Boaz, The King Of Goal

Boaz Theofilius Erwin Solossa, seakan mewakili seluruh kemilau mutiara hitam, Persipura Jayapura, musim ini. Tak hanya konsisten di Liga Super Indonesia ( LSI ), Boaz juga menunjukkan ketajamannya di AFC Cup.

Striker kelahiran Sorong 25 tahun yang lalu ini boleh dibilang adalah striker terbaik Indonesia saat ini. Sampai pekan – 26 LSI Boaz memuncaki daftar pencetak gol terbanyak dengan 21 gol. Peluang untuk meraih sepatu emas, sangatlah terbuka karena saingan Boaz, Edward Junior Wilson ( Semen Padang ) diperingkat ke – 2 masih mengumpulkan 16 gol.

Musim 2009/2010 Boaz mencetak 17 gol untuk Persipura di LSI yang menempatkannya di peringkat 4 top skor bersama Erick Weeks ( Persiwa Wamena ). Musim lalu sepatu emas diraih Aldo Barretto ( Bontang FC ) dengan torehan 19 gol.

Boaz, The King Of Goal, bukanlah semboyan semata. Tahun 2005, sebagai tahun pertamanya Boaz mencetak 5 gol untuk Persipura, Tahun 2006 hanya 3 gol yang berhasil dicetak Boaz. 2007 Boaz membuat 12 gol untuk Persipura.

Tahun 2008 menjadi awal kesuksesan Boaz. Dia berhasil mencetak 28 gol. Tetapi sayangnya jumlah gol tersebut berhasil disamai oleh Christian “el loco” Gonzalez, striker naturalisasi, yang dua tahun sebelumnya selalu menjadi pencetak gol terbanyak liga.

Sampai saat ini, dari tahun 2005 sampai pekan – 26 LSI 2010/2011, Boaz sudah mencetak 86 gol untuk Persipura. Ini belum dengan gol Boaz di Piala Indonesia.

Selama 3 tahun terakhir Boaz juga menjadi striker Indonesia yang paling konsisten berada didaftar pencetak gol terbanyak liga dengan raihan gol minimal mencapai angka belasan.

Musim 2009/2010 Boaz masih didampingi M.Isnaini ( PSPS Pekanbaru ) dengan raihan 15 gol. Tapi sampai pekan 26 LSI 2010/2011 keran gol Isnaini macet dan tidak bisa mengulangi ketajaman musim lalu walau masih bertandem dengan Herman Dzumafo.

Musim 2008/2009, Bambang Pamungkas (Persija / 19 gol ), Talaohu Abdul Musafri ( Persiba /17 gol ) dan Saktiawan Sinaga ( Persik / 14 gol ) mendampingi Boaz dalam persaingan striker lokal vs asing.

Sementara sampai pekan 26 ini Boaz hanya didampingi oleh Bambang Pamungkas, striker Persija dengan 12 gol. Musim ini menjadi musim yang redup bagi ketajaman striker – striker lokal.

Hidup ini selalu dua sisi. Begitu pula yang dialami Boaz. Bersinar di klub tetapi pasang surut bersama timnas Indonesia. Pencoretan nama Boaz oleh Alfred Riedl menjelang AFF Cup 2010 adalah kasus terbaru skorsing Boaz dari timnas. Boaz adalah “bad boy” jika sudah membahas timnas. Kerap mangkir dan dihadiahi skorsing tak pernah lepas dari sosok Boaz dalam karirnya bersama Timnas Indonesia.

Cerita duka pun pernah dialaminya. Tekel bek Hongkong pada persiapan Indonesia menjelang Piala Asia 2007 mematahkan engkel Boaz dan membuatnya harus melupakan Piala Asia dan beristirahat lama dari kompetisi.

Banyak pihak menduga bahwa ini adalah gejala yang biasa terjadi ketika seorang anak muda bersinar di usia remaja dan langsung menjadi pujaan. Tidaklah aneh karena Boaz mengalami lompatan karir yang menakjubkan pada tahun 2004. Pelatih timnas kala itu, Peter Withe, mengambil Boaz ke skuad Piala Tiger 2004 setelah sebelumnya Boaz membela tim PON Papua, pada saat masih berusia 17 tahun. Di turnamen negara – negara ASEAN tersebut, Boaz bisa mencetak 4 gol.

Seiring waktu Boaz sekarang nampak lebih kalem dan dewasa, apalagi jabatan kapten tim dipercayakan Jacksen F Tiago dilengan Boaz. Padahal jika melihat ke belakang pada 25 Oktober 2005 Boaz sempat diskors PSSI karena kasus pemukulan wasit.

Musim ini bisa menjadi adalah musim “penyucian” karir Boaz. Bersama Persipura, Boaz masih bisa meraih prestasi lebih tinggi daripada Juara LSI 2010/2011. Persipura masih melaju di AFC Cup. Pada perempatfinal yang akan digelar tanggal 13 September dan 27 September nanti, Boaz akan memimpin rekan – rekannya menghadapi Arbil Irak.

Di AFC Cup juga Boaz masih mungkin mengincar gelar top skor. Boaz sampai babak 16 besar sudah mencetak 5 gol. Pemuncak top skor sementara adalah Ivan Boskovic ( Nasaf Qarshi Uzbekistan ) dengan 8 gol. Tetapi Ivan Boskovic dan timnya dibabak perempat final akan berhadapan dengan Chonburi FC Thailand yang juga menempatkan Pipob On Mo dengan 6 gol. Salah satu dari mereka akan terjegal, dan peluang Boaz untuk menambah pundi – pundi gol dan naik ke peringkat atas dalam top skor masih terbuka lebar.

Saingan Boaz di angka 5 gol adalah Christian Kouakou ( Muangthong United ) dan Nosirbek Otakuziyev ( Nasaf Qarshi Uzbekistan ) yang juga melaju ke perempatfinal.

Sementara pencetak gol terbanyak diatas Boaz seperti Firras Al Khatib ( Al- Qadsia ), Leandro Carrijo ( TSW Pegasus ), Aleksander Duric ( Tampines Rovers ), Tolgay Ozbey ( Kingfisher East Bengal ) sudah tak mungkin menambah gol mereka karena klub mereka sudah kalah.

So, Boaz terus cetak Gol mu !!!!

sumber : wikipedia.org

Liga-indonesia.co.id

krisosa.wordpress.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “Boaz, The King Of Goal”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s