Tentang Teman

Imam Ghazzali pernah berkata ” teman itu mencuri tabiat “. Kalimat yang sangat bermakna dalam menggambarkan sebuah persahabatan. Ada sebuah peribahasa bahwa jika kita berteman dengan pedagang minyak wangi maka kita akan terbawa harum, jika kita berteman dengan pedagang minyak tanah, maka bau minyak tanah pun akan menempel pada diri kita. Tanpa harus dijelaskan lebih lanjut, saya rasa kita semua telah mengerti dengan maksud kalimat mencuri tabiat.

Baik atau buruk teman apalagi statusnya sahabat karib kita, maka kita akan kecipratan, entah sikap baiknya, bisa – bisa buruknya pun menempel dan ditiru oleh diri kita.

Berhati – hatilah dalam memilih teman. Itulah yang sering kita dengar. Karena teman bisa meningkatkan kualitas diri ataupun menjerumuskan.

Ada beberapa tipikal teman :

1. Tipe udara. Teman bertipe ini “ada tapi tidak dirasakan kehadirannya”. Tipe teman seperti ini adalah yang terbaik, teman seperti ini memberikan keikhlasan dalam membantu tanpa diminta, menolong tanpa dimohon. Layaknya udara yang kita hirup sepanjang hidup kita. Namun sering kali teman seperti ini kita lupakan, tertutupi oleh teman yang lain, padahal tipe teman ini adalah yang utama dan sejati.

2. Tipe seperti makanan. Makanan itu memberikan kekenyangan dan memberikan gizi bagi tubuh. Teman seperti ini juga sangat diperlukan dalam kehidupan. Teman seperti ini siap membantu dan memberikan efek yang baik bagi diri kita. Namun seperti halnya makanan yang kita makan, ada pula makanan yang berefek buruk bagi kesehatan. Jadi kita juga harus bisa memilah – milih teman bertipe seperti ini. Tidak semua nasihat dan pertolongan datang begitu adanya, kita harus bisa memisahkan mana yang baik dan buruk.

3. Tipe minuman keras. Seperti minuman keras yang memabukkan dan memberikan kesenangan palsu. Begitulah tipe teman seperti ini. Hanya mengajak kepada kesenangan tanpa memberikan kesadaran dan kebaikan pada diri kita. Mendapatkan teman seperti ini membuat kita harus berhati – hati dan punya banyak filter dalam diri.

4. Tipe racun. Rasanya tak perlu dijelaskan lebih lanjut karena tak ada racun yang baik. Racun itu bisa mematikan seseorang. Maka teman seperti ini harus dihindari.

Kita adalah teman bagi seseorang. Maka kita pun harus bisa menjadikan diri sebagai tipe teman yang baik. Karena pertemanan itu bersifat mempengaruhi, maka entah diri kita atau teman kita harus bisa saling memberikan kebaikan pada diri masing – masing.

Kita butuh teman dalam kehidupan ini dan tidak bisa dihindari bahwa manusia tak bisa hidup sendiri. Maka berhati – hatilah dalam memilih teman.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s