Naturalisasi di Sepakbola Asia

Naturalisasi adalah proses perubahan kewarganegaraan seseorang menjadi kewarganegaraan lain. Secara singkat bisa dikatakan seperti itu. Naturalisasi ini terjadi di banyak bidang. Didalam olahraga pun naturalisasi terjadi. Dengan dalih peningkatan prestasi maka para warga negara asing yang ikut berkompetisi di satu negara, “diambil” oleh negara tersebut untuk memperkuat tim nasionalnya.

Di era sepakbola masa sekarang berbagai contoh terjadi, Deco dari Brazil memperkuat Portugal, Jerome Boateng dari Ghana memperkuat Jerman. Amauri dari Brazil kini memperkuat Italia. Banyak juga contoh lainnya.

Di persepakbolaan Asia naturalisasi juga terjadi. Saya tak tahu siapa pemain asing pertama yang dinaturalisasi oleh satu negara Asia. Saya mulai tahu ada pemain naturalisasi ketika Jepang menaturalisasi seorang pemain Brazil, Wagner Lopes.

Pemain Brazil ini mulai berkarir di Liga Jepang dari tahun 1987. Prestasinya sebagai penggedor gawang lawan membuat JFA terpincut untuk mengajaknya bermain untuk timnas Jepang. Wagner memperkuat Jepang sebanyak 20 kali dengan catatan 5 gol dari tahun 1997 – 1999. Dia ikut bermain di Piala Dunia 1998 dan Copa America 1999, ketika Jepang menjadi tim undangan pada kompetisi Amerika Selatan itu.

Pemain Brazil kedua yang diaku oleh Jepang adalah Alessandre Dos Santos. Bek kiri yang berkarir di liga Jepang dari tahun 1997 – sampai sekarang ini telah bermain untuk timnas Jepang selama 82 kali. 7 gol telah dicetaknya sejauh ini.

Dia bermain untuk Jepang pada Piala Dunia 2002, Piala Konfederasi 2003 dan Piala Dunia 2006.

Daftar pesepakbola naturalisasi dikawasan Asia bertambah banyak seiring dengan waktu. Palestina punya striker Argentina, Alejandro Naif. Bahrain punya Jaycee John asal Nigeria. Hongkong punya Gerad Guy Ambassa dan Julius Akossah asal Kamerun. Qatar diperkuat Fabio Cesar Montezine asal Brazil.

Fabio Cesar

Di kawasan Asia Tenggara. Singapura menjadi negara yang paling “hobi” mengoleksi pemain – pemain bangsa lain. Mulai dari lintas benua sampai pemain dari kawasan Asia memperkuat tim nasional Singapura. Rupanya di timnas Singapura, pemain naturalisasi benar – benar mempunyai peran signifikan. Daniel Bennet pemain asal Inggris ditunjuk menjadi kapten
timnas.

Daniel Bennett

Saat ini timnas Singapura diisi 7 pemain naturalisasi. Precious Emearejeaye dari Nigeria, John Wilkinson dari Inggris, Shi Jiayi dan Qiu Li asal Cina, Mustafic Fachrudin asal Bosnia, Aleksander Duric dari Yugoslavia. Masih ada Agu Casmir striker asal Nigeria yang belum dipanggil ke timnas.

Filipina pun mulai ikut – ikutan menaturalisasi pemain. Namun Filipina hanya menaturalisasi para pemain yang mempunyai darah Filipina baik dari pihak ibu atau ayah. Neil Etheridge, Jason de Jong, Rob Gier, dan kakak – beradik James Younghusband dan Phil Younghusband akan memperkuat Filipina pada AFF Cup Desember 2010 mendatang. Para pemain ini kebanyakan memulai karir di Inggris. Neil masih tercatat sebagai pemain Fulham dan mengawali karir remaja di Chelsea. Begitu pula dengan James Younghusband yang mengawali karir di Chelsea dan kini bermain untuk klub Woking Inggris.

James Younghusband

Indonesia pun kini punya satu pemain naturalisasi. Christian Gonzalez, striker Uruguay yang telah lama berkiprah di Liga Indonesia akhirnya mengawali debut timnasnya saat Indonesia melawan Timor Leste kemarin, Minggu 21 November 2010. Debutnya diawali dengan manis dengan torehan 2 gol. Indonesia pada pertandingan itu menang 6 gol tanpa balas.

Indonesia menjelang akhir tahun 2010 ini memang dihebohkan dengan rencana menaturalisasi para pemain keturunan Indonesia yang banyak berkiprah di Belanda dan beberapa negara Eropa lainnya. Sampai saat ini baru Christian Gonzalez yang sudah resmi menjadi WNI.

Dalih peningkatan prestasi secara instan memang cukup bisa dijadikan dasar untuk menaturalisasi pemain negara lain yang mempunyai kemampuan bagus. Singapura merasakan manisnya naturalisasi karena berhasil menjadi juara di ajang Piala AFF dan menjadi tim tangguh dikawasan Asean. Namun negara – negara lain masih belum menunjukkan kemajuan walau diperkuat “pemain asing”. Jepang agaknya harus dikecualikan, karena walaupun pernah menaturalisasi pemain, tapi tanpa pemain naturalisasi sendiri Jepang sudah mampu menunjukkan performa bagus.

Jadi semuanya harus dikembalikan kepada “sepakbola adalah permainan tim”. Karena walau mempunyai satu pemain asing berbakat tetapi tak berarti apa – apa tanpa 10 pemain lainnya. Kualitas tim mungkin saja terkatrol tapi seberapa jauh naiknya tidak bisa ditentukan.

Disisi yang lain, mudahnya satu negara “membajak” pemain asing baik yang tidak punya keturunan darah ataupun yang punya, akan mementahkan proses pembinaan pemain muda di sebuah negara. Ibarat daripada memasak lebih baik mengambil makanan yang sudah jadi. Kontrol dan pengawasan diperlukan dalam kebijakan naturalisasi. Keinginan untuk mencapai sesuatu secara instan pada satu titik akan menjadi senjata makan tuan karena meniadakan proses pembinaan.

Sisi yang lain, secara rasa kebangsaan para pemain naturalisasi pun perlu “ditatar” terlebih dahulu. Walau telah lama berkiprah di satu negara belum tentu rasa nasionalisme tumbuh. Bisa saja motivasi mereka menerima ajakan naturalisasi adalah untuk merasakan kompetisi di level negara karena negara asal mereka tak kunjung memanggil mereka ke timnas.

Kebijakan untuk menaturalisasi pemain memang harus dipikirkan masak – masak. Sebelum mengambil keputusan harus ditimbang baik dan buruknya terlebih dahulu apalagi jika melihat proses panjang dan berjenjang pembinaan pemain muda. Maka bijaklah dan hati – hati.

sumber : wikipedia.org, foto ( berbagai sumber )

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

2 thoughts on “Naturalisasi di Sepakbola Asia”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s