Fight For Asia Mc.5 (AFC Cup) : Maldive’s Discipline

Jika AFC Cup diibaratkan sebuah sekolah, maka rasanya VB Sports Maladewa layak diberikan penghargaan murid berprestasi. Tampil untuk ketiga kalinya secara berturut – turut sejak tahun 2009 di AFC Cup, VB membuat banyak kemajuan. Apalagi jika dilihat dari rekor pertemuan mereka dengan klub Indonesia.

Tahun 2009, VB Sports segrup dengan PSMS Medan. PSMS yang kala itu diperkuat Elie Aiboy dan Okto Maniani, terbukti terlalu tangguh bagi VB. Di Indonesia VB kalah lewat satu gol bek PSMS, Aun Carbinny. Ketika giliran VB menjadi tuan rumah, PSMS berhasil menekuk mereka lewat gol Rahmat Affandi dan Costas.

Tahun 2010 VB bertemu lagi wakil Indonesia yaitu Persiwa Wamena. Namun VB telah banyak belajar. Buktinya di Malang Persiwa dikalahkan 2 – 3 dan di Maladewa VB menggilas klub yang berjuluk “badai pegunungan” dengan skor 4 – 0.

Tahun 2011, giliran Sriwijaya FC menjadi lawan mereka. VB masih membuktikan mereka telah memahami permainan klub Indonesia. Sriwijaya FC yang dua musim terakhir tampil di kompetisi Asia, ditahan imbang 1 – 1 di Jakabaring Palembang. Bahkan Sriwijaya harus “dibantu” gol bunuh diri pemain VB ketika itu.

Kemarin (4/05) Sriwijaya bertandang ke kandang VB, hasilnya laskar wong kito dibekuk dua gol tanpa balas.

Menit – 9, gawang Sriwijaya dibobol lewat tendangan bebas Shamveel Qasim. Pada menit – 79 Adam Lareef menggandakan keunggulan VB.

Pelatih VB, Bahtiyar Can Vanli, menyebutkan bahwa kemenangan ini adalah buah kedisiplinan para pemain. Setiap pemain, menurutnya, melakukan tugasnya dengan baik, disiplin menjalankan arahan pelatih. Vanli menyebutkan bahwa keunggulan kebugaran fisik juga adalah salah satu faktor kemenangan VB.

Sedangkan bos Sriwjaya, Ivan Kolev, hanya mampu mengungkapkan kekesalannya. Kolev, seperti dimuat the-afc.com, mengatakan bahwa Sriwijaya mampu menang 10 gol jika saja para pemain mampu menyelesaikan setiap peluang dengan baik. Keterbatasan stok pemain juga menjadi alasan Kolev, dengan hanya satu striker yang bugar dan dipaksa agak turun ke tengah membuat ketajaman Sriwijaya tumpul.

Hasil ini menempatkan Sriwijaya diposisi ke – 3 grup F AFC Cup dibawah TSW Pegasus dan Song Lam Nghe An. Sriwijaya masih berpeluang lolos ke -16 besar asalkan mampu menang atas TSW Pegasus pada 11 Mei 2011 di Jakabaring Palembang.

Peluang Masih Ada…Go Sriwijaya !!!!

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s