Fight For Asia Mc.5 : Mendung & Cerah, Satu Hari Asia Timur Akan Tunduk

Sore ini menyuguhkan dua warna kontras. Cerah di Jayapura, mendung di Malang. Kilau mutiara hitam menyilaukan The Shaolin Temple, menenggelamkan kilau 2 alumnus Eropa Nicky Butt dan Mateja Kezman. Auman Singo Edan dan Aremania tidak mampu mengalahkan keanggunan The Flower Of Osaka.

Persipura menyapu bersih 3 partai kandang di AFC Cup setelah berhasil menghempaskan South China 4 – 2. Arema Malang menambah daftar kegagalan klub – klub Indonesia diajang Liga Champions Asia pada era milenium ini setelah dikalahkan Cerezo Osaka 0-4 di Kanjuruhan Malang.

Permainan cepat anak – anak asuhan Jacksen F Tiago sulit diladeni anak – anak asuhan Chan Yo Yin. Dua pemain Persipura layak menjadi sorotan pada pertandingan kali ini, Zah Rahan Krangar menunjukkan kelasnya di lini tengah Persipura, sedangkan Gerard Pangkali konsisten menjaga tangguhnya areal tengah.

Persipura berhasil membuka keunggulan pada menit-22 setelah umpan one two antara Boaz Solossa dan Zah Rahan, membuat Zah terlepas dan berhasil mencungkil bola melewati kiper South China, Yapp Hung Fai.

Kesalahan umpan Yohannis Tjoe dilini belakang mampu dimaksimalkan Xu Deshuai, dengan tendangan keras menjebol gawang Yo Jae Hoon. Persipura 1 – 1 South China.

Menit – 42 Zah kembali membawa masalah bagi South China setelah penetrasinya di sisi kiri pertahanan gagal dibendung. Bola dikirim ke tengah. Titus Bonai menyambut bola dengan tendangan lurus, bola masih bisa diblok kiper tetapi Boaz dengan cepat menyambar bola rebound dan menjebol gawang Yapp Hung Fai. Babak pertama usai Persipura 2 – 1 South China.

South China yang mengandalkan duet veteran Nicky Butt dan Mateja Kezman tidak mampu berbuat banyak saat babak kedua dimulai. Dribbling Boaz yang menusuk pertahanan South China berbuah penalti. Setelah bek South China menahan laju bola dengan tangan. Boaz yang mengeksekusi sendiri penalti itu berhasil membawa Persipura unggul 3 gol.

Menit – 77 Gerard memberikan satu gol cantik bagi Persipura. Bola hasil tendangannya melengkung masuk tanpa bisa dicegah oleh Yapp Hung Fai.

Namun keasyikan menyerang membuat South China bisa membobol gawang Persipura setelah Ng Wai Chiu berhasil menanduk umpan corner pada menit – 86. Pertandingan berakhir. Persipura 4 – 2 South China. Persipura berhasil mengamankan satu tiket ke babak 16 besar.

Sementara Arema terus menunjukkan performa menurun. Pada pertandingan pertama di Jepang mereka bisa membuat Cerezo bekerja keras menang 2 -1. Performa mereka kemudian anjlok pada pertandingan kedua di Malang saat digebuk Jeonbuk 0-4. Grafik mereka naik lagi setelah bisa menahan imbang Shandong 1 – 1 di Malang. Penampilan Singo Edan kembali merosot setelah dikalahkan Shandong di Cina 5 – 0.

Asa untuk melihat kembali penampilan seperti di Jepang, musnah ketika hasil akhir mencatatkan Arema 0 Cerezo 4.

Arema bisa mengimbangi Cerezo sampai 30 menit babak pertama. Gol Hiroshi Kiyotake menit – 31 membuat keadaan berbeda. Arema kesulitan bangkit dan mulai kewalahan meladeni permainan anak – anak asuhan Levir Culpi. Rodrigo Pimpao kembali menambah keunggulan Cerezo Osaka saat solo run nya diakhiri tendangan keras ke pojok kanan gawang Kurnia Meiga menit -43.

Babak kedua, sang kakak, Ahmad Kurniawan, masuk menggantikan Kurnia Meiga yang cedera betis. Namun mental Arema sudah terlalu jatuh. Yusuke Maruhashi dan Inui menambah 2 gol lagi untuk Cerezo. Arema bahkan hanya bisa membahayakan gawang Cerezo pada menit -83 lewat Roman Chmelo. Hasil akhir 0 – 4 untuk kemenangan Cerezo menasbihkan kegagalan mimpi Arema yang sudah pudar ketika kalah di Cina.

Kegagalan Arema, memperpanjang kegagalan klub – klub Indonesia ketika harus bertemu dengan klub – klub Asia Timur di ajang Liga Champions Asia. Hanya satu catatan mengesankan ditorehkan Arema yaitu ketika hanya kalah 2 -1 di Jepang. Padahal Jepang adalah tempat yang “menakutkan” bagi klub – klub Indonesia.

Hasil ini juga menunjukkan kelas klub Asia Timur masih satu tingkat diatas klub Indonesia. Pengurus PSSI yang akan segera dipilih nantinya harus membuat rancangan Liga Super Indonesia yang lebih berkualitas, mampu membuat Indonesia bisa berbicara banyak di tingkat Asia.

Apa yang disajikan para pemain Arema telah maksimal. Namun sayang persoalan internal lebih menguras energi mereka daripada dilapangan. Pergantian pelatih dari Robert Rene Albert kepada Miroslav Janu sedikit gagal mempertahankan konsistensi permainan Arema.

Manajemen klub pun, kurang membenahi sisi kedalaman skuad Arema. Anyway, saya tetap mengacungkan jempol buat Arema, ditengah segala keterbatasan mereka tetap mengerahkan segala kemampuan mereka. Salam Satu Jiwa.

Tapi mimpi dan cita harus tetap ada, walau panjang melewati hari, bulan dan tahun. Suatu hari Asia Timur akan kita taklukkan.!!!!!

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “Fight For Asia Mc.5 : Mendung & Cerah, Satu Hari Asia Timur Akan Tunduk”

  1. arema datang ke jepang membawa persiapan yang matang. hasilnya hampir membawa 1 poin..

    menjelang pertandingan kandang melawan jeonbuk motor, pierre njanka datang ke malang. mengajak rekan2nya selama bermain di arema untuk bermain di Liga Primer. disebutkan tawaran Rp 2 milliar untuk pemain sekelas roman chmelo… seketika itu juga hancur luluh harapan ribuan aremania yang menantikan kemenangan atas jeonbuk…

    2 hari yang lalu, ahmad bustomi membuat tweet kalo ndak salah
    “inilah arti profesionalitas. kami sudah tak menerima gaji sejak 5 bulan lalu..”

    manajemen arema memutuskan menjual arema kepada investor dengan harga 20 miliar…

    sekali lagi saya iri dengan pengelolaan manajemen persib yang hampir tidak punya masalah tentang gaji pemain -,-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s