Crop Circle Sleman Masih Misteri

Fenomena Crop Circle Sleman Yogyakarta masih menyimpan tanda tanya besar. Setelah BATAN dan LAPAN mengungkap dari hasil pemeriksaan mereka bahwa Crop Circle Sleman merupakan hasil karya manusia.

BATAN yang memeriksa paparan radioaktif di Crop Circle tidak menemukan adanya radioaktif di lokasi. Hal ini kontra dengan teori yang menyebutkan bahwa jika Crop Circle merupakan jejak bekas mendaratnya UFO maka akan ada bekas radioaktif.

LAPAN yang telah mengirimkan tim peneliti juga menyebutkan bahwa Crop Circle tersebut buatan manusia. Diantaranya dengan ditemukan bekas patok pada tengah Crop Circle.

Ditengah simpang siurnya soal kejelasan Crop Circle, seorang Mahasiswa UGM mengaku dia telah membuat Crop Circle tersebut bersama teman – temannya. Pengakuan yang dimuat disalah satu website itu kini sedang ditelusuri oleh pihak UGM dan kepolisian. Bukan tak mungkin jika terbukti maka si Mahasiswa akan dikenai sanksi mengingat perusakan terhadap properti orang lain. Selain itu juga sawah tersebut siap panen dua minggu lagi.

Setelah film Night Shymalayan, Signs, yang bercerita tentang fenomena ini. Doug Bower dan Dave Chorley mengaku sebagai pembuat Crop Circle di Inggris. Mereka telah membuat sejak tahun 1978. Untuk menguatkan pengakuan mereka, mereka mendemonstrasikan pembuatannya dalam waktu satu jam.

Namun jika dilihat dari catatan sejarah, Fenomena ini sudah terjadi sebelum abad 20, tepatnya sekitar tahun 1678. Ini dibuktikan dengan berita yang dimuat pada Pamflet di Inggris tentang Mowing Devil.

Pamflet Mowing – devil ini melaporkan tentang seorang tuan tanah yang menolak membayar upah kepada buruh yang bekerja diladangnya dan berkata lebih baik “devil” yang melakukannya. Pada malam hari ladangnya tampak terbakar, dan ketika dilihat pada pagi harinya ladangnya sudah dipanen dengan sangat sempurna bahkan terlalu sempurna. Kasus Mowing-devil seringkali dianggap sebagai kasus crop circle yang pertama tercatat.

Crop Circle ini masih menjadi perdebatan di seantero negara. Karena sifat kemunculannya yang tiba – tiba dan polanya janggal. Seringkali crop circle berdiameter lebih dari crop circle di Sleman.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s