AFF SUZUKI CUP : GARUDA INDONESIA VS HARIMAU MALAYA

Hanya dalam waktu kurang dari 3 jam lagi, Indonesia dan Malaysia akan menentukan nasib mereka pada pertandingan final leg pertama yang digelar di Stadion Bukit Jalil Malaysia ( 26/12 ) pukul 19.00 WIB.

Pertandingan yang akan dipenuhi harga diri dan gengsi kedua bangsa ini diprediksi akan berjalan menarik. Pertemuan dipartai puncak ini memang diidam – idamkan oleh Malaysia. Rasa sakit hati kala Malaysia diganyang 5 gol di Stadion Gelora Bung Karno pada 1 Desember yang lalu, membuat skuad Rajagopal ingin membalas dendam pada Indonesia.

Dari catatan statistik head to head Indonesia lebih unggul atas Malaysia. Pertemuan pertama kedua negara dimulai dari 7 September 1957 di Kuala Lumpur. Sampai saat ini Indonesia telah mencatatkan 28 kali menang, 15 kali seri, dan kalah 19 kali atas Malaysia. Dua kemenangan terbesar Indonesia atas Malaysia dibukukan pada Final Piala Raja Thailand tahun 1968, Indonesia menang 6 – 1 atas Malaysia. Kemenangan besar lainnya dibukukan pada SEA GAMES 1999 di Brunei. Indonesia kembali unggul 6 – 0 atas Malaysia. Sedangkan Malaysia pun pernah mengalahkan Indonesia 7 – 1 pada fase grup Piala Merdeka 1967.

Dipertandingan final nanti kedua tim akan berusaha mengukir sejarah meraih trofi AFF Cup untuk pertama kali. Malaysia baru sekali masuk final sedangkan Indonesia sudah 3 kali masuk final walau selalu berujung pada posisi runner up.

Pelatih Malaysia, Rajagopal, akan menginstruksikan timnya agar mematikan serangan sayap Indonesia. 4 gol yang bersarang di gawang Malaysia pada pertandingan fase grup dijakarta, diawali dari pergerakan sayap. Rajagopal diperkirakan akan kembali menerapkan permainan defensif dengan serangan balik mematikan seperti saat mengalahkan Vietnam di fase semifinal. Moh. Safee dan Norshahrul Idlan akan menjadi sumber ancaman bagi Indonesia lewat kecepatan mereka.

Malaysia pun akan memperbaiki kelemahan pertahanan mereka. Mereka berhasil bermain rapat saat mengalahkan Vietnam pada leg 1 dan menahan seri Vietnam pada leg 2 semifinal.

Sedangkan Indonesia menurut pelatih Alfred Riedl akan bermain untuk mencari kemenangan. Riedl menyebutkan bahwa Indonesia punya kekuatan yang cukup untuk memenangkan pertandingan. Perihal kebangkitan Malaysia di Piala AFF sudah diantisipasi oleh Riedl lewat strategi yang akan diperagakan pada pertandingan final ini. Riedl mengisyaratkan Indonesia akan adaptif dalam mengantisipasi pola permainan Malaysia. Riedl pun telah mengantongi beberapa nama pemain yang wajib dimatikan oleh para pemain Indonesia.

Tensi panas sudah dirasakan bahkan sebelum peluit dibunyikan. Pemain Malaysia, Idlan, telah melakukan psywar menyebutkan bahwa lini belakang Indonesia tidaklah kuat. Ucapan yang hanya ditanggapi dingin oleh bek Indonesia, Hamka Hamzah. Psywar sendiri sudah dilakukan oleh para suporter kedua negara lewat internet. Sudah bukan rahasia, walau kedua negara ini sering disebut serumpun namun keduanya jarang sejalan, bahkan pernah terjadi perang diantara kedua negara, yang memunculkan istilah “ganyang Malaysia”. Dalam ranah politik kedua negara sering bersilang pendapat.

Stadion Bukit Jalil akan dipenuhi pendukung Indonesia karena 15.500 tiket yang dialokasikan untuk fans Indonesia sudah terjual habis. Bukan hanya WNI yang bermukim disana yang akan mendukung langsung Indonesia malam ini, tapi banyak pula warga Indonesia yang sengaja berangkat ke Malaysia kemarin dan hari ini ( minggu 26/ 12 ) untuk mendukung Timnas Indonesia.

Piala AFF sendiri telah menghadirkan gempita bagi masyarakat Indonesia. Saya sendiri belum pernah merasakan getaran yang hebat seperti ini sebelumnya. Padahal tahun 2004 Indonesia masuk final, namun kehebohan hanya pada para penggila bola saja. Tetapi sekarang, bahkan anak – anak SD Kemang Bogor pun menggelar doa bersama untuk kemenangan Indonesia. Para ulama dan bahkan anggota TNI menggelar istigoshah demi kejayaan Indonesia. Tak pernah saya lihat berita timnas Indonesia mendominasi setiap acara berita dan infotainment diseluruh TV nasional. Bahkan gaung pergelaran Piala Dunia Antar Klub pun tertutup oleh kegemilangan timnas Indonesia di penyisihan grup AFF Suzuki Cup ini.

Bangga dan haru, karena akhirnya hampir semua elemen bangsa mencurahkan pikiran, perhatian, dan doa pada timnas Indonesia. Saya sempat berkelakar, saya merasa Indonesia saat ini sedang bertanding di Piala Dunia karena euforia dan semangat yang saya rasakan.

Indonesia. Ini saatnya kita meraih Piala AFF. Sudah cukup segala kegagalan, segala kesedihan, saatnya kita bersatu padu, menyamakan semangat, doa, dan usaha demi kejayaan Indonesia. Dalam hati saya yakin Inilah saatnya Garuda Indonesia berjaya.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

9 thoughts on “AFF SUZUKI CUP : GARUDA INDONESIA VS HARIMAU MALAYA”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s