Kemana Saja Pak Nurdin Selama Ini?

Ada sebuah pernyataan yang cukup menggelitik nalar kalau tidak dibilang aneh dalam sebuah berita yang dimuat Koran Republika edisi hari Jumat (15/10). Pernyataan tersebut datang dari orang yang paling mendapatkan “dukungan” dalam pertandingan Indonesia vs Uruguay, lewat teriakan “Nurdin turun…Nurdin Turun !!”.

Entah sebuah upaya “cuci tangan” atas kekalahan Indonesia dari Uruguay, tetapi pernyataan tersebut justru menggambarkan kinerja kabinet PSSI yang dipimpin Nurdin Halid selama tujuh tahun ini.

Pertama dia menyatakan bahwa belum ada peningkatan signifikan dari timnas semenjak ditangani Alfred Riedl. Belum ada peningkatan seperti kala Riedl memegang timnas Vietnam dan Laos. Sekarang kita lihat fakta. Selama Riedl memegang Vietnam dan Laos, tidak ada prestasi dikawasan Asian Tenggara yang diraih oleh tim besutannya. Tim besutan Alfred Riedl hanya mampu membuat kejutan saja pada turnamen yang diikuti tanpa prestasi apapun. Lantas siapa yang memilih Alfred Riedl kalau bukan PSSI?Tanpa memandang remeh kemampuan Alfred Riedl, tetapi PSSI sangat senang memakai pelatih eks negara Asean. Seperti Peter Withe yang pernah memegang Thailand. Selama di Thailand, Peter Withe berhasil membuahkan prestasi bagi Thailand. Tapi di Indonesia dia tidak bisa berbuat banyak. Kenapa? itulah pertanyaannya.

Kedua dalam pernyataannya, Nurdin mengatakan hanya satu pemain Indonesia yang punya VO2 Max memenuhi standar internasional. Kenapa Nurdin sebagai wajah terdepan PSSI baru mengetahui sekarang? berarti selama ini PSSI tidak memperhatikan pembinaan para pemain sepakbola yang bermain di Liga Indonesia.

Pernyataan ketiga berhubungan dengan pernyataan kedua, Nurdin mengatakan bahwa infrastruktur di Indonesia buruk, sehingga kesulitan memasok pemain – pemain yang bagus ke timnas. Bukankah ini urusan PSSI? selama tujuh tahun memimpin, mengapa dia baru mengutarakannya sekarang.

Pertanyaan terbesar adalah kemana saja selama ini Pak Nurdin? Bagaimana kinerja PSSI selama ini?

Jadi ingat ketika timnas U-23 bertanding di Sea Games Laos yang lalu. Ketika turnamen sudah berjalan, dan penampilan Indonesia jeblok, Nurdin mengatakan kepada media bahwa dia baru mengetahui bahwa pelatih Albert Bica asal Uruguay yang menangani timnas U-23 tidak bisa bahasa Inggris sehingga mempersulit komunikasi. Padahal berita tentang kesulitan komunikasi ini sudah santer di media jauh – jauh hari sebelum Sea Games dimulai.

Ketika pertama Nurdin Halid memimpin PSSI, Indonesia berada pada peringkat 91 FIFA. Sekarang Indonesia berada pada peringkat 131 FIFA. Jadi Kemana Saja Pak Nurdin? Ngapain aja selama ini?

sumber berita : Hu.Republika edisi 15-10-10

Sumber foto : www. matanews.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s