, tak sekalipun dia pernah bertemu PSSI. Padahal yang ditawarinya adalah klub – klub peserta ISL

  10. Sebenarnya ide arifin panigoro mewakili keinginan mayoritas masyarakat indonesia, selama ini kita tahu bahwa hampir semua (mungkin semua) klub2 ISL/liga utama, divisiI, divisi II, divisi III dibiayai oleh APBD yang nilainya rata2 antara 10-20M (ada yg lebih, ada yg kurang) permusim. bagi pemda, klub adalah beban, sedang kontribusi klub itu nyaris tidak ada, hanya membawa nama daerah/kota asal saja. lain halnya jika klub milik daerah dibebani PNBP (pendapatan nasional bukan pajak) atau PAD (pendapatan asli daerah) dimana ditarget minimal bisa BEP, sehingga beban hanya ada di awal th anggaran/musim. tp yg kita lihat di negara kita tidak, dana milyaran rupiah itu kan bisa untuk yg lain yg lebih urgent , pendidikan, dana bencana, pembangunan, dll. itu kan uang rakyat, kembalikan ke rakyat donk..
    sekarang coba tengok PSSI, dipimpin oleh seorang yg (maaf) tidak layak, koruptor, ketika timnas kemarin kalah dari malaysia dia menyalahkan pelatih, pdhl semua org lihat bagaimana permainan timnas kita jauh lebih baik setelah ditangani riedl dibanding sebelumnya.
    saya sepenuhnya mendukung LPI, ini akan bawa perubahan persepakbolaan nasional, tanpa menyedot duit rakyat. mas harry ada benarnya, klub selama ini bersusah payah naik/merangkak dr bawah mas. Tp kita harus melihat kepentingan yg lebih besar mas, seperti halnya kebijakan, pasti ada yg dirugikan, begitu jg LPI, pasti ada yg dirugikan, tp kalo untuk kepentingan yg lebih besar (majunya persepakbolaan nasional) saya kira it’s ok. knp tidak? ini baru musim pertama, siapa tau kalo nti nurdin udah ditendang dr PSSI, PSSI, BLI dan arifin bisa negosiasi untuk menemukan formula liga yg lebih baik. persoalannya sebenarnya kan hanya si NURDIN itu, dr cara bicaranya aja udah ga menyenangkan.
    LPI bukan mau nggrogoti PSSI, tp nurdin. lepas dr selentingan arifin mau menjagokan dirinya sbg ketum PSSI, tp jika nurdin turun maka harapan kita PSSI bs dibenahi.
    maju terus LPI!

  11. @ andi : saya sepenuhnya mendukung klub yang mandiri dan bebas APBD. saya juga ikut mendukung konsep LPI. Hanya sasaran yang dituju Kongres sepakbola nasional dan LPI adalah Nurdin Halid sperti anda tahu.

    Tujuannya adalah posisi ketua umum. hanya caranya diluar jalur yang berlaku dengan KSN dan LPI. Padahal momen ada 4 bulan lagi saat munas PSSI. Jika diluar jalur yang berlaku yang saya takutkan adalah hukuman FIFA. Arifin didukung pemerintah, dan intervensi pemerintah terhadap federasi sepakbola diharamkan oleh FIFA.

    4 bulan lagi Nurdin Halid dan rombongannnya harus angkat kaki dari PSSI. Arifin dengan berbagai konsepnya silahkan masuk PSSI dan buktikan kerja nyatanya.

  12. NGG AKAN MAJU PERSEPAKBOLAAN INDONESIA LAW PEMIMPIN’Y MASIH DI PEGANG NARAPIDANA SAMA KORUPTOR MAH…HARUS ADA PEROMBAKAN D PSSI..BARU BISA MAJU…BUAT BANG NAPI..TAI LOO TEK.
    LAW LU NGG SUKA KOMEN GW ..GW DARI BANDUNG DATANG LU KE BANDUNG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s