Persib Pindah Ke LPI? Tidak Dewasa

Partai big match Liga Super Indonesia antara Persib Bandung vs Arema Indonesia semalam ( 23 /01 ) di Stadion Siliwangi, Bandung berjalan panas. Laga sempat dihentikan pada menit – 67, setelah terjadi insiden antara M.Ridhuan dengan Wildansyah yang luput dari perhatian wasit maupun kamera.

http://www.simamaung.com

Mendapati Wildansyah, pemain Persib, terkapar dilapangan dan kemudian para pemain Persib melakukan protes kepada wasit Najamudin Aspiran, wasit pun mencoba berkonsultasi dengan asisten wasit tentang insiden tersebut. Meski para pemain Persib dan kapten Arema, Noh Alam Shah, mencoba mempengaruhi wasit yang sedang berkonsultasi dengan asistennya, akhirnya wasit Najamudin Aspiran memberikan kartu merah kepada pemain Arema, M.Ridhuan, yang dianggap menyikut Wildansyah berdasarkan keterangan asisten wasit.

Disinilah kemudian pertandingan terhenti. M. Ridhuan yang telah menerima keputusan wasit tanpa protes dan bersalaman dengan Wildansyah urung keluar lapangan, karena dilempari oleh penonton. Bek Persib, Maman Abdurahman, yang mencoba mengantar M.Ridhuan keluar lapangan pun tak bisa berbuat apa – apa. Penonton semakin tidak terkendali. Pembakaran terjadi di kursi penonton, 4 kali kembang api ditembakkan ke tengah lapangan. Usaha persuasi Manajer Persib Bandung, H.Umuh Muhtar, menenangkan massa tak berhasil.

Pertandingan terhenti selama setengah jam. Penonton pun ada yang menerobos ke lapangan. Suasana kontras terlihat di tengah lapangan, ketika para pemain Persib dan Arema saling bercanda akrab.

Laga dilanjutkan, Persib bisa membalas ketertinggalan menjadi 1 – 1 sampai pertandingan usai. Usai pertandingan wasit Najamudin Aspiran dikejar dan dipukul oleh oknum penonton karena kecewa wasit tidak memberikan waktu tambahan.

Koor penonton agar Persib pindah ke LPI sudah membahana sejak pertandingan terhenti.

Isu kepindahan ke LPI sudah diapungkan oleh Manajer Persib, H.Umuh Muhtar, ketika Christian “el loco” Gonzalez dikartu merah pada saat melawan Persisam. El Loco dianggap berbicara kasar kepada wasit sehingga diusir ke luar lapangan. El Loco sampai saat ini tidak mengakui hal tersebut, walau pada Tabloid Bola edisi 22 Januari 2011, terlihat beberapa kali pemain Persib menghina asisten wasit dengan kata – kata kasar.

Jika di Samarinda, Persib merasa dirugikan, sedangkan semalam justru wasit menjalankan tugasnya dengan meng-kartu merah- M.Ridhuan karena bersalah. Tetapi malah suasana jadi rusuh.

Berita hari ini baik di situs berita online maupun media cetak memuat kekecewaan Manajemen Persib terhadap wasit. Persib selalu merasa dirugikan wasit.

Wasit di LSI memang banyak disorot. Tak jarang memang performa wasit kurang memuaskan. Sayangnya hal ini, menjadi sebuah penilaian umum bahwa wasit di LSI tidak becus semua. Padahal tak jarang pula para wasit ini menjalankan tugasnya dengan baik.

Klub – klub LSI akan dengan mudah menyalahkan wasit ketika timnya kalah tanpa pernah melakukan evaluasi ke dalam tim. Bahkan ketika tim bermain jelek dan kalah, pihak klub akan menuding bahwa mereka “dikerjai” wasit.

Sebuah ketidakdewasaan jelas terlihat disini. Entah dengan alasan untuk melindungi mental pemain ketika kalah, menyalahkan wasit tidak bisa terus dijadikan alasan. Tidak selamanya tim tamu kalah oleh tim tuan rumah. Walau wasit penampilannya buruk tapi kekalahan juga disebabkan oleh jeleknya performa klub. Lihat kemarin Bontang FC bisa mengalahkan Persisam sebagai tuan rumah.

Terkadang terlihat, mental pemain sudah drop ketika bertandang ke kandang tim lain bahkan ketika pertandingan akan dimulai, inilah yang menjadikan performa mereka turun. Apalagi jika wasit kurang tegas.

Sebuah kedewasaan dicontohkan oleh pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev, ketika Okto Maniani diganjar kartu merah oleh wasit Oki Dwi Putra pada saat melawan Persisam. Okto yang menanduk wasit dicap tidak profesional oleh Kolev. Walau Sriwijaya digunduli oleh Persisam, namun Kolev mengakui kalau Sriwijaya bermain jelek.

Bermula dari ketidakdewasaan klub menular kepada suporter. Suporter yang setia mendukung tim pada saat buruk atau bagus, akan dengan mudah menyalahkan wasit ketika timnya kalah.

Saya menganggap langkah Persib yang berencana pindah ke LPI sebagai sebuah ketidakdewasaan. Manajemen harusnya mengevaluasi penampilan tim sebelum menuding ke luar. Persib musim ini turun performanya. Semalam pun ketika bertanding melawan Arema, Persib turun performanya, main tanpa pola yang jelas. Adaptasi terhadap pola 4 – 3 – 3 yang digunakan pelatih Daniel Roekito masih terlihat. Persib sudah hancur dalam persiapan musim ini, akibat kisruh manajemen dengan pelatih, Daniel Janckovic. Musim berjalan Jovo Juckovic tak mampu mengangkat performa Persib karena dari pra musim sudah tidak jelas persiapannya. Pelatih Daniel Roekito juga belum mampu mendongkrak performa tim.

Bagi saya, kerusuhan semalam adalah bentuk kekecewaan penonton terhadap permainan Persib. Tapi sudah kentalnya budaya menyalahkan wasit justru mengaburkan semuanya.

Lakukan evaluasi ke dalam tim bukan menyalahkan pihak luar.

Pindah ke LPI itu adalah pilihan manajemen, walau saya kecewa kalau itu terjadi. Apa jaminannya Persib akan bagus jika pindah ke LPI. Mungkin saja akan terlihat bagus karena kualitas klub – klub LPI masih dibawah klub LSI. Level klub – klub LPI pun tidak jelas, karena kebanyakan baru tanpa melalui jenjang kompetisi.

Apakah wasit akan bagus di LPI? Pada pertandingan Real Mataram vs Bali De Vata, wasit kurang tegas. Sedangkan pada pertandingan Semarang FC vs Bogor Raya, terjadi kasus pemukulan wasit oleh pemain.

Wasit LPI adalah wasit yang sebelumnya berkiprah di kompetisi PSSI. Memakai wasit asing bukan juga solusi. Karena di liga Inggris pun, Alex Ferguson, Arsene Wenger dan manajer lainnya sering mengkritik performa wasit. Jadi ketidakpuasan terhadap wasit bisa juga disebabkan pendapat subjektif.

Lantas apa yang dibutuhkan? kedewasaan dan kesadaran semua pihak tanpa kecuali. Mulailah evaluasi ke dalam tim jangan dulu menyalahkan pihak lain. Kesadaran akan memunculkan kebesaran hati menerima setiap kenyataan menang atau kalah tanpa menyalahkan pihak luar terlebih dahulu.

Ditengah ketidakdewasaan PSSI, jangan pula klub – klub ikut tidak dewasa. Ditengah ketidaksadaran PSSI, jangan pula klub – klub lupa diri. Harus ada yang dewasa dan sadar. Klub bisa membawa perubahan kepada sepakbola yang akan berlanjut kepada suporter juga kepada wasit. Reformasi PSSI bisa dimulai dari klub tanpa harus demo PSSI.

Mulailah mengkaji diri sendiri. Jangan dulu pindah kemana – mana, karena tidak ada jaminan kesuksesan akan didapat. Selama Manajemen Persib tidak dewasa, maka pindah ke LPI pun mereka akan selalu menyalahkan wasit.

Dewasa, Sadar dan Kaji Diri Sendiri.

sumber foto : http://www.simamaung.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

2 thoughts on “Persib Pindah Ke LPI? Tidak Dewasa”

  1. Bukan cuma itu bro,lihat kepengurusan PSSI selama ini? Apakah bro melihat ada kemajuan? Menyusun jadwal aja mereke kerepotan..kalo tim-tim yg ada di indonesia ini gw rasa udah cukup dewasa dan profesional,itu karena mereka benar2 ingin persebakbolaan di indonesia ini lebih maju, mungkin bukan masalah wasit aja yg di soroti tim2 yg kecewa ma pssi..Bro jgn cuma membaca di media aja trus di publikasikan kembali di blog..dengan menyoroti perporma tim ato pemain dengan pola 4-3-3 aja,,Lihat jadwal persib dalam 11 hari melalui 4 pertandingan dengan jarak yg begitu jauh,,belum setelah itu harus terbang ke papua! Iva kolef dan daniel berbeda situasi-y,kalo di balik mungkin bakal lain cerita-y! Inti-y semua tergantung dari atas-y!

  2. thanks masukannya…saya selama ini mengamati juga apa yang saya lihat dan apa yang saya baca lantas dipikirkan itulah yang dituangkan disini.

    PSSI amburadul mengurus jadwal liga. LPI pun sama.

    Memang situasi Ivan Kolev dan Daniel Roekito berbeda, saya hanya ingin dalam tulisan ini menyoroti budaya menyalahkan wasit tanpa melihat ke dalam terlebih dahulu. Rasanya semudah itu mencari kambing hitam bila tim kalah.

    Saya pun ingin ada reformasi di tubuh PSSI dan merindukan sosok ketua umum yang baru, segar, bervisi dan misi, jujur dan punya kerja nyata. tetapi pindah ke LPI bagi pribadi saya belumlah menjadi pilihan.

    btw thanks masukannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s