Benarkah Ada Pengaturan Skor?

Piala AFF 2010 masih menyisakan cerita. Apalagi jika melihat perjalanan sempurna timnas Indonesia dengan meraih kemenangan sampai laga semifinal melawan Filipina membuat orang heran kenapa Indonesia bisa ditekuk dengan telak di Bukit Jalil oleh Malaysia.

Nama Eli Cohen menjadi buah bibir setelah mengirimkan surat kepada Presiden RI tentang adanya praktik jual beli pada pertandingan final leg I Piala AFF 2010 antara Malaysia – Indonesia. Surat ini juga ditembuskan kepada Menpora, Ketua KPK, Ketua DPR dan Ketua KONI.

Dalam isi surat tersebut disebutkan kongkalikong antara pejabat PSSI dengan bandar judi Malaysia. Bandar judi menginginkan Indonesia kalah pada final, sedangkan pejabat PSSI butuh modal untuk kongres di Bali yang baru saja usai pada akhir Januari 2011. Isu laser adalah alat yang dipakai menjatuhkan mental pemain.

Eli Cohen adalah samaran. Eli Cohen asli adalah mantan agen Mossad Israel yang berperan dalam kemenangan perang Israel – Suriah. Berkat keakuratan informasinya, Israel bisa mengalahkan Suriah. Sedangkan Eli Cohen pembawa info suap mengaku sebagai karyawan Ditjen Pajak dan keterangan suap ini didapat dari salah seorang kliennya yang merupakan anggota PSSI.

Belum ada kejelasan mengenai kebenaran isi surat tersebut. Sekjen PSSI, Nugraha Besoes membantah isu tersebut dan menganggap hal itu sebagai ” black campaign ” menjelang pemilihan ketua umum PSSI.

Bambang Pamungkas, seperti yang dimuat dalam situs kompas.com, membantah isu suap tersebut.

Bambang Pamungkas menyebutkan bahwa mereka baru bertemu Nurdin Halid, Andi Darussalam, dan Nirwan Bakrie, pada saat akan naik bus menuju stadion Bukit Jalil pada pukul 17.15 waktu Malaysia. Bepe, panggilan akrab Bambang, menegaskan bahwa sejak timnas datang ke Malaysia hari Jum’at, mereka steril dari intimidasi internal.

Hal lain yang diungkapkan Bepe lewat tulisannya ” sangat memalukan” yang diposting pada situs pribadinya bambangpamungkas20.com, adalah kekecewaan Alfred Riedl seusai pertandingan. Alfred kecewa dengan sikap Nurdin Halid yang tidak mengunjungi pemain seusai pertandingan. Riedl bahkan berucap jika tim menang maka Nurdin Halid datang, tapi ketika tim kalah Nurdin tak mau bertemu pemain.

Bepe menanyakan langsung absennya Nurdin Halid. Nurdin Halid hanya menjawab bahwa dia tidak punya ID Card.

Kemudian Bepe menganggap isu jual beli pertandingan ini bohong. Walau Bepe tidak puas kepada kinerja PSSI, tapi dia berharap sepakbola lepas dari hal – hal politik, persaingan bisnis, atau dendam pribadi.

Namun ketua DPR, Agung Laksono, akan menyelidiki tentang isu suap ini. Karena tindakan ini tidak bermoral, merendahkan martabat bangsa, dan merusak jiwa fair play. Untuk itu, Agung Laksono berjanji akan mendalami info ini.

Isu ini tak pelak semakin menggoyang tahta Nurdin Halid menjelang pemilihan ketua umum PSSI pada 19 Maret mendatang di Kepulauan Riau. Persaingan menuju ketua umum akan diramaikan oleh George Toisutta yang sudah mendapat restu Panglima TNI. Arifin Panigoro pun sudah siap untuk bersaing dengan Nurdin Halid.

sumber : kompas.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

2 thoughts on “Benarkah Ada Pengaturan Skor?”

  1. Harus di usut tuntas mslh ini… permainan Nurdin Halid untuk bertahan di Ketum PSSI…Nurdin Halid hrs mundur secepatnya…jgn smp msh ini spt Husni Mubarak jatuh dengan People Power…hehehe…!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s