The Era of Bluffing

Bluffing menurut http://www.merriam-webster.com artinya adalah ” to deter or frighten by pretense or a mere show of strength”. Dalam bahasa Indonesia bisa diartikan ” suatu tindakan pura – pura untuk menghalangi atau menakuti atau sebuah tindakan menunjukkan kekuatan”. Bagi yang senang bermain poker bluffing atau bisa diartikan pula menggertak adalah menakuti lawan main dengan cara menaikkan taruhan dengan harapan mental lawan menjadi ciut. Sama dalam penggunaan gertakan dalam permainan poker, dalam keseharian pun gertakan dilakukan untuk menundukkan mental lawan.

Mata melotot, nada suara tinggi hampir berteriak, dada membusung, telunjuk diarahkan ketika berbicara itulah beberapa ciri ketika orang menggertak. Ada yang lebih halus cara menggertaknya cukup memperlihatkan keunggulan untuk membuat lawan down mentalnya.

Hari ini dan yang telah lalu saya menemukan bahwa semakin banyak gertakan ini mewarnai dunia. Gertakan ini sudah tidak pandang benar atau salah, yang penting lawan yang dihadapi menjadi ciut dan mengikuti kehendak si penggertak. Ketika lawan sudah mengkerut keberaniannya maka jangankan pukulan satu teriakan saja sudah mampu membuat dia jatuh.

Pada masa menggertak ini, gertakan sudah disalahgunakan. Gertakan bukan untuk menakuti lawan yang memang benar merugikan, tapi juga sudah diberikan kepada orang – orang yang tidak bersalah. Untung kita belum masuk pada masa orang makan orang. Tapi mungkin sudah jaman orang makan orang, hanya saya saja tidak ngeh, dan tidak mau tahu.

Lantas apa yang membuat kita memasuki jaman gertak menggertak ini? tuntutan biologis manusia. Tuntutan perut itulah yang membuat gertakan ini semakin merajalela. Benar dan salah, tahu dan tidak tahu, sudah bukan soal. Yang penting seseorang dibuat takut oleh gertakan.

Tuntutan perut yang lepas kendali. Perut yang sudah mengambil alih fungsi otak sebagai pemikir, perut yang sudah meniadakan nurani dalam melihat benar atau salah, halal atau haram. Orang yang tidak bisa mengendalikan tuntutan perut sudah mengalihkan seluruh kendali tubuhnya kepada perut. Kemanapun, apapun perut yang akan mengarahkannya.

Gertakan ini jika benar penggunaannya hanya akan digunakan pada tempatnya. Hanya akan ditujukan pada musuh, orang yang merugikan, dan perusuh – perusuh. Gertakan ini tidak akan diumbar kemana saja.

Saya pernah menulis dalam satu status saya di FB ” ketika ketidaktahuan lebih kencang berteriak”. Saya menulis ini karena tahu atau tidak tahu sudah bukan masalah jika keinginan perut sudah tak terkendali. Tuntutan perut menutup kesadaran tahu dan tidak tahu. Orang – orang yang menggertak lebih banyak tidak tahu tetapi menggertak lebih kencang dari siapapun.

Gertakan ini bagaikan senjata ampuh bagi perut – perut yang sudah tidak terkendali. Benar atau salah, halal atau haram, tahu atau tidak tahu, sudah dikubur dalam – dalam yang penting perut kenyang.

Walau gertakan ini hanya aksi pura – pura untuk menjatuhkan mental tetapi banyak orang takut karenanya.

Gertakan bisa dihadapi dengan gertakan lagi. Saling kuat nada bicara, saling kuat melotot, saling kuat melempar argumen adalah isi perang gertakan.

Gertakan juga bisa dihadapi dengan kebaikan dan kesabaran. Menunggu si penggertak untuk luluh hatinya. Walau agak sulit memang karena gertakan pada jaman sekarang dikendalikan oleh perut yang selalu meraung – raung kelaparan.

Mana yang akan anda pilih untuk menghadapi gertakan, atau mempunyai resep tersendiri untuk menghadapi gertakan itu semua kembali ke pribadi masing – masing.

Yang pasti jangan biarkan mental jatuh dan keberanian menciut karena gertakan hanya aksi pura – pura saja tidak lebih atau kurang.

Inilah jaman gertak inilah jaman perut edan. Berhati – hatilah.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s