Komite Banding Buat Kejutan

Komite Banding membuat gebrakan diluar prediksi semua orang. Komite Banding yang memiliki wewenang untuk menggagalkan, meyakinkan, merevisi keputusan komite pemilihan calon ketua umum PSSI, sore tadi (25/02) mengumumkan keputusannya terkait banding yang diajukan oleh Arifin Panigoro dan George Toisutta dalam pengajuan menjadi calon ketua umum PSSI.

Tjipta Lesmana

Arifin dan George yang tidak lulus dalam verifikasi komite pemilihan, mengajukan banding sesuai dengan hak banding yang mereka terima. Namun kejutan dibuat oleh Komite Banding yang diketuai, Tjipta Lesmana, dan beranggotakan Gayus Lumbuun, Alfred Simanjuntak, dan Max Boboy.

Komite Banding pada akhirnya memutuskan untuk :

1. menolak banding Arifin Panigoro dan George Toisutta;

2. Menolak hasil verifikasi komite pemilihan terhadap anggota komite eksekutif PSSI periode 2011 – 2015 ;

3. Mengembalikan wewenang kepada PSSI sebagai pembentuk komite banding.

Komite banding seperti yang disebutkan, Tjipta Lesmana, bahwa keputusan ini berdasarkan Statuta FIFA, Standard Electoral Code FIFA, Statuta PSSI dan Peraturan Organisasi.

Selain itu juga Komite Banding bersikap bahwa Menpora, Andi Mallarangeng, telah menekan dan melakukan intervensi dalam proses banding. Andi Mallarangeng memaksa komite banding untuk meloloskan Arifin Panigoro dan George Toisutta sebagai calon ketua umum PSSI.

Langkah Andi ini dinilai Komite Banding sudah merupakan intervensi pemerintah kepada PSSI, dan intervensi semacam ini sangat bertentangan dengan Standard Electoral Code FIFA Artikel 2.

Andi juga bersama Ketua Umum KONI dan KOI, Rita Subowo, pada hari Senin (21/2) lalu mendeklarasikan 25 butir Sikap Pemerintah dan KONI/KOI terhadap persoalan PSSI. Sebagian diantaranya berisi tekanan agar komite banding meloloskan Arifin Panigoro dan George Toisutta. Dalam 25 butir sikap ini juga disebutkan bahwa PSSI adalah entitas olahraga Indonesia dan seharusnya tunduk pada peraturan perundang – undangan Indonesia.

Andi Mallarangeng tampaknya lupa bahwa dalam hukum sepakbola hanya ada satu hukum yang ditaati semua asosiasi sepakbola di seluruh negara, yaitu hukum FIFA.

Pada situs berita kompas.com hari ini (25/2) dimuat pernyataan Ketua Komisi Disiplin PSSI, Hinca Pandjaitan, yang menyebutkan hukuman FIFA kepada PSSI tinggal tunggu waktu saja, karena FIFA menganggap Pemerintah Indonesia sudah melakukan intervensi ke PSSI.

Brunei, Yunani, Irak, Kuwait, telah merasakan hukuman akibat intervensi Pemerintah yang berujung pada pelarangan tampil pada event- event sepakbola internasional.

Dengan keputusan komite banding ini, maka keputusan tentang pemilihan ketua umum PSSI periode 2011-2015 dikembalikan lagi kepada PSSI.

Keputusan komite banding bersifat mutlak dan tak bisa diganggu gugat oleh siapa pun termasuk pemerintah dan PSSI. Hal ini sesuai dengan Standard Electoral Code FIFA artikel 12 tentang prosedur banding.

Tjipta Lesmana menambahkan bahwa keputusan ini selain berdasar kepada 4 peraturan diatas juga mempertimbangkan aspirasi yang beredar akhir – akhir ini terkait dengan pemilihan ketua umum PSSI.

Dengan keputusan menganulir keputusan komite pemilihan, maka semua calon ketua umum yaitu, Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, Arifin Panigoro, dan George Toisutta dianggap gugur.

Tinggal para pencinta sepakbola Indonesia menunggu langkah PSSI selanjutnya menanggapi keputusan komite banding ini.

Semoga hal buruk tidak terjadi pada persepakbolaan Indonesia. Satu lagi harapan saya, agar Nurdin Halid secara sadar turun dari jabatan ketua umum dan tidak mencalonkan diri kembali.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s