Satisfaction

Puas. Menurut definisi www.artikata.com puas adalah :

~ merasa senang (lega, gembira, kenyang, dsb krn sudah terpenuhi hasrat hatinya): ia merasa — sbg penyanyi; ia merasa — melihat pekerjaan murid-muridnya; baru — hatinya, kalau dapat mencelakakan saingannya; 2 lebih dr cukup; jemu: — merasakan hinaan dan nistaan; — bertanya-tanya, tiada seorang pun yg tahu;

~ kerja keadaan psikis yg menyenangkan yg dirasakan oleh pekerja dl suatu lingkungan pekerjaan krn terpenuhinya semua kebutuhan secara memadai; ~ materi kesenangan jiwa krn berkecukupan dl hal materi;

Kepuasan adalah sesuatu yang bisa dikatakan absurd. Tidak ada ukuran pasti. Puas adalah suatu kata yang menggambarkan kondisi psikis. Karena ini sebuah kondisi jiwa maka tiap – tiap manusia mempunyai ukuran yang berbeda.

Secara umum puas akan terasa ketika kita telah mencapai sebuah target tertentu. Telah meraih sebuah penghargaan, telah menyelesaikan sebuah tujuan.

Seorang lelaki dimasa penghabisan masa kesendiriannya, bertanya apakah semua sudah cukup saya lalui? apakah semua rasa penasaran sudah terpenuhi? apakah kepuasan telah saya dapat?

Masa muda, masa kesendirian adalah sebuah hal yang berharga. Disinilah pada sebuah rentang tahun proses kehidupan terjadi. Pengalaman banyak didapat dalam sebuah masa kesendirian. Dengan sejuta kisah yang ada didalamnya.

Masa kesendirian adalah masa yang haus petualangan. Masa yang terlalu berharga jika hanya dilewati secara begitu – begitu saja. Petualangan apa saja itu terserah kepada pribadi masing – masing. Setiap orang mempunyai dahaga yang beda.

Terkadang saya sering “iri” kepada para petualang yang menghabiskan waktu mereka menggali puing -puing fosil, menjelajah ke berbagai belahan dunia mencari sisa – sisa kehidupan masa lalu. Terkadang saya pun ingin merasakan gemerlapnya panggung, ketika gitar memekik, teriakan membahana satu kata “rock n roll”.

Terkadang saya pun merasa bahwa saya terlalu banyak menyia – nyiakan waktu hanya berdiam di satu tempat. Ketika orang – orang sudah mulai melangkahkan kaki mereka melihat dunia luar.

Itulah mimpi – mimpi yang dimasa akhir ini masih belum terwujud, bahkan mungkin tak akan terwujud.

Kebanyakan dari kita mencari sebuah petualangan yang hebat. Saya pun berusaha mencarinya. Tetapi sesungguhnya petualangan yang hebat datang dari mimpi yang kuat dari usaha yang gigih. Jika mimpi – mimpi tadi belum mampir dalam kehidupan saya maka saya yang kurang keras berusaha dan bermimpi.

Tetapi juga petualangan yang hebat datang dari pengakuan orang lain. Pada diri kita sendiri yang mengalami semua petualangan ini, hebat atau tidak bukanlah masalah. Kepuasanlah yang menjadi utama. Ada kesenangan dalam hati, ada kelegaan dalam jiwa ketika kita melihat ke belakang bahwa jalan hidup yang telah ditempuh berbagai warna, dan jawaban – jawaban yang mengisi pikiran terjawab. Walau jika anda memilih satu atau dua warna saja itu tak masalah, kepuasan lah yang akan mencukupi anda.

Jika dilihat sejauh mana kepuasan ini akan bertahan. Tak ada batasannya. Juga karena hidup ini berputar, waktu terus berjalan tak berhenti. Cerita hidup pada detik ini mungkin tak akan sama pada detik selanjutnya. Memilih bertahan pada cerita itu adalah sebuah hak. Terus maju mencari cerita lain itu pula sebuah pilihan. Kepuasan akan bertahan jika hati dan jiwa masih menginginkannya.

Masa kesendirian adalah salah satu hal yang paling berharga didunia. Karena tak akan terulang kembali. Bisa saja terulang kembali namun rasanya pasti berbeda dibanding ketika sendiri dan muda.

Kepuasan masa muda dalam kesendirian akan berakhir ketika ikrar sehidup semati terucap. Ada orang yang menghindari, banyak pula yang mengucap ikrar ini. Orang yang menghindari biasanya salah satu alasannya adalah “masih kurang puas” dalam kesendirian. Orang yang berani berikrar maka sesungguhnya dia berani menantang petualangan baru dalam kehidupan.

Tetapi ada juga orang yang telah berikrar namun masih mencari petualangan kesendiriannya.

Lantas sampai mana kita harus merasa puas dalam kegemilangan masa sendiri dan muda. Saya rasa titik terakhir dari sebuah kepuasan masa muda adalah ketika kita berucap CUKUP sambil menyiapkan diri menghadapi petualangan baru diakhir masa kesendirian.

Atau mungkin pula jika masih samar mengenali titik akhir kepuasan. Maka dimasa depan sempatkanlah untuk menengok ke belakang dan hayati semua kenangan akan masa muda. Mungkin disitu kita akan menemukan kepuasan.

Saya teringat satu film kartun “UP” tentang seorang duda yang berusaha menuntaskan ambisi petualangan mendiang istrinya ke sebuah air terjun di Argentina. Dibantu oleh seorang anak kecil gemuk, dia pun sampai ke air terjun tersebut dengan segala macam rintangan. Disitu dia pun membuka album foto kehidupan pernikahan mereka. Ternyata yang mengejutkan si duda adalah kalimat dialbum foto yang ditulis istrinya “ i’ve had my adventure, now you go get yours”. Yang bermakna bahwa kehidupan pernikahan mereka sudah merupakan petualangan terhebat baginya.

” HIDUP ADALAH SEBUAH PETUALANGAN TIADA AKHIR”

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s