Fight For Asia ( AFC Cup ) Matchday 3 : Indonesia is Smiling

Perfetto, Sempurna !!! Itulah kata yang menggambarkan dua penampilan wakil Indonesia di AFC Cup, Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC. Dua kemenangan yang menghadirkan kisah yang mirip tapi beda.

Persipura yang bertanding pukul 13.45 WIB menjamu wakil Thailand, Choburi FC, di Stadion Internasional Mandala Jayapura ( 13/4 ). Chonburi bukan lawan enteng karena dihuni 7 pemain timnas Thailand dan punya koordinasi permainan yang rapih. Bahkan Jacksen F Tiago, Pelatih Persipura, sehari sebelumnya telah mewaspadai 8 pemain Chonburi.

Tetapi semangat anak – anak Mutiara Hitam yang kali pertama tampil “dirumah” dalam pertandingan level Asia membuat Chonburi tak mampu berbuat banyak.

Serangan khas yang dibangun lewat sentuhan cepat sudah mengancam gawang Chonburi sejak kick off. Sayap kanan yang dikawal Suree Sukha pada menit 9 gagal membendung kecepatan Boaz Solossa. Umpan mendatar Boaz ke tengah kotak penalti langsung disontek Yustinus Pae yang berdiri bebas. Robeklah gawang Sinthaweechai “Kosin” Hattarainatakool. 1 – 0 Persipura memimpin.

Chonburi mencoba membalas. Tandukan Darko Rakocevic hampir merobek jala Persipura selang beberapa menit kemudian jika saja Yon Jae-Hoon, Kiper Persipura, tidak sigap membuang bola.

Chonburi terus mencoba kombinasi serangan lewat sayap dan umpan terobosan. Penguasaan bola mereka pun sangat dominan sedangkan Persipura lebih mengandalkan serangan balik lewat umpan panjang ke sisi kanan pertahanan Chonburi.

Menjelang babak pertama berakhir, Titus Bonay sukses memanfaatkan bola liar hasil sapuan kurang sempurna Rakocevic. Kosin hanya bisa menatap bola melaju deras menembus gawangnya. 2 – 0 Persipura.

Babak dua dimulai Chonburi masih berusaha keras. Beberapa kali salah passing yang dilakukan pemain Persipura membuat Jacksen sempat kesal dipinggir lapangan.

Kuartet bek Persipura yang diisi Victor Igbonefo – Bio Pauline – Ortizan Salossa – Anis Tjoe kokoh menghalau setiap peluang. Sementara di sektor penyerangan Persipura mengandalkan supersub, Lukas Mandowen, Boaz dan Zah Rahan. Ian Kabes dan Gerard Pangkali menjaga kedalaman lini tengah.

Kosin, Kiper Chonburi, yang pernah memperkuat Persib selama 2 musim, melakukan kesalahan fatal pada menit 83. Kosin gagal menguasai bola dengan baik, Lukas Mandowen pun tak menyia – nyiakan peluang ini. 3 -0 untuk Persipura.

10 menit terakhir, Persipura agak goyah. Anis Tjoe pun terpaksa menerima kartu kuning kedua dan keluar dari pertandingan akibat melanggar pemain Chonburi. Namun “kegoyahan” ini bisa ditutup Yo Jae-Hoon, Kiper Persipura, dengan baik. 4 peluang emas Chonburi bisa dimentahkan kiper asal Korea Selatan ini.

Hasil 3 – 0 tetap bertahan dan membawa Persipura memuncaki klasemen Grup H AFC Cup dengan poin 7.

Hari ini akan menjadi hari yang tidak terlupakan oleh Bobby Satria, Bek Sriwijaya FC. Kartu merah yang diterimanya hampir – hampir membuat Sriwijaya kehilangan angka di Jaka Baring saat melawan Sonh Lam Nghe An ( SLNA ) Vietnam.

Bobby mengulang kesalahan serupa seperti yang dilakukannya saat Sriwijaya FC menjamu Al-Ain dalam Playoff Liga Champions Asia. Bobby lengah menjaga penyerang lawan dan tertinggal. Solusinya adalah menarik jatuh penyerang tersebut.

Kesalahan ini membuat Sriwijaya FC harus bermain dengan 10 orang sejak babak pertama. Padahal mereka telah unggul atas SLNA 1 – 0 lewat tendangan bebas Keith Kayamba Gumbs menit – 14.

Walau melawan 10 pemain SLNA yang datang ‘seadanya’ tampak kesulitan menembus lini pertahanan Sriwijaya FC.

Masalah Sriwijaya bertambah karena bek Claudiano Alves harus keluar karena cedera.

Ivan Kolev, pelatih Sriwijaya FC, masih harus berkutat dengan masalah ketajaman para penyerangnya. Tercatat beberapa peluang bagus disia – siakan barisan penyerang Sriwijaya FC.

Okto Maniani, the Rising Star, nampaknya harus mulai mengendalikan ego-nya karena beberapa kali peluang Sriwijaya hilang karena dia terlalu lama memegang bola.

Babak kedua dimulai, tempo permainan masih berjalan sedang. SLNA masih kesulitan mendobrak pertahanan Sriwijaya FC. Sedangkan Sriwijaya mencoba terus menekan lewat permainan sayap Arif Suyono – M.Ridwan.

Menit 55 SLNA berhasil mencuri gol setelah Cong Manh membobol gawang Ferry Rotinsulu setelah menerima umpan mendatar. Kedudukan 1 – 1 untuk kedua tim.

Sriwijaya yang tak mau kehilangan 3 poin, akhirnya bisa berbalik unggul 2 – 1 setelah Thierry Gathuessi mampu memanfaatkan umpan lambung Ponaryo Astaman pada menit – 75.

Pasukan Ivan Kolev ini akhirnya bisa tersenyum lega setelah Budi Sudarsono menambah keunggulan 3 – 1 memanfaatkan kelengahan lini belakang SLNA.

Sriwijaya berhasil memuncaki klasemen Grup F AFC Cup dengan poin 7. Hasil kedua tim ini membuat peluang mereka untuk lolos ke babak selanjutnya semakin terbuka.

Indonesia pun tersenyum hari ini.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s