LG Asean Club Cup

Saya ajak memori teman – teman mundur 8 tahun. Inget ga tahun 2003 pernah diadakan turnamen antar klub sepakbola Asean yang disponsori LG. Turnamen ini mempertemukan juara – juara negara Asean.

Indonesia diwakili Petrokimia Putra ( Juara Liga Indonesia 2002 ) dan Persita Tangerang ( Runner up Liga ). Peserta lain ada Samart United ( Juara Liga Kamboja 2002 ), Finance and Revenue FC ( Juara Liga Myanmar ), Perak FA ( Juara Liga Malaysia ), Singapore Armed Forces FC ( Juara S- league ), DPMM FC ( Juara Liga Brunei ), Hoang Anh Gia Lai ( Juara Liga Vietnam ), Telecom and Transportation ( Juara Liga Laos ), Bec Tero Sasana FC ( Juara Liga Thailand ) dan Phillipine Army FC ( Juara Liga Filipina ).

Ada satu klub undangan di turnamen ini, yaitu Kingfisher East Bengal FC ( India ).

Turnamen ini digelar di dua kota, Gresik dan Jakarta dari tanggal 13 – 26 Juli 2003. Disiarkan langsung oleh SCTV.

Petrokimia bergabung dengan Samart United Kamboja dan Finance & Revenue FC Myanmar di Grup A. Hanya saja klub Myanmar ini akhirnya mengundurkan diri dari turnamen. Pertandingan Grup A hanya diadakan satu kali dan hasilnya Petrokimia berhasil menggasak Samart United 3 – 0 lewat gol legiun asingnya Rivaldo Costa ( 2 gol ) dan Danilo Fernando ( sekarang deltras Sidoarjo ).

Petrokimia lolos sebagai juara grup sedangkan Samart walau kalah tetap lolos ke perempat final karena juara dan runner up grup berhak lolos ke perempatfinal.

Wakil Indonesia lainnya Persita Tangerang bergabung di Grup C Jakarta bersama Hoang Anh Gia Lai ( Vietnam ) dan Telecom & Transportation ( T & T Laos ). Pada pertandingan pertamanya Persita yang saat itu masih dihuni duet maut : Ilham Jayakesuma dan Zaenal Arif mengalahkan Hoang Anh Gia Lai 2 – 1 lewat gol Ilham Jaya kesuma dan Anthony Jommah Ballah.

HAGL vs T & T

Pertandingan kedua Persita berhasil membenamkan wakil Laos, T & T, 5 – 1 lewat 4 gol Zaenal Arif dan satu gol Deddy Djunaedi.

Dua wakil Indonesia berhasil lolos ke perempatfinal. Disana Petrokimia Putra ditunggu oleh Singapore Armed Forces FC ( Runner Up Grup B ) sedangkan Persita Tangerang dinanti Kingfisher East Bengal FC ( runner up grup D ).

Petrokimia Putra menunjukkan kelasnya sebagai juara liga dengan mengandaskan Singapore Armed Forces FC. Walau sempat tertinggal 2 gol terlebih dahulu lewat Jeyakanth Jeyapal menit 9 & 22. Tim asal kota Gresik ini bisa membalas lewat Rivaldo Costa menit 45 dan Aris Budi Prasetyo menit 58. Pada perpanjangan waktu Petrokimia Putra berhasil menambah gol melalui Danilo Fernando menit 112.

Sedangkan nasib tidak baik dialami Persita Tangerang. Pada pertandingan yang sempat terhenti beberapa menit akibat pingsannya salah seorang pemain East Bengal, La Viola, juluka Persita, dikalahkan 1 – 2. Persita bisa mencetak gol lewat Ilham Jayakesuma menit 62 menyamakan kedudukan setelah sebelumnya ikon sepakbola India, Baichung Butia, membawa timnya unggul menit 53. Namun sayang pada menit 76 Bijen Singh bisa membobol gawang Persita.

Rupanya Kingfisher East Bengal menjadi momok bagi klub Indonesia di turnamen ini karena kemudian bertemu Petrokimia Putra di semifinal. Dalam waktu normal pertandingan berakhir 1 – 1. Jaenal Ichwan mencetak gol bagi Petrokimia Putra menit 23 yang kemudian disamakan oleh Baichung Butia menit 58.

Perpanjangan waktu skor masih tetap imbang. Pertandingan pun dilanjutkan dengan adu penalti. Disinilah akhir perjuangan Petrokimia karena kalah 7 – 6 dalam adu penalti.

Partai final akhirnya mempertemukan Kingfisher East Bengal vs Bec Tero, sedangkan Petrokimia Putra berhadapan dengan Perak FA pada perebutan tempat ketiga.

Petrokimia akhirnya bisa menuntaskan perjuangan mereka dengan menjadi juara 3 turnamen LG ini. Di perebutan tempat ketiga mereka bisa mengalahkan Perak FA dengan skor 3 – 0. Rivaldo Costa pada menit 35 dan dua gol Jaenal Ichwan menit 66 & 69 memberikan gelar bagi juara Liga Indonesia 2002 ini.

Sedangkan dipartai final Kingfisher East Bengal mengalahkan Bec Tero 3 -1. Selain itu pemain mereka Baichung Butia meraih gelar Top Skor dengan 8 gol, diikuti oleh pemain Perak FA, Frank Seator dengan 5 gol dan Zaenal Arif 4 gol.

Namun sayangnya sampai dengan hari ini, turnamen yang mempertemukan juara – juara ASEAN ini belum pernah diselenggarakan lagi.

sumber : http://www.tempointeraktif.com

www. Wikipedia.org

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s