Mimpi itu Misteri

Cita – citanya jadi apa? DOKTER !!!. Teringat pertanyaan jaman SD dahulu ketika ditanya soal cita – cita. Dokter seakan menjadi jawaban standar bagi setiap cita – cita anak – anak. Tak tahu saat ini, mungkin jawaban jaman sekarang sangat beragam. Dulu sangat jarang saya mendengar teman berkata ingin jadi artis atau insinyur.

Masuk ke SMP lalu SMA. Cita – cita dokter itu masih bertahan, namun luntur sedikit demi sedikit. Karena kesadaran kemampuan diri hehe. Pada fase – fase itulah saya tak tahu akan menjadi apa. Menjelang kuliah, saya bingung mesti daftar ke jurusan apa. Lulus di teknik industri, tapi saya sadar saya tak terlalu bagus dalam hitung – hitungan. Mau daftar jurusan ekonomi, ah males. Saya tidak suka. Lagipula nilai ekonomi saya dulu tak terlalu baik, cuma akuntansi yang lumayan. Pikir – pikir akhirnya saya memilih bahasa, karena dibidang itulah nilai saya lumayan baik.

Menjalani kuliah. Cita – cita saya beragam. Ingin jadi pemain sepakbola profesional adalah impian yang terus mengapung. Entah padahal aku baru jatuh cinta dengan bola sepak sejak kelas 2 SMP. Sebelumnya hanya sebatas bermain saja. Malah awalnya lebih suka basket.

Teman – teman kuliah dan saya akhirnya membentuk STBA BANDUNG FC. Wadah para teman – teman untuk bermain dikampus. Kurang dana adalah problem. Tapi soal semangat, kami membara. Bahkan rela bolos kuliah demi sebuah turnamen. Perjuangan yang berakhir dengan posisi ke – 4 pada turnamen tersebut. Masa – masa indah. Seragam kami berwarna biru langit, setinggi harapan kami.

Namun sejalan itu pun aku sadar. Tak mungkin jadi pemain bola asli. Yah kesadaran kembali. Seiring belajar dikampus. Niatan jadi pemain band muncul. Soalnya aku kecewa dengan musik pada waktu itu. Kebanyakan band pop. Rock n Roll kembali harus ditegakkan hehehe.

Kuliah dijurusan bahasa dianggap remeh orang. Anggapan hanya menjadi guide pada akhirnya selalu terlontar. Padahal banyak sekali bidang pekerjaan yang bisa diraih dengan penguasaan bahasa. Anggapan orang – orang itu yang selalu menempel pada jurusan bahasa, tak ku ambil pusing. Karena aku tahu luasnya dunia yang terbuka dari penguasaan bahasa.

Dosenku pada perkenalan kuliahnya pernah menanyakan cita – cita mahasiswa. Sampai pada giliran saya, saya jawab saya ingin jadi penulis. Dia berkata ” well, good, jarang ada yang ingin jadi penulis”. Saya memang suka menulis, pernah saat menganggur membuat cerpen – cerpen dikirim ke majalah dan koran. Hasilnya belum ada. Dan ada satu tulisan yang setelah 4 tahun baru saya ketahui nasibnya. Dalam sebuah situs dikatakan bahwa tulisan saya “masih perlu dikembangkan”.

Beres kuliah. Bingung apa yang harus saya kerjakan. Kehidupan pengangguran adalah kehidupan yang miris. Duit ga punya, tiap hari melamun tak tentu, menunggu dan menunggu jawaban setiap lamaran.

Takdir juga yang mengantarkan saya berseragam khaki. Padahal tak pernah ada keinginan untuk berseragam. Impian saya waktu menganggur adalah bekerja di majalah lifestyle atau menjadi penyiar radio. Karena saya ingin berjiwa muda terus hehehe dan bebas gondrong.

Cita – cita adalah mimpi. Mimpi itu Permainan Misteri. Tak ada yang tahu Mimpi apa yang akan terwujud. Semua itu tergapai. Apa yang saya cita – citakan saat menganggur. Saya pernah ditugaskan mengedit majalah produk kantor. Memang bukan seperti yang asli, editing asli tapi saya bersyukur. Menjadi penyiar radio masih saya jalani. Saya ditugaskan menjadi penyiar acara bahasa Inggris.

Belajar menjalani mimpi dan belajar menerima ketika yang diimpikan tak jadi nyata. Itulah yang saya dapat. Kita memang selalu bermimpi indah.Tapi ada suatu saat ketika keindahan itu tak nyata. Kita pun harus siap. Berusaha dan berdoa itu adalah kuncinya. Kegagalan saya menjadi pemain sepakbola, pemain band, dan dokter adalah karena tidak ada usaha ke arah sana. Pun ketika segenap usaha telah dikerahkan tapi hasil tak sesuai harap. Jangan bersedih karena yakinlah Tuhan memberikan yang terbaik bagi manusia.

Mimpi itu misteri. Tak ada yang tahu mimpi mana yang akan terwujud. Ada kalanya mimpi kita tak mewujud. Tak usah putus asa, redakan sedih. Karena mimpi itu akan mewujud kedalam rupa lain. Ikhlaslah. Mimpi itu permainan misteri

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s