Komite Normalisasi ( Jawaban FIFA )

FIFA akhirnya mengambil alih peran PSSI. Melalui komite darurat yang bersidang pada tanggal 1 April 2011, FIFA membentuk komite normalisasi yang beranggotakan insan sepakbola Indonesia, yang tidak mencalonkan diri menjadi ketua umum PSSI.

Ketua Dewan Kehormatan PSSI, Agum Gumelar, ditunjuk menjadi ketua Komite Normalisasi. Sedangkan anggotanya terdiri dari :

1. Sukawi Sutarip ( Ketua Pengprov PSSI Jateng )

2. Joko Driyono ( CEO PT.Liga Indonesia )

3. Siti Nurjanah ( Arema Indonesia )

4. Satim Sofyan ( Ketua Pengprov PSSI Banten )

5. Dityo Pramono ( PSPS Pekanbaru )

6. FX. Hadi Rudyatmo ( Ketua Pengcab PSSI Solo )

7. Samsul Ashar ( Ketua Umum Persik Kediri )
Komite ini bertugas untuk menyelenggarakan kongres pemilihan ketua umum PSSI, Wakil Ketua Umum, dan komite eksekutif ( Exco ) periode 2011 – 2015. Selain itu Komite Normalisasi juga harus memutuskan nasib LPI apakah akan diakui PSSI atau dihentikan segera.

FIFA beranggapan bahwa PSSI dibawah Nurdin Halid sudah tidak mampu menjalankan tugas – tugasnya. Gagalnya kongres Pekanbaru dan kemunculan LPI menjadi cacat PSSI.

Orang – orang yang tergabung dalam komite normalisasi ini juga dilarang mencalonkan diri menjadi ketua umum, wakil ketua umum, ataupun anggota exco.

Sebelumnya, FIFA menyatakan bahwa penunjukan orang – orang tersebut setelah berkonsultasi dengan stakeholder sepakbola Indonesia, dan tak ada yang tahu dari mana nama – nama para anggota komite normalisasi ini muncul.

Komite Normalisasi ( KN ) pun bergerak cepat dan sudah menetapkan tanggal 20 Mei 2011 sebagai waktu pelaksanaan kongres pemilihan namun tempat belum ditetapkan.

KN pun menyatakan akan bersikap netral dan membawa semangat rekonsiliasi.

Namun tampak ada resistensi dari sekjen PSSI, Nugraha Besoes, yang mengatakan bahwa komite normalisasi jangan main duduk saja tanpa permisi.

KPPN juga menunjukkan resistensi terhadap komite bentukan FIFA ini. Usman Fakaubun, anggota KPPN, menyatakan bahwa keputusan FIFA terlalu jauh dan tidak menganggap hasil kongres KPPN di Riau yang sudah membentuk komite pemilihan dan komite banding.

Pembentukan KN juga berita buruk untuk George Toisutta dan Arifin Panigoro. Karena mereka sudah dilarang mencalonkan diri kembali. Sama nasibnya dengan Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie.

Sedangkan dari ongisnade.co.id dan erabaru.net, Arema Indonesia tidak mengakui nama Siti Nurjanah sebagai perwakilan mereka. Menurut Ketua Harian Arema, Abriadi, nama Siti Nurjanah bahkan tidak masuk dalam struktur kepengurusan Arema Indonesia. Abriadi menganggap masuknya Siti Nurjanah adalah sebagai pribadi tidak terkait dengan Arema.

Kini kekisruhan baru muncul. Yaitu kekecewaan terhadap keputusan FIFA dan penunjukan anggota – anggota Komite Normalisasi. Gerakan Save Our Soccer ( SOS ) bahkan mengkritik Komite Normalisasi ini karena menganggap orang – orang yang terpilih tidak memiliki kredibilitas.

Jadi sejauh mana Komite Normalisasi yang dibentuk FIFA ini akan menjalankan tugas – tugasnya, sebab sampai dengan saat ini resistensi telah muncul dari kubu status quo dan kubu perubahan.

Bingung !!!!! @_@

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s