Cina Mulai Ekspedisi Yeti

Para ilmuwan Cina yang tergabung pada Hubei Wild Man Research Association akan memulai ekpedisi untuk mencari Yeti atau yang lebih dikenal dengan bigfoot yang disebut tinggal digunung di provinsi Hubei.
Warga setempat memanggil Yeti dengan nama Yeren atau manusia liar. Hubei memang beberapa waktu terakhir ini sering dijadikan tempat penelitian sehubungan banyaknya hewan albino yang ditemukan di hutan Hubei.

Ekpedisi ini dilakukan setelah ekspedisi serupa dilakukan China Academy of Science pada tahun 1970-an dan 1980-an. Masyarakat Hubei sendiri sering melaporkan penampakan makhluk mirip manusia berbulu merah lebat sekujur tubuh mirip simpanse, tapi berdiri tegak dan mempunyai tinggi 6-7 kaki.

Seperti diberitakan The Daily Telegraph, pada 1983 lalu, manusia liar berjenis kelamin wanita diduga mendatangi desa-desa, untuk mencari patner seksual. Ini jelas horor buat penduduk sekitarnya.

Sementara dilaporkan oleh Zhejiang Provincial Daily pada tahun 1983, seorang penduduk desa sedang tidur di dalam pondoknya di sebuah hutan di pegunungan ketika ‘perempuan liar’ bermata biru menerobos masuk dan mencabulinya.

“Dia terlalu takut untuk berteriak, juga terlalu lemah untuk melawan. Perempuan liar itu tidur dengannya beberapa menit, dan lalu pergi,” demikian dimuat dalam harian Zhejiang.

Dari Detroit Free Press tanggal 26 Maret 1981 diberitakan bahwa ada sekitar 250 laporan penampakan yeren. Pada ketinggian 8000 kaki di gunung Jiongdao Hubei, para peneliti Cina menemukan 200 jejak kaki yang besar. Jejak kaki tersebut menunjukkan makhluk ini berdiri dan berjalan tegak dengan 2 kaki.

Rambut merah yang ditemukan pada pepohonan menunjukkan bahwa struktur sel makhluk ini mirip dengan manusia. Dari hasil analisa rambut, jejak kaki, dan kotoran, para ilmuwan menyimpulkan bahwa makhluk ini semacam beruang atau simpanse.

Yu Quan, seorang pujangga pada abad 3 SM dalam sebuah puisinya menyebutkan makhluk ini sebagai siluman gunung. Sejarawan pada abad ke – 7 melaporkan adanya suku “manusia berbulu lebat” di Hubei. Dan pada abad ke – 18, seorang pujangga dalam puisinya juga menyebutkan mahkluk mirip kera namun bukan kera.

Satu laporan menceritakan tentang seorang tentara Nasionalis Cina yang memburu delapan Yeren pada tahun 1947 selama 10 hari. Satu yeren berhasil dibunuh. Akan tetapi dokumen tentang perburuan ini hilang pada perang saudara nasionalis – komunis.

Salah satu dokumen laporan mencatat 5 orang pekerja di hutan Hubei melihat Yeren dan berhasil mendekatinya dalam jarak beberapa kaki dekat gunung Shennongfia pada bulan Mei 1976.

sumber : www.vivanews.com, www.bfro.net

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s