Washington Tabarez : Tanamkan Rasa Kecintaan Pemain Pada Negara

Pasca pertandingan antara Indonesia vs Uruguay yang berakhir 1 – 7, banyak catatan yang menjadi PR untuk dibenahi timnas Indonesia. Fisik, strategi permainan, mental bertanding, konsentrasi adalah beberapa hal yang harus dibenahi.

Indonesia yang sempat menggebrak Uruguay lewat si “bocah badung” yang berkali – kali dimaafkan PSSI karena sering mangkir dari pelatnas, Boaz Solossa, memang mengejutkan semua suporter Indonesia. Namun setelah itu Indonesia yang dipermak habis – habisan oleh Uruguay si juara ke – 4 Piala Dunia 2010.

Pergantian pelatih belum menunjukkan perbedaan signifikan. Permainan bertahan dan membiarkan lawan menekan sampai 2/3 lapangan masih terlihat, seperti halnya permainan Indonesia saat ditangani Benny Dollo pada kualifikasi Piala Asia lalu.

Fisik dan daya tahan pemain juga belum terlihat meningkat semenjak ditangani Alfred Riedl. Apalagi dengan gaya permainan menunggu dan bertahan total, membuat pemain lebih cepat kehabisan stamina. Walau Alfred Riedl beralasan para pemain dipersiapkan dalam waktu singkat dan stamina mereka sudah terpakai dikompetisi. Bukankah para pemain Uruguay pun pasca berlaga diklubnya masing – masing dan menempuh perjalanan panjang lewat udara untuk sampai ke Indonesia?

Selepas pertandingan, pemain Uruguay diantaranya Luis Suarez memberi masukan. Dia mengatakan konsentrasi dan fokus Indonesia mudah hilang. Hal ini terlihat saat kick off babak kedua dimulai.

Walau begitu, Diego Lugano memuji Bambang Pamungkas karena beberapa assist BP berhasil menyulitkannya. BP juga yang memberikan umpan untuk gol Boaz. Diego Lugano juga menyebutkan bahwa pemain Indonesia mempunyai kecepatan.

Namun ada satu saran yang berbeda dilontarkan oleh pelatih Uruguay, Oscar Washington Tabarez. Dia mengatakan rasa kecintaan pemain terhadap negaranya harus ditanamkan sehingga setiap kali mereka dipanggil timnas, mereka akan selalu bersemangat membela timnas. Dari saran ini, mungkin Washington Tabarez tidak melihat semangat membela negara yang membara pada diri pemain Indonesia.

Jika melihat lebih jauh soal semangat ini, Peringkat – 7 dan peringkat -131 FIFA tentunya tidak akan ada bedanya ketika semangat membara. PSSI & BTN masih punya pekerjaan yang banyak untuk membawa Indonesia ke pentas dunia.

Satu hal lagi, sesaat sebelum pertandingan teriakan “NURDIN TURUN” membahana di stadion Gelora Utama Bung Karno dan dihadapan Presiden SBY. Sebuah spanduk dipasang disalah satu sudut stadion yang bertuliskan ucapan terimakasih kepada Presiden SBY karena mendukung PSSI dan Timnas, yang entah dibuat oleh siapa, tentunya tidak berarti apa – apa, karena masyarakat pun tahu dan sadar bahwa perombakan PSSI adalah hal yang perlu segera dilakukan.

Video Highlight Indonesia vs Uruguay

sumber berita : http://www.detik.com , HU.Republika (10/10/10)

Foto : Detik.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s