Gairah

Bosan jenuh, dua kata yang selalu hadir ketika kelelahan datang. Kebosanan pada sesuatu bisa karena terlalu banyak terhadap sesuatu, tak menemukan lagi gairah, atau juga terlalu banyak pressure.

Tak ada rumus khusus yang bisa menghitung kapan rasa bosan datang. Bisa dalam waktu singkat atau panjang bosan itu muncul. Kadang dalam waktu singkat bosan bisa saja ada, dalam suasana yang masih dibilang “hangat” namun bosan datang tanpa bisa ditolak.

Kebosanan kebanyakan terjadi pada hal – hal yang rutin kita lakukan, tapi hal yang lewat tidak ditekuni pun bisa membuat kita jenuh.

Apa yang bisa dilakukan untuk kemudian mengusirnya adalah mundur satu langkah, melupakan semua hal yang membosankan tersebut untuk sejenak. Mencari suasana baru sementara waktu. Manusia tak ubahnya mesin yang mesti dicharge dan diberi rehat untuk pengoptimalkan kembali.

Cara tersebut bisa berhasil atau tidak. Sebenarnya yang menentukan adalah apakah gairah terhadap sesuatu masih ada atau tidak. Jika sudah hilang, selama apapun kita mencari suasana baru kebosanan akan tetap ada.

Menemukan gairah adalah sesuatu yang lumayan sulit. Kegairahan muncul dari dalam hati yang seringnya datang sendiri. Inilah inti yang membangkitkan semangat, menggerakkan tubuh.

Ketika gairah hilang apa yang bisa dilakukan? meninggalkan bisa dipakai sebagai solusi. Tetapi tetap diam ditempat pun juga bisa dipilih.

Ada 2 konsekuensi untuk tetap tanpa meninggalkan. Menemukan kembali gairah atau tak mampu menemukan kembali. Banyak cara untuk menemukan kembali. Entah dengan mengingat ulang keberadaan kita, atau dengan membuat suasana menjadi lebih menarik. Tapi tak ada jaminan bahwa kegairahan bisa tumbuh kembali.

Kembali bertanya kedalam hati bisa juga sebagai cara untuk menemukan kembali. Ini erat kaitannya dengan mempertanyakan eksistensi diri. Untuk apa kita disini, kenapa kita disini, rela dan siapkah kita jika meninggalkan, berbagai macam pertanyaan bisa kita ajukan kedalam hati kita.

Jika kita mampu menjawab dengan jujur, maka apapun jawabannya akan menguatkan apapun tindakan yang kita ambil kemudian, dan memunculkan kembali gairah yang sempat hilang.

Tulisan ini berkaitan dengan apa yang saya rasakan akhir – akhir ini. Ketika gairah itu nampak akan pergi maka sayapun bertanya kedalam diri sendiri dan mengingat kenapa saya disini, dan apa yang telah saya alami. Hasilnya sedikit demi sedikit itu kembali lagi walau belum sempurna seperti dulu

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “Gairah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s