Crop Circle Sleman Diselesaikan Dalam Waktu 2 Jam

Crop Circle Sleman yang menarik perhatian dan masih meninggalkan kemisteriusan. Seperti Crop Circle lain yang muncul di beberapa negara.

Berdasarkan keterangan para pemilik petak sawah, Pola aneh di sawah mereka diperkirakan muncul pada Sabtu, 22 Januari 2011, antara pukul 21.00 – 23.00 WIB. Berikut keterangan yang dimuat dalam situs berita vivanews.com.

Fakhrur Rozi, salah satu pemilik sawah, mengaku ia masih melihat sawahnya baik-baik saja, hingga pukul 16.00. Sementara Mudakhir, peternak sapi yang ronda malam, mengatakan bahwa sampai Maghrib (sekitar pukul 18.00) sawah juga masih utuh.

Bahkan, Wasijo, yang sawahnya bersebelahan dengan sawah Fakhrur Rozi, bersaksi bahwa sampai pukul 21.00, tidak ada hal yang terjadi pada sawah tetangganya itu.”Tidak ada orang ataupun yang mencurigakan di sawah yang (kemudian) rubuh itu,” kata Wasijo.

Ngadiran, pemilik sawah lain yang turut ‘kebagian’ pola aneh itu, mengetahui sawahnya rubuh pada Sabtu malam menjelang tengah malam. Awalnya, Ngadiran mengira padinya rubuh karena dilewati hewan besar yang turun dari Merapi.

Namun paginya, setelah melihat foto seorang anak dari pemilik sawah lainnya yang memotret dari ketinggian, ternyata padinya rubuh membentuk pola tertentu.

Basyori, warga lain yang bertempat tinggal di dekat sawah itu, mengaku pada pukul 22.30 WIB mendengarkan suara seperti pesawat dari arah persawahan. “Ini suara apa sih, Bu? Kok kayak pesawat,” kata Basyori menirukan pertanyaannya kepada istrinya, saat tengah menonton televisi, malam itu.

Menurut Basyori, suara mirip pesawat itu tidak keras tapi jelas terdengar. Namun Basyori pun tak berusaha mencari tahu lebih jauh.

Adanya bantahan dari peneliti LAPAN, Thomas Djamaludin, bahwa Crop Circle ini tidak berkaitan dengan kedatangan UFO berlawanan dengan keterangan salah seorang warga, Edi Winarno, yang menerangkan bahwa tidak ada satu batang padi pun yang patah. Hal ini sejalan dengan analisa pengamat dari komunitas pengamat UFO Indonesia, UFONESIA, yang mengatakan bahwa untuk membuktikan crop circle buatan manusia atau bukan adalah dengan melihat apakah ada batang padi yang patah atau tidak. Jika ada yang patah maka kemungkinan itu adalah hasil karya manusia.

Selain itu UFO biasanya meninggalkan jejak radiasi dan tanah terbakar, dan ini juga yang harus diteliti. Menurut keterangan Edi Winarno, bahwa tanah disekitar Crop Circle itu hangat. Namun harus diteliti lebih lanjut. Tidak ada kerusakan yang ditimbulkan oleh Crop Circle ini selain rubuhnya tanaman padi yang membentuk pola gambar. Padahal sawah ini tepat berada dibawah jaringan listrik tegangan tinggi ( sutet ).

Keterangan dari para peneliti Crop Circle bahwa setiap crop circle membentuk pola yang berbeda dan mempunyai pesan tersendiri. Crop Circle di Sleman dianggap mirip Cakra Muladhara, lambang dari ajaran Hindu.

Sampai saat ini LAPAN dan TNI Angkatan Udara belum melakukan penelitian, walau banyak kalangan menilai kedua pihak tersebut harus melakukan penyelidikan. Di lain pihak pemerintah Kab.Sleman telah mempersilahkan para peneliti yang berkompeten untuk meneliti fenomena ini.

sumber : http://www.vivanews.com , http://www.kompas.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s