Rencana Naturalisasi Semme Patrick dan Igbonefo, Mulai Kebablasan

Mantapnya permainan striker naturalisasi, Christian Gonzalez, pada Piala AFF 2010 rupanya menginspirasi Badan Tim Nasional (BTN) untuk kembali menaturalisasi 2 orang pemain asal Kamerun dan Nigeria.

BTN rencananya akan menaturalisasi keduanya untuk memperkuat barisan pertahanan Indonesia pada Pra Piala Dunia 2014. Pierre Semme Patrick pemain asal Kamerun telah lama bermain di Liga Indonesia, saat ini dia bermain untuk klub Persema Malang, dia memulai petualangan di Indonesia dengan memperkuat Persikabo Bogor pada tahun 2007.

Sedangkan Victor Igbonefo asal Nigeria sangat lekat dengan Persipura Jayapura. Victor sudah ikut 2 kali menyumbangkan gelar juara liga untuk Persipura. Victor datang ke Persipura pada tahun 2004 dan tetap menjadi bagian dari andalan skuad mutiara hitam.

Victor Igbonefo

Hanya saja rencana naturalisasi ini, saya anggap mulai kebablasan. Karena saya rasa para pemain bertahan asli Indonesia yang bermain di berbagai level kompetisi Indonesia masih banyak yang mumpuni untuk menjadi bagian dari skuad merah putih.

PSSI jika jadi menaturalisasi Igbonefo dan Semme Patrick semakin gamblang pola pembinaan sepakbolanya. Hasil cepat dan instan lebih dipilih ketimbang bersabar membangun dari bawah, mencari dan mendidik anak – anak berbakat dalam sepakbola, untuk kemudian menuai hasilnya pada saat waktu mereka tiba.

PSSI nampaknya tergiur kembali mencoba naturalisasi setelah melihat penampilan bagus Christian Gonzalez selama gelaran Piala AFF yang baru saja berakhir.

Pertanyaannya sekarang, apakah kita benar – benar memerlukan naturalisasi kembali? Pemain – pemain muda Indonesia sudah sangat kesulitan menembus tim inti di klub masing – masing, karena “pemain asing-minded” yang sudah jadi tradisi disetiap klub dan kuota 5 pemain asing di setiap klub Liga Super Indonesia. Bahkan para pemain asing yang hanya berskill rata – rata mendapatkan minute play lebih banyak ketimbang pemain muda yang lebih berbakat. Alasan yang paling sering muncul adalah buat apa mahal – mahal mengontrak pemain asing kalau tidak dimainkan.

Masuknya Ahmad Bustomi, Zulkfili Syukur, Benny Wahyudi, Irfan Bachdim, Okto Maniani, Tony Sucipto, Kurnia Meiga, Yongki Ariwibowo dan Yesaya Desnam seharusnya menyadarkan PSSI bahwa pemain muda kita masih banyak yang layak untuk memperkuat timnas. Ahmad Bustomi, Zulkfli Syukur, Irfan dan Okto bahkan menjadi kekuatan inti pada line up Timnas Indonesia pada Piala AFF kemarin.

Kesulitan menembus starting eleven di klub masing – masing akan ditambah kesulitan menembus timnas jika PSSI terlena dengan naturalisasi.

Piala AFF telah menghadirkan suka cita dan euforia dahsyat dimasyarakat kita. Adanya pemain naturalisasi menambah minat masyarakat untuk menonton permainan timnas. Tapi janganlah fakta ini kembali ditiru untuk langkah ke depannya. Tetap fokus pada pembinaan dan pengembangan pemain muda. Sudah saatnya mereka untuk unjuk gigi dan memegang tongkat estafet regenerasi timnas Indonesia.

Untuk mendapatkan dukungan dan citra yang baik dari masyarakat bukanlah melalui naturalisasi. Justru kedua hal itu akan datang dari sebuah kualitas. Timnas Piala AFF telah menghadirkan kualitas itu sehingga “kehebohan” pun terjadi.

Rencana Naturalisasi ini harus kembali dikaji ulang, perlu atau tidak. Jangan hanya mencari prestasi instan dan melupakan pembinaan yang jadi inti kekuatan sepakbola diseluruh negara.

Kaji ulang rencana ini. Percuma saja kita mendapatkan prestasi instan tetapi dimasa depan pondasi kita tidak kuat untuk berprestasi kembali dan hanya kembali menaturalisasi pemain – pemain asing. Berikan pemain – pemain lokal kesempatan yang sebesar – besarnya untuk unjuk kemampuan dan melakukan yang terbaik untuk bangsa ini.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

12 thoughts on “Rencana Naturalisasi Semme Patrick dan Igbonefo, Mulai Kebablasan”

  1. kalau menurut persepsi saya, naturalisasi igbonefo dab patrick bukan langkah yang salah. karena pemain timnas indonesia di bagian center back memang masih lemah, dengan ada nya igbonefo dan patrick ini bisa menjadi roll model center back bagi pemain lokal kita baik dari segi ketenangan, konsentrasi maupun teknik yang lain nya. Jangan langsung beranggapan dengan naturalisasi maka akan mematikan potensi anak-anak berbakat Indonesia. Karena meurut saya mereka akan lebih bersemangat untuk menunjukan kemampuan yang mereka miliki, bahwa mereka juga sama baik nya dengan pemain naturalisasi.

  2. hey bung ini jaman modern,naturalisasi tidak salah,zidane aja di natural ama prancis.tanpa mengurangi nasionalisme kita,kita harus mengakui sepak bola indonesia belum seperti negara brazil.mau dengan pemain indonesia,sampai kapan?sampai kiamat aja ngak akan bisa.klo tatanan spak bloa indonesia masih kacau,pembinaan kurang,liga terbagi antara isl dan lpi,lapangan sepak bola kurang,gimana mau maju.ngak salah naturalisasi kan ngak semua pemain timnas.kita kan pasti menggunakan pemain lokal yang bagus juga,seperti okto,boaz,atau m.nasuha,mau maju harus ada keberanian melakukan gebrakan jangan kayak katak dalam tempurung

  3. Tidak semua pelaku sepakbola dalam suatu negara yang memakai pemain naturalisasi setuju dengan naturalisasi itu sendiri. Contoh Cesare Maldini yang mengkritik kebijakan naturalisasi Italia.

    Oke, memang saya akui ada nilai plus dalam permainan dan positif ketika seorang pemain naturalisasi bergabung dengan timnas.

    Hanya dengan keadaan ketidakjelasan pembinaan seperti sekarang , PSSI nampak terlena dengan keberhasilan naturalisasi ini. Sudah bukan rahasia kalo PSSI senang yang instan.

    Jangan sampai naturalisasi ini jadi jalan instan ynag terus dipakai sedangkan akar pembinaan dilupakan

  4. coba anda tanya…mampukah orang indonesia tuk capai prestasi tanpa naturalisasi..mngkn semua udah tau jawabannya..kenapa begitu..karna olah raga memebutuhkan fisik yg prima…kl skill mngkn bisa di asah.kl bodi stamina tdk bisa diadakan krn kenapa kt kalah dr orang luar..karna dr fisik dan stamina kt udh kalah..kodrat orang indonesia tanpa naturalisasi gk bakalan maju2 sepakbola..dg hal ini kt bs menutupi kekurangan ky..yg penting poinnya bendera merah putih..jangan lihat orangnya tp lihat hasinya…trm kasih..bravo indonesia

  5. bagaimana dengan orang jepang? secara fisik sama dengan Indonesia….tapi bisa berprestasi….jadi maksud anda orang Indonesia sudah ditakdirkan jadi pecundang?

  6. Menurut saya naturalisasi sah-sah saja selama kita masih belum bisa menyuplai yang dibutuhkan. Tapi jangan berhenti dinaturalisasi. Pembinaan pun bukan cuma kompetisi usia dini, tetapi lebih dari itu yang saya sebut Budaya Sepakbola dimana salah satunya adalah pola makan. Bagaimana pola makan yang tepat untuk menunjang pertumbuhan fisik yang prima dalam sepak bola. Bagaimana pemain liga eropa ring 1sudah dipakai sejak umur 18? Bagaimana Van der Sar masih prima di umur 40? Bagaimana striker NewCastle masih dipakai di umur 37? Masalahnya ini berawal dari anak masih kecil, bahkan masih di rahim ibu. Terlepas dari gen, saya yakin pola asupan juga punya peranan di sini. Bakso, Chiki, Citatos, Gorengan, jajanan sekolah dll pasti haram hukumnya di La Masia atau yang lain.

  7. kasihan bibit masa depan indonesia klo timnas kita udah naturalisasi semua..
    mana orang indonesianya??
    semoga membuka mata PSSI, naturalisasi 1 or 2 pemain sih gpp, klo mayoritas pemain naturalisai semua, bisa hancur timnas di masa datang..

  8. sy lebih suka kalau indonesi banyak memakai pemain naturalisasi,dari pada menugnggu hasil binaan yg tidak tahu kalau kapan bisa jadi, kita semua tahu kalau kita berbaur dengan orang yg tahu main pastinya kita juga jadi tahu main.coba kita lihat lagi kebelakang sudah berapa puluh tahun indonesia mengadakan pembinaan hasilnya nol besar,sementara sebagian besar warga indonesia ingin melihat penampilan indonesia di piala dunia.

  9. sya sngt stju dg rncana naturalisasi pemain asing,krna stidaknya mereka/pmain naturalisasi,akn bisa mndongkrak prsepakbolaan kita,tpi pemerintah pun hrs ttp melakukan pmbinaan pmain2 lokal agr nntinya bsa mnrus kn prestasi yg sdh trangkt olh para pmain naturalisasi.

  10. hahaha..
    saya lebih bangga jika wajah2 indonesia memiliki skill yang menawan bermain di timnas daripada melihat wajah asing yang secara de jure bermain di timnas..

    bravo Indonesia!!

  11. Menurut saya lebih baik naturalisasi..krn secara fisik jelas pemain lokal kalah …lawong dari kecil makannya tempe , mereka makannya keju…mereka terbiasa makan daging sedangkan kita makannya oncom…yach kita realistis ajalah jangan memaksakan sesuatu yg belum bisa kita raih..boro-bor mAU LATIHAN PEMAIN UDAH PUSING MIKIRIN ANAK ISTRI MAKAN APA DIRUM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s